ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Buku Tua Lagi


__ADS_3

Kerajaan Peacland


Di kerajaan Peacland begitu ricuh akan penduduk disana. Merasa bosan di dalam Istana suram, Putri Brillyana memilih berjalan-jalan sekalian melihat para pedagang-pedagang maupun pekerja keras disana.


Kedatangannya disambut hening akan semua para penduduk yang hanya diam sambil menunduk karena takut. Tapi hal itu malah tidak disukai oleh Putri Brillyana sendiri.


“Angkat kepala kalian, dan kembali beraktivitas! Begitu saja takut.” Pinta Putri Brillyana yang masih dengan wajah sombong dan angkuhnya. Sementara mendapat perintah tersebut, para penduduk disana kembali beraktivitas seperti biasa. Tapi tak disangka, sang putri mendengar salah seorang penduduk disana yang tengah asik mengobrol tentang kehebatan seorang Robin yang akhir-akhir ini tidak terlihat mencuri koin kerajaan Peacland.


Tap, tap, tap.... 26 menit kemudian.


Putri Brillyana menghampiri Ratu Revana yang tengah asik bersantai di belakang taman yang terlihat suram, bahkan jika dilihat, itu tidak pantas disebut taman, lebih tepatnya kuburan.


“Ada apa sayang?” tanya Ratu Revana yang sudah tahu akan kedatangan putrinya tanpa menoleh kebelakang.


“Ibu, kenapa ibu tidak menangkap Robin? Bukankah dia sudah memcuri koin kita?” ujar Putri Brillyana terlihat marah. Namun, Ratu Revana terdiam sejenak saat putrinya menyebut nama ‘Robin’. Ratu penyihir jahat itu berbalik badan menatap sang putri yang masih angkuh.


“Biarkan saja!” balas Ratu Revana tidak seperti biasa.


“Biasanya ibu akan menghukum orang yang sudah berani mengambil satu koin kita! Tapi Robin, dia mencuri begitu banyak koin, ibu.” Entah kenapa sang putri tidak terima akan hal itu. Benar-benar sama angkuhnya seperti sang ibu. Mendengar hal itu, Ratu Revana terdiam dengan sorot mata tajam melihat ke arah lain.


***


Masih berada di Istana Hameland. Rose berusaha tenang dan giat saat mempelajari elemen air. Bahkan ia berkali-kali gagal saat hendak mengambil sebuah air yang ada di sungai kecil tersebut. Namun itu tidak membuatnya putus asa, bahkan air keringat terus menerus bercucuran di wajah Rose.


“Just relax!” titah Ratu Air yang masih menemani Rose berlatih.


Hingga beberapa jam berlalu begitu cepat, seketika kesepuluh jari jemari tangan Rose bergerak layaknya menari-nari diatas aliran sungai kecil yang indah itu. Sampai ia mulai mendorong pelan gerakan tangannya sehingga membuat sebuah gelombang air sedikit bergerak maju dan terangkat sedikit.

__ADS_1


“Lihat aku bisa!” seru Rose saat tahu bahwa air sungai tersebut bergerak dan terangkat sedikit, meski sedikit. Melihat itu Ratu Air tersenyum lebar juga merasakan kepuasan.


“Bagus sekali!” puji Sang Ratu kepada Rose yang saat menatapnya dengan senyuman lebarnya.


“Oww! Kita melewatkan makan siang, no problem, kita makan malam! Ayo!” ajak Ratu Air. Rose tidak menyadari bahwa begitu banyak waktu yang terlewatkan.


“Tapi bagaimana dengan latihannya?” tanya Rose melihat kearah Ratu Air yang kini sudah berjalan anggun menjauh dari keberadaan Rose dan tempat indah tersebut.


“Tenang saja! Aku yakin kau sudah bisa!” jawab Ratu Air pasti, dengan nada merdunya lagi. Seolah ia sudah tahu akan kemampuan Rose.


Rose hanya tersenyum, lalu tak lama ia mengikuti langkah Sang Ratu yang kini sudah berjalan menelusuri Istana. Saat semuanya sudah bersiap, Rose sedikit terkejut saat melihat Magela yang tiba-tiba muncul dihadapannya saat ia hendak menuju ke meja makan bersama yang lainnya. Dengan jarak yang begitu dekat ke wajah Rose, membuat wanita cantik dengan rambut terkuncir satu itu hanya bisa diam terpaku.


