ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
KETENANGAN


__ADS_3

Kak Rio membawa diriku dengan perlahan kearah kendaraannya. Sebenarnya dia juga ingin mengajak ku untuk makan malam di luar sebelum pulang. Hanya saja, aku sudah merasa tidak nyaman berada di luar rumahku. Jadi aku menolak ajakan Kak Rio dan mengatakan bahwa aku sudah masak tadi pagi dan lebih baik aku menghabiskan makanan yang ada di rumah.


"Sebentar lagi kita tiba, apa kamu sudah merasa lebih baik Sarah? " tanya Kak Rio dengan nada yang terdengar khawatir.


"Aku tidak tau apa yang dimaksud dengan kata lebih baik Kak. " sahut ku sambil tertunduk dan menghela nafas panjang.


"Sudah berapa lama kamu seperti ini? "


"Sekitar 2 bulan Kak. "


"Pantas kamu sangat tertekan, ternyata baru saja ya. "


"Jika saja sejak dulu, pasti aku lebih baik dan familiar dengan wajah-wajah aneh dan menyeramkan milik mereka Kak. "


"Iya ... itu pasti berat sekali. " ujar Kak Rio yang fokus menyetir tapi sesekali tetap saja melirik ke arahku.


Jam segini ramai sekali, tapi rasa takut di dalam hatiku tidak sekuat tadi. Mungkin karena tadi aku tidak berkawan (hanay sendirian). Aku mengangkat kepalaku dan mencoba memahami sedikit tentang mereka.


Dari dalam mobil aku melihat sebuah keluarga (ada ayah, ibu, 2 orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan) yang tampak berjalan bersama di arah kanan jalan. Kenapa mereka salah arah? Seharusnya mereka lewat arah kiri jalan. Tanyaku di dalam hati sembari menatap mereka dengan sungguh-sungguh.


Saat ini mobil kami sudah melewati keluarga yang tampak aneh bagiku tersebut. Tapi, sekitar 500 meter berlalu, aku melihat sebuah mobil berwarna putih ukuran sedang mengalami kecelakaan dan aku dapat melihat wajah korban laki-laki cukup tua dan seorang anak laki-laki yang kepalanya membentur kaca mobil dan keluar, tampak sangat tragis.


"Pelan saja Kak! " ucapku cepat dan seperti memerintah kepada Kak Rio. Dengan heran, ia pun menuruti keinginanku.


"Kecelakaan yang tragis. " ucapku Kak Rio.


"Ya Tuhan .... "


"Kenapa Sarah? "


"Aku baru saja melihat laki-laki itu dan anak laki-laki yang berlumuran darah tersebut di sana. " ucapku sambil menunjuk ke arah belakang di bagian kanan jalan. Lalu Kak Rio memperhatikan arah yang aku tunjuk dari kaca depan mobilnya.


"Arah jalan mereka ternyata berbeda dengan arah jalan kita Kak. Jadi ada benarnya juga jika kita mengikuti aturan lalu lintas karena bukan hanya aman di jalan tapi juga aman dari sapa'an makhluk gaib. " ucapku dengan tatapan mata yang kosong seperti bukan diriku yang berbicara.


"Oh begitu ya .... "


Sepuluh menit kemudian, kami tiba di rumah dan saat Kak Rio mengantarkan aku ke dalam, Kak Rio bertanya, Apa Om Ardy belum pulang? "


"Sepertinya belum Kak. "


"Kalau begitu, aku akan menemani kamu Sarah, setidaknya hingga Om Ardy sampai di rumah. "

__ADS_1


"Makasih ya Kak. Sebenarnya Pak Antok dan keluarganya berniat untuk pindah ke rumah kami karena kondisi Ayah yang memang sering pulang malam seperti itu. Jadi dengan cara itu, Aku tidak sendirian di rumah. Tapi ada beberapa hal yang mengakibatkan mereka mengurungkan niatnya. Menurut Pak Antok, 2 bulan kedepan baru ia dan keluarganya akan benar-benar pindah ke sini."


"Itu ide yang bagus Sarah .... " ujar Kak Rio sambil mengangguk-anggukkan kepalanya berkali-kali.


"Sebentar ya Kak, aku bersihkan diri dulu kemudian aku akan menyiapkan makan malam untuk kita. Kakak pasti laparkan?" tanya aku dengan bibir yang tersenyum.


"Lumayan sih. "


Siap membersihkan diri, aku segera menyiapkan makan malam dan kami menikmati santapan malam ini dengan canda tawa. Menurut Kak Rio, masakanku lumayan enak tapi aku tahu dia sedang berbohong. Karena sebenarnya aku sama sekali tidak bisa memasak tapi aku selalu belajar agar bisa menyajikan makanan yang enak minimal untuk keluargaku.


Siap dengan makan malam kami, aku mengajak Kak Rio untuk menghabiskan waktu menonton acara televisi sambil mengobrol tentang kampus. Tapi di saat yang bersamaan, Kak Rio mempertanyakan kepadaku tentang kejadian hari ini yang sebenarnya.


"Jangan bohong! " Ancam Kak Rio terhadapku sambil membesarkan kedua matanya.


Seperti tidak punya pilihan, aku menceritakan semua hal yang terjadi tadi sore Hingga magrib. Mulai dari Kak Linda dan antek-anteknya hingga kejadian yang menimpaku sehingga menyebabkan luka di dahi.


Menurut Kak Rio Kak Linda memang sudah menyukainya dan mengincar nya sejak tahun pertama mereka berada di kampus. Hanya saja bagi Kak Rio, Kak Linda bukan tipenya karena Kak Linda memiliki sifat yang arogan, sombong, manja, dan selalu ingin menang sendiri.


"Dia memang cantik tapi untuk apa cantik jika selalu menimbulkan masalah dan pertengkaran? " tanya Kak Rio sambil menatapku dan tersenyum manis.


Selain itu, Kak Rio mengatakan padaku bahwa saat ini, ia telah memiliki sosok perempuan yang sangat ia kagumi. Menurutnya, perempuan itu adalah sosok yang sederhana, cantik, baik, berani, dan suka menolong. Selain itu, ada satu hal yang membuat Kak Rio tidak pernah bisa melupakan perempuan tersebut yaitu perempuan itu memiliki senyuman yang sangat manis.


Saat aku mendengarkan ucapan Kak Rio, hatiku merasa perih dan patah. Ternyata beginilah rasanya jika sedang jatuh cinta tapi hanya cinta sebatas angan. Bagiku Kak Rio adalah laki-laki pertama yang memasuki ruang hati dan pikiranku.


Sepertinya Kak Rio memperhatikan gelagat yang agak aneh dariku, ketika sedang berdiskusi dengan dirinya tentang perempuan yang Kak Rio kagumi. Kak Rio bertanya, "Hei, kamu kenapa Sarah? Kenapa matanya berair?" tanya Kak Rio yang memang tampak heran saat melihat reaksiku dan aku juga tidak tahu mengapa aku bisa seperti ini, padahal aku sudah berusaha untuk tidak terbawa perasaan.


Kak Rio mengusir air mataku dengan ibu jari tangan kanannya. Kalau ada masalah ceritakan saja! Jangan membuat dirimu semakin menderita karena jika kamu menderita maka aku juga akan merasakannya. "


Aku menatap Kakak Rio dalam-dalam setelah dia mengatakan hal yang tidak aku duga. Saat mataku bertemu dengan matanya, aku merasakan sesak nafas dan tiba-tiba jantungku berdetak kencang. "Aku jatuh cinta padamu Sarah, sesaat setelah kita berjumpa."


"Apa? " ucapku semakin heran dan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar.


"Aku jatuh cinta padamu Sarah, sejak pertama kita bertemu. Rasa itu kuat sekali mengisi relung hati dan aku pikir, aku harus segera mengungkapkannya kepadamu sebelum jantungku berhenti cuma gara-gara menahan perasaanku padamu. " ucap Kak Rio dalam posisi setengah duduk di lantai tidak jauh dari kakiku.


"Aku ... aku .... "


"Suuuuuuut .... " Jari telunjuk dari tangan kanan Kak Rio ada di ujung bibirku. "Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang Sarah.


Karena aku akan memberikan kamu waktu sebanyak yang kamu inginkan. Yang penting bagiku, aku sudah mengungkapkan segala isi hati ku padamu agar kamu tahu. Satu lagi, aku sama sekali tidak pernah memandang mu sebagai perempuan yang aneh. Paham?"


Aku terdiam dengan mata yang membesar sambil mengangguk-anggukkan kepala ku tanda mengerti dengan ucapan yang baru saja Kak Rio sampaikan kepadaku. Ya Tuhan ... tolong ... jantungku mau lepas. Aku merasa momen ini lebih horor dari pada saat aku bersinggungan dengan makhluk astral.

__ADS_1


Mulutku seakan terkunci. Aku sama sekali tidak mampu untuk mengatakan apapun di hadapan Kak Rio. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, mungkin karena ini adalah kali pertama aku jatuh cinta dan ditembak tepat oleh laki-laki yang aku cintai, jadi aku merasa terkejut. Kebetulan yang sangat membahagiakan. Ucapku di dalam hati.


Sebenarnya aku sangat merasa bahagia. Hanya saja aku tidak mengerti harus apa dan bagaimana cara mengungkapkannya. Ingin sekali rasanya aku memeluk erat tubuh Kak Rio dan mengatakan padanya jika aku juga sayang padanya. Kamu adalah laki-laki pertama yang aku cintai selain ayahku, tapi aku malu dan aku menahan diri untuk tidak melakukannya.


Hari semakin larut dan dari dalam sini aku dapat melihat lampu sorot dari mobil Ayah yang tampaknya baru tiba di halaman rumah. Demi menjaga keadaan tetap stabil, Kak Rio pun berdiri dan memilih duduk di sampingku agar Ayah tidak tahu apa yang baru saja ia lakukan terhadap ku. Sepertinya Kak Rio belum siap untuk diolok oleh Ayahku.


Tak lama, Ayah masuk ke dalam rumah dan menyapa Kak Rio kemudian diriku. Ayah tampak sangat lelah sampai-sampai Ayah tidak memperhatikan dahiku yang terluka.


"Rio, Sarah. Ayah istirahat duluan ya? Ayah sangat lelah. " ucap Ayah sambil melangkah perlahan meninggalkan ruang TV.


"Iya yah ... tidur yang nyenyak. "


"Silahkan Om .... " sahut Kak Rio sambil berdiri.


"Hari sudah malam Sarah, aku juga mau pamit dulu. Besok aku akan jemput kamu lagi di jam yang sama seperti biasanya ya. "


"Iya Kak, tapi kalau Kak Rio lelah, sebaiknya biar Ayah saja yang mengantarkan aku ke kampus. "


"Tidak ada kata-kata lelah jika itu tentang kamu Sarah. " ucap Kak Rio dengan senyumnya yang khas dan menawan


"Makasih Kak .... " sahut ku dengan senyum yang ditahan dan tertunduk malu.


"Sikap malu-malu mu itu yang membuat aku semakin rindu dan jatuh cinta padamu. "


"Sudah malam, sebaiknya Kakak Pulang ...!Apalagi di jalan tadi ada kecelakaan, jadi sebaiknya tidak melewati jalan itu saat waktu mendekati tengah malam. " ucapku seakan-akan mengetahui banyak hal padahal aku sama sekali tidak tau tentang apa pun.


"Heeemmh ... jadi merinding ni Sarah. Coba lihat, ternyata baru pukul 21.15 WIB. Tapi makasih ya karena kamu sudah perhatian denganku. "


"Sama-sama Kak Rio dan jangan lupa, sesampainya di rumah, langsung mandi dan ganti pakaian ya Kak ...! "


"Baiklah ... aku mengerti. Kalau gitu kamu masuk sekarang! Biar aku juga tenang. "


"Iya Kak, baiklah .... "


"E ... Sarah. Seandainya nanti aku belum bisa tidur, apa aku boleh chatingan denganmu? "


"Iya Kak, tentu saja. Asal jangan sampai larut malam saja. Soalnya besok kita harus ke kampus kan Kak? "


"Sip. Kalau gitu, aku pamit dulu. "


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih 😘😘


__ADS_2