ROH DAN KEMATIAN

ROH DAN KEMATIAN
PENYELESAIAN


__ADS_3

Malam yang hening membuat suara binatang tanah yang kecil pun terdengar sangat kuat. Apalagi jerit ketakutan dari dua manusia yang terdengar hingga jauh ke dalam lubang telinga.


Pak Handoyo tau persis itu suara siapa. Merasa tidak bisa jika hanya berdiam diri saja, kelompok Kak Rio segera berlari menuju ke arah sumber suara tersebut. Walaupun sebenarnya keadaan mereka juga tidak kuat lagi.


"Rian, Feli, kalian duluan!" perintah Kak Rio sembari mengangkat tubuh mahasiswa yang belum sadarkan diri dibantu dengan mahasiswa lainnya. Sementara Pak Handoyo membantu Mia dan salah satu mahasiswi lainnya.


"Baik."


Rian dan Feli bergerak sangat cepat, mereka bahkan hampir tiba dalam hitungan kurang dari lima menit. Dan saat mereka melihat ke ujung lorong, mereka sangat terkejut karena di sana terdapat banyak makhluk berupa manusia setengah hidup berjalan ke arah Kang Selamet dan Mas Yuga.


"Mas, Kang, ke arah sini!" teriak Rian karena melihat masih ada cukup celah buat mereka bergerak dari arah belakang (dari depan sudah ada yang menghadang).


"Itu mereka, Ga. Ayooo!!" teriak keduanya sambil terus menggeret mahasiswa yang nasibnya paling baik diantara yang lainnya karena ia tidak melihat apapun malam ini.


Rian dan Feli langsung membacakan ayat-ayat suci Al-Quran, yang berfungi sebagai penjagaan diri dari gangguan makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Ayat ini berguna untuk mengusir gangguan tersebut seketika setelah Kang Selamet dan Mas Yuga berada di belakang mereka.


Secara bersamaan dipimpin oleh Rian, mereka membaca,


اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ دِيْنَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 


"Allaahumma innaa nastahfidhuka wa nastaudi'uka diinanii wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai'in a'thaitanaa. Allahummaaj 'alnaa fii kanfika wa amaanika wa jiwaarika wa 'iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin 'aniid wa dzi 'ainin wa dzi baghyin wa min syarri kulli dzi syarrin innaka 'alaa kulli syai'in qadiir."


"Ya Allah, kami memohon penjagaan kepada-Mu dan kami menitipkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta kami, dan segala sesuatu yang Engkau berikan kepada kami. Ya Allah, jadikan lah kami dalam penjagaan-Mu, tanggungan-Mu, kedekatan-Mu, dan perlindungan-Mu dari gangguan setan yang menggoda, dari orang yang kejam, dari mata orang yang berniat jahat, dari orang yang bermaksud zalim, dan dari keburukan apa pun yang membawa keburukan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu," ucap Rian hampir menangis.


"Ya ampun ... ****** kita."

__ADS_1


"Itu semua gara-gara kentut kamu tadi itu loh, Kang. Harusnya sekarang kita sudah keluar," kata Mas Yuga yang menyalahkan Kang Selamet atas ketidak sengajaan nya tersebut.


"Lebih baik istighfar kalian semua!!" bentak Feli yang sudah sangat lemah, tapi terus berusaha berdiri dengan tegap.


"Astagfirullah ... astagfirullah hal azim .... " ucap Kang Selamet dan Mas Yuga sambil gemetaran karena mereka melihat banyak jumlah mayat hidup tersebut.


"Eee ... eee ...." desis kuat roh yang tampak jahat, dengan ciri bagian bawah matanya yang berwarna merah, yang mulai merasakan perlawanan dari Rian dan Feli.


"Apa yang kita lihat ini, Kang?" tanya Mas Yuga yang sudah sangat ketakutan karena melihat langsung bagaimana wujud wanita tercantik di alam yang berbeda tersebut.


"Ndak ngerti, Ga. kok begitu amat ya?" tanya Kang Selamet setengah berbisik, ketika menatap salah satu kunti yang memutar-mutar kepalanya (360°) sesuka hati sembari tertawa dengan riangnya.


"Ihi hi hi hi hi hi hi ... ihi hi hi hi hi hi hi ...." tawanya sembari bergerak sangat cepat ke arah Rian dan yang lainnya dengan memainkan kedua bahunya secara bergantian seperti gadis centil.


Tanpa rasa takut, dengan cepat Rian maju dua langkah ke depan dan mulai mengucapkan:"


“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan dilewati oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar darinya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”


Tak lama, tawa ceria tersebut berubah menjadi jerit tangis yang kuat. Rian dan yang lainnya jg dapat melihat asap keluar dari tubuh wanita sesat tersebut. Tapi semuanya belum berakhir, kunti tersebut masih bergerak dengan sangat cepatnya ke arah Rian dan ia hendak melakukan sesuatu.


Set


Si kunti ternyata berniat untuk merasuki tubuh Rian. Tapi karena tubuh Rian telah dilapisi dengan ayat-ayat suci Al-Quran, tidak mudah bagi si kunti tersebut untuk melakukannya.


Si kunti tersebut terperangkap pada kaki hingga pinggang Rian, dengan bagian kepalanya yang teleng dan hal itu membuatnya menjerit kesakitan.

__ADS_1


"Tolong ... tolong ... tolong ... tolong ... sakiiit," teriak si kunti yang terus menjerit.


Yang lain sangat terkejut dan takut melihat hal tersebut, lalu Rian kembali memerintahkan untuk membaca sesuatu. "Biarkan saja dia! Ayo kita baca ayat Kursi dan berpasrah hanya kepada Allah!!"


"Iya .... " sahut Feli, Kang Selamet dan Mas Yuga secara bersamaan.


اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


"Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim."


"Allaaaaaah, tidak ada Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya."


Pada saat yang bersamaan, Kak Rio dan kelompoknya tiba. Dari arah samping, mereka juga ikut membantu membaca Ayat kursi dengan suara yang lantang.


"Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim."


Saat semua ini terjadi, kak Rio dan yang lainnya meneteskan air mata. Terutama Mia dan mahasiswi yang satunya lagi karena walaupun me"reka tidak dapat melihat makhluk astral di hadapan mereka, tapi mereka bisa merasakan aura suram di sekeliling mereka.


Tak lama, keluar suara jerit histeris dari semua mayat hidup dan hal itu disambut dengan senyum orang-orang yang melihatnya. Sementara saat itu, Sarah juga sedang menangis histeris sesaat setelah membacakan dua kalimat syahadat bersama Nenek Nawang Wulan.


Bersambung ....


Nb: Maaf ya teman-teman semuanya karena saya baru punya waktu dan kesempatan untuk kembali menulis. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amin ....


Jangan lupa bantu aku ya. Di kanan atas bagian cover ada 5 simbol bintang yang berderet. Tolong klik tanda bintang tersebut dan berikan penilaian kalian terhadap karyaku ini. Selain itu, jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya, tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya 🤗.

__ADS_1


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya penulis. Makasih dan semangat membaca 😘😘


__ADS_2