“Selamat!” ucapan itu keluar dari mulut Magela yang saat ini tersenyum lebar memperlihatkan gigi sedikit dan tidak rata miliknya. Bagaimana tidak? Kini penyihir itu tengah menggunakan wajah aslinya.


Mendengar ucapan selamat, Rose hanya bisa mengangguk tersenyum tipis. Seketika keduanya berjalan menuju kursi masing-masing, tak lupa juga, si Magela itu merubah penampilannya lagi dan memilih duduk di samping Jhon saat ini.


“Dia datang lagi.” Gumam Jhon pelan sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


“Bagaimana latihanmu, Rose?” tanya Emily penasaran, padahal mulutnya sibuk mengunyah makanan.


“Iya, aku juga ingin tahu! Apa kau sudah berhasil menggunakan elemen air?” sambung Jhon.


“Yaa, begitulah! Aku hanya bisa menggerakkannya sedikit!” balas Rose tersenyum. Mendengar jawaban itu saja, sudah membuat Emily dan Jhon salut akan keberhasilan Rose yang cukup cepat mempelajari hal itu.


Beberapa jam kemudian. Keadaan kembali hening, kini semuanya kembali tidur malam. Melihat Emily sudah tertidur pulas, seketika Rose meraih buku misteriusnya yang ada di dalam tas miliknya. Keberadaannya di dunia lain tidak membuat Rose untuk berhenti berlatih Ballet.


Wanita itu membuka buku tersebut, lalu berdiri sambil sesekali menghafal gerakan ballet yang ada di dalam buku tua tadi. Namun, saat asik berlatih, tiba-tiba Blusss. Sebuah cahaya terang lagi-lagi keluar dari buku tersebut, hal itu sudah tidak mengejutkan Rose lagi.

__ADS_1


Keempat angsa putih keluar dari buku, dengan kepala tertunduk, angsa itu berubah menjadi manusia cantik. Merekalah keempat bibi Rosellyna.


Tidak tahu musik berasal dari mana, Rose ikut menari Ballet bersama keempat putri tadi dengan sangat anggunnya. Kamar itu sangatlah luas, sehingga kau bisa bergerak sesukamu. Saat berlatih di dunia Fantasy, Rose merasa bebas tanpa adanya peraturan gerakan Ballet yang ia buat sendiri.


Sehingga musik terakhir pun selesai. Semuanya kembali menjadi hening, sementara Rose melihat Emily yang masih tertidur pulas diatas ranjang.


“Bukankah kalian akan keluar setiap malam?” ucap Rose kepada keempat putri tadi.


“Iya, seharusnya kami akan berubah menjadi angsa setiap malam. Tapi, berkat Ratu Deldelina yang memasukkan kami ke dalam buku, membuat kami sedikit bebas, meski sihir dari Ratu Revana belum hilang!” jelas Putri Rosella sambil tersenyum tipis. Rose mengerti, jangan sampai dia juga terkena sihir itu.


“Tunggu saja, aku akan mengeluarkan kalian dari sihir Ratu Revana! Dan kalian akan bebas lagi!” ujar Rose yang penuh keyakinan akan takdirnya yang akan mengalahkan Ratu kejam penguasa dunia Fairyland.


“Kami percaya padamu!” balas Putri Brietta.


“Maaf, kami tidak bisa lama.” sambung Putri Rosella. Seketika keempat wanita tadi berubah menjadi angsa dan tersedot kembali di dalam buku tua yang masih terbuka tergeletak diatas meja. Pemandangan seperti itu, sudah membuat Rose terbiasa akan keberadaannya di dunia sana.


Morning.


Di pagi hari yang begitu indah. Ratu Air sudah duduk di atas tahtanya dengan ditemani oleh Magela dan Ivy yang berdiri di sisi kanan dan kiri Ratu Air duduk. Sementara Rose, Emily, Jhon dan Robin baru saja datang.


BERSAMBUNG............


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


HAI KAKAK² YANG MAMPIR DI CERITAKU, TERIMA KASIH BANYAK KARENA SUDAH MAMPIR. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA YAAA,


LIKE, COMENT, FAVORIT DAN DUKUNG TERUSS

__ADS_1


PENULIS SANGAT BERHARAP ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA🙏❤️


THANK YOU AND SEE YOU...🤗🤗


__ADS_2