ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Water Element


__ADS_3

Hari yang masih begitu gelap gulita, sangat menyeramkan apalagi disebuah hutan lebat dan hanya ada rumah-rumah yang terbuat dari kayu dan bambu dengan lampu api, menampakan bahwa disana benar-benar seperti dunia dongeng.


Kerajaan Peacland — Istana Fredenslige.


Kedua kaki yang tertutup gaun indah berwarna gold melangkah dengan gerakan normal layaknya seorang putri, dengan ditemani dua pelayan wanita yang ada di belakangnya yang selalu tertunduk hormat.


Hingga langkah itu sampai disebuah kamar yang begitu suram dan gelap, hanya ada sinar lampu api sedikit.


“Ibu! Apa ibu ada masalah?” tanya seorang wanita cantik dengan rambut tergelung rapi.


“Brillyana! Putriku. Tidak ada yang dikhawatirkan sayang!” jawab pemimpin Kerajaan Peacland, yaitu Ratu Revana yang cinta akan warna hitam dan gelap.


“Hm, aku harap ibu tidak berbohong! Kalau begitu aku pergi. Selamat malam!” ucap Putri Brillyana yang kini pergi dengan gaya angkuhnya. Sementara Ratu Revana masih terdiam menatap kearah jendela yang terbuka dengan hembusan angin malam yang begitu sejuk dan deras.


“Jerry....” Teriaknya seketika.


“I— iya My queen! Ada apa kau memanggilku?” tanya Jerry yang tergesa-gesa akan panggilan dari ratunya.


“Cepat kau tulis.” Pinta Ratu Revana menunjuk kearah kertas yang tergeletak diatas meja yang terbuat dari batu beserta kayu. Dengan Cepat Jerry langsung duduk dan meraih pena yang terbuat dari bulu.


Entah apa yang ingin ditulis dan untuk siapakah itu ditulis? Hanya Ratu Revana yang tahu!


***


Istana Hameland.


Rose yang baru saja turun dari seekor kuda dengan bantuan tangan Robin. Kini mereka saling menatap dengan penuh lelah seolah mereka puas akan tawa semalaman. Sadar akan tangan yang masih bergandengan, seketika Robin melepaskannya.


“Maaf. Mungkin tadi terlalu dekat! Kau adalