ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Found out


__ADS_3

Grudukk.. Grudukk... Grudukk.... Suara langkah keempat kaki kuda yang berlari sedikit kencang. Berkat latihan, Rose bisa mengendarai kuda sendiri. Dia sangat senang berada di dunia Fantasy, kemampuannya sangatlah bertingkat drastis, dimana ia lebih cepat dan muda meski hanya sekali pelajaran saja sudah cekatan.


Rose dan Jhon menumpangi kuda berwarna putih, sedangkan Emily dan Robin menumpangi kuda berwarna hitam. Seketika Robin berhenti hingga membuat ketiga temannya yang berada di belakang, ikut berhenti mendadak.


“Hey, ada apa?” tanya Emily kepada Robin yang sibuk melihat peta perjalanan mereka. Robin menuntut kudanya untuk berbalik menatap ketiga temannya.


“Kita harus menaiki kapal untuk bisa ke Istana Fieryland.” Ucap Robin.


“Apa? Kenapa seperti itu?” ketus Rose sedikit terkejut.


“Ya, kita bisa menunggang kuda meski membutuhkan waktu berhari-hari.” Lanjut Jhon. Robin menggeleng dan memastikan bahwa mereka harus menggunakan kapal untuk ke istana Ratu Api.


“Istana Ratu Api terhalang dengan lautan. Kita harus melewati lautan itu karena tidak ada jalan lain menuju kesana.” Jelas Robin yang sudah melihat isi peta.


Naik kapal, tidaklah masalah bagi Rose, Jhon dan Emily. Tapi yang bermasalah, bagaimana mereka menemukan kapal di tengah hutan lebat tanpa sedikitpun orang disana. Kuda milik Jhon sedikit berjalan maju ke arah Robin.


“Baik! Sekarang apa? Kita akan membuat kapal sendiri dan memotong waktu berhari-hari. Begitu?” Ketus pria konyol dengan penampilan gagahnya.


“Tidak juga. Di arah jam satu, ada sebuah desa bernama Fisherman Village. Disana akan ada banyak kapal, terkadang para perompak juga berlayar disana.” Jelas Robin.


“Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita akan kesana.” Ujar Rose pergi lebih dulu. Ketiga temannya mengikuti langkah Rose, dengan cepat mereka menuju Fisherman Village. Sebuah desa kecil nelayan yang tidak begitu banyak penduduk disana.


Perjalanan terus ditempuh oleh Rose beserta ketiga temannya yang setia menemaninya. Meski desa itu di arah jam satu, tapi nyatanya tidaklah sedekat yang terpikirkan. Mungkin butuh satu setengah hari lagi untuk bisa sampai kesana.


The night has arrived

__ADS_1


Di sebuah istana gelap dan suram, tidak lain dan tidak bukan itu istana milik Ratu Revana. Seperti yang di ucapkan, Ratu Revana tidak butuh banyak waktu untuk bisa menangkap mangsa-mangsanya yang dia cari.


Kini orang-orang yang ada di desa bawah tanah sudah berada di dalam istana Ratu Revana. Dengan Rantai menyatu di tangan yang lainnya, bukan hanya di tangan, tapi juga di kaki dan leher, layaknya hewan. Mereka adalah orang-orang setia yang bekerja untuk Ratu Deldelina. Sebagian menunduk tak berani melihat Ratu Revana, dan sebagian lagi dengan berani menatap angkuh ke arah Ratu Revana.


“Welcome! Selamat datang di istanaku!” ucap Ratu Revana dengan suara besar dan tingginya, juga sangat angkuh.


“Akhirnya aku bisa menemukan mangsaku!” lanjutnya terseringai menatap orang-orang yang masih terikat dengan rantai besi.


“Tidak ada yang bisa lari dari perangkap Ratu Revana! Hahahaha!!” suara lantang Ratu Revana membuat dengungan di dalam istana.


“Kau bukanlah seorang Ratu. Kau adalah penyihir jahat, kau monster hitam.” Teriak seorang pria setengah baya yang tidak terima akan ucapan Ratu Revana tadi. Mendengar keberanian dari salah satu mangsanya, membuat senyuman Ratu Revana hilang dan menjadi tatapan tajam ke arah orang yang sudah berani menghinanya.


“Kau. Sungguh berani! Tapi maaf, kehidupanmu sampai di sini.” Ucap Ratu Revana yang saat ini sangat dekat di wajah pria setengah baya itu.


Tanpa berdosa, Ratu Revana berjalan menjauh dari pria setengah baya yang baru saja meninggal. Bahkan tidak ada bekas darah di tangan Ratu Revana.


Sampai dia menemukan orang yang tepat. Yaitu, pria dengan kumis panjang orange yang pernah bicara dengan Rose, bahkan dialah pemimpin desa bawah tanah tersebut.


“Kau tahu, siapa dia?” tanya Ratu Revana dengan suara pelan namun terdengar mengerikan di telinga.


Ratu Revana menatap tajam ke wajah pria berkumis panjang yang nampak lusuh. Sementara dari belakang Ratu Revana, Lotus dan Jerry hanya melihat dengan senyuman puas layaknya tontonan.


“Katakan.” Lanjut Ratu Revana yang kini kuku panjangnya menyentuh leher pria berkumis tadi.


“Tidak tahu.” Jawab pria berkumis itu yang masih memilih setia akan keturunan Ratu Deldelina.

__ADS_1


“Don't know?” balas Ratu Revana.


“Kau yakin. Bagaimana jika kuku ini menembus lehermu! Sakit.” Lanjut Ratu Revana yang sedikit menekan kukunya di leher pria berkumis itu hingga berdarah dan membuatnya menahan sakit di lehernya. Sampai tiba-tiba seorang wanita muda mengatakan yang sebenarnya.


“Dia seorang wanita.” Ucap seseorang dari arah kanan kebelakang. Mendengar itu, Ratu Revana langsung menghampirinya, tapi hal itu malah membuat pria berkumis tadi terkejut dan tidak percaya bahwa salah satu orang mereka akan buka omongan soal Rose.


“Who?” tanya Ratu Revana. Wanita muda itu menelan ludahnya dengan sedikit gemetar dan takut.


“D— Dia, seorang wanita dari dunia lain. Di— Dia adalah putri Ratu Deldelina, namanya, Rose. Dia datang untuk menghabisi mu.” Jelas wanita muda itu bicara jujur.


“No, dia tidak akan bisa menghabisi ku! Mengerti.” Balas Ratu Revana menepuk pelan pipi kiri wanita tadi, lalu berjalan menjauh dengan mengibaskan jubah hitam panjangnya itu.


Sekarang semuanya akan berakhir. Ratu Revana sebentar lagi akan menyusul dan mencari keberadaan Rose saat ini.


“Hahahahahaa! Sekian lama aku menunggu hal ini, aku akan membunuhnya sekali lagi!” teriak Ratu Revana dengan tawa lepas dan senang saat tahu bahwa dirinya akan membunuh adiknya sekali lagi.


“Masukan mereka semua ke penjara.” Pinta Ratu Revana kepada para prajuritnya. Dan itu langsung di turuti oleh para prajurit disana, dengan kasar mereka mendorong para tahanan tadi menuju ke penjara.


“Aku akan menemukanmu! Ci— Luk— Ba.” Gumam Ratu Revana yang lagi-lagi tertawa lepas. Dari arah yang lain, Putri Brillyana melihat dan mendengar lagi hal mengerikan yang sama sekali dia belum pernah melihatnya ataupun mengetahuinya.


“Apa ibu memiliki suadara?” gumam pelan Putri Brillyana dengan wajah bingungnya. Selama ini yang dia tahu, ibunya adalah penerus tahta kerajaan Peacland dan tidak ada saudara lainnya, apalagi seorang sepupu.


Putri Brillyana benar-benar dibohongi, tapi ia tidak berani mengusik ibunya, jika tidak, maka itu akan membuat ibunya murka, dan mungkin Ratu Revana juga bisa membunuh putrinya sendiri.


BERSAMBUNG.............

__ADS_1


__ADS_2