ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Kemegahan Istana Hemland!


__ADS_3

Hobbit yang masih menunggu jawaban dari Rose dan John, ia juga tak henti untuk menghitung waktu yang sudah sangat menipis.


“Rose, apa kau masih tidak tahu?” tanya John panik, karena dia juga tidak tahu jawabannya.


Rose hanya diam tak menjawab ucapan John, dia masih memilih untu berpikir. Dan mencoba mengingat kembali akan pertanyaan Hobbit tadi.


“Bisa didengar, tapi tidak terlihat. Bersatu dengan alat musik, tapi tak bisa di pegang? Tidak bisa di pegang?” gumam Rose pelan sambil mengasah terus otaknya itu.


“Waktu kalian tinggal, 20 detik lagi!” kata Hobbit seraya tersenyum puas. Sementara John mulai panik dan tidak tahu harus bersiap melawan atau apa? Sama halnya yang ada di bawah.


“Bagaimana ini?” gerutu Emily melirik ke arah Robin yang menutup kedua matanya seolah tengah memikirkan jawaban itu juga. Sampai...


“Rose! Rose!” panggil Robin sedikit keras, menyadarkan wanita itu keluar dari pikirannya sendiri. Rose yang mendengar namanya dipanggil, langsung melihat Robin bersamaan dengan John juga.


Saat dirinya mulai melihat Rose, Robin langsung menyuruh Rose untuk memecahkan ucapannya pada saat itu juga.


“Bernyanyilah!” pinta Robin yang membuat Rose, Emily dan John ikut kebingungan. Rose mencoba menuruti perkataan Robin, tapi karena dia tidak bisa bernyanyi, akhirnya ia memilih untuk bersenandung pelan.


“Hemm, hemm, hemm! Laaa!” Rose mulai bersenandung, sehingga dia mulai kembali menyadari sesuatu lagi.


“Apa lagu?” tanya John kepada Rose namun Hobbit memasukkan nya kedalam jawaban mereka.


“Salah.” Seketika Hobbit menjawabnya dan membuat kedua orang itu terkejut. Lagi dan lagi duri besar itu mulai panjang hingga hampir mengenai kulit lengan Emily dan Robin. Hanya tinggal seinci saja makan tubuh Emily dan Robin akan tertusuk oleh duri besar tersebut.


“Hey, hey! Apa yang kau lakukan? Aku belum menjawabnya, dan kau sudah memberi nilai?” sentak John yang sedari tadi dibuat marah dan kesal oleh si Hobbit itu. Tidak hanya John, Rose juga sedikit kesal akan hal itu, bukankah itu licik? Tapi mereka tidak bisa terus berdebat karena waktu hampir habis.


“Kau yang tidak bisa berpikir! Dasar manusia dengan pikiran seujung jari!” ejek Hobbit yang terus memancing emosi John dan hampir menggagalkan pikiran Rose dan John.


“Apa? Beraninya kau mengataiku pendek akal! Bagaimana denganmu, dasar kurcaci kecil yang tua.” Balas John mengejeknya tanpa takut.


“Setidaknya aku masih memiliki akal, tidak seperti mu! Manusia lemah.” Ejek balik Hobbit.

__ADS_1


“Benarkah? Aku jadi mulai mempertanyakan kembali soal penjaga hebat dan menakutkan milik Istana Ratu Element?” ucap John menekuk kedua tangannya di depan perut, sambil mengejek Hobbit dengan tatapan konyolnya.


Saat John sibuk debat dengan Hobbit, Rose memanfaatkan hal itu dan langsung berteriak menghentikan perdebatan mereka.


“Suara! Jawabannya adalah suara mu!” jawab Rose tersenyum puas kearah Hobbit. Hobbit terseringai dan menatap ke arah John juga Rose.


“Benar!” jawab Hobbit. Lagi, Rose dan John sangat senang sekali karena mereka bisa menjawab dua pertanyaan dari penjaga istana Hemland. Tapi masih tetap, duri-duri panjang dan tajam itu masih tetap sama.


“Jangan senang dulu. Masih ada pertanyaan terakhir!” ucap Hobbit, menghentikan kegembiraan Rose dan John.


“Jadilah dirimu sendiri dengan kesombongan nomer satu, atau nyawamu akan melayang. Disini siap yang paling kuat nomer satu, maka kesombongan yang akan melayang?” ucap Hobbit tertawa kecil.


“Aku yakin kalian tidak akan bisa menjawabnya! Kalian akan menjadi makan malam ku! Hahahaha!!” tawa mengelagar yang mengerikan keluar dari mulut sang Hobbit.


“Tidak akan, karena akulah yang paling kuat disini!” jawab Rose langsung tanpa pikir panjang, dengan senyum menantang kearah Hobbit. Mendengar itu, seketika Hobbit terdiam dan menjadi marah besar karena jawaban Rose benar dan itu membuatnya kalah dalam pertanyaan nya sendiri.


“Yeahhhh! Rose kau sungguh hebat!!” teriak Emily dan John senang karena mereka berhasil melewati penjaga itu.


“Tidakkkkkkk” Teriak Hobbit ketika tubuhnya mulai mencair berubah menjadi air dan hilang beserta senjata juga duri-duri yang awalnya hampir mengenai tubuh Emily dan Robin, kini kembali masuk ke tanah. Bahkan lubang besar itu juga mulai naik keatas, sehingga Rose dan John bisa melihat wajah dua temannya yang masih berdiri tegak tanpa gerak.


“Syukurlah dia sudah pergi! Dasar kurcaci kecil.” gumam John memasukkan kembali pedangnya, sambil melihat tanah yang baru saja basah karena si Hobbit yang berubah menjadi air. Sementara Rose memeluk Emily karena khawatir.


Hilangnya Hobbit juga membuat tanah yang tadinya berlubang, kini menjadi semula lagi tanpa adanya jejak.


“Kalian tidak terluka?” tanya Rose kepada Emily dan Robin.


“Tidak! Terima kasih!” balas Emily tersenyum lebar.


“Kau berhasil!” puji Robin seray menatap Rose dengan senyuman tulus.


“Baiklah, sekarang dimana istana Hemland?” tanya John merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Mereka melihat dan berharap bisa menemukan keberadaan istana tersembunyi itu. Hingga pada akhirnya, Robin melihat air laut yang bergelombang dengan sangat dahsyat seperti air mendidih.


“Lihat!” kata Robin menunjuk kearah gelombang air tadi. Mereka melihat penampakan tersebut, sampai sebuah istana mulai keluar perlahan membuat penampakan bak air terjun yang membasahi sebuah Istana.


“Wahhhhh!!” suara kagum keluar dari mulut John dan Rose.



Istana yang kini sudah berdiri megah dihadapan mereka, siap untuk dimasuki. Siapa yang tidak mau tinggal di Istana sebesar dan seindah itu. Tak berhenti Rose menatap nya, bahkan air matanya juga ingin menetes saat melihat kemegahan dari kerajaan milik Ratu Element Air.


“Benar-benar indah!” gumam Rose disetujui oleh tiga temannya.


Kini misi mereka benar-benar akan dimulai, setelah bertemu dengan ratu air. Mungkin akan ada banyak lagi masalah dan tantangan yang akan datang menghalangi perjalanan mereka.


Karena rasa kagum yang tak ada hentinya, mereka lupa untuk segera memasuki istana tersebut. Sehingga, sebuah air bergerak dihadapannya, merebut pandangan dari keempat orang itu.


Rose menatap heran, sementara John sesekali berbisik-bisik di telinga Emily. Sebuah air yang mulai membentuk tubuh seseorang, hingga menampakkan seorang wanita yang sempurna di mata mereka khususnya para pria.


Seorang wanita cantik dan muda dengan rambut warna putih yang panjang lurus diatas pantat dengan pakaian serba biru yang juga tak kalah cantiknya dengan wajahnya. Wanita itu muncul seperti terbuat dari air, tapi itu sepenuhnya manusia.


“She's a beautiful woman!” ucap John tanpa sadar karena mulutnya tak bisa berbohong.


Wanita itu berjalan menghampiri Rose, Emily, John dan Robin yang masih berdiri tegak di depan istana Hemland. Saat jarak antara mereka dan si wanita air tadi sudah cukup dekat, senyuman manisnya membuat John tak bisa berpaling, begitu juga dengan Emily dan Rose tapi itu tidak berpengaruh dengan Robin yang masih menatapnya dengan tegas dan biasa.


“Selamat datang di Istana Hemland! Namaku Ive, aku akan memandu kalian untuk menemui Ratu Air!” ucapnya yang sangat ramah dan lembut.


“Terima kasih! Senang bertemu dengan mu!” balas Rose juga tersenyum.


”Em. Iya, aku juga senang bertemu denganmu!” sambung John tanpa berpikir panjang saat mengatakan nya. Emily lagi-lagi dibuatnya marah akan perilaku John yang selalu saja membuat malu.


Hatinya sudah patah karena Putri Brillyana akan menikah denga Pangeran Justine, dan kini dia sudah terjerat dengan kecantikan wanita bernama Ive itu. Ive hanya membalas nya dengan senyuman dan mempersilahkan mereka untuk masuk mengikutinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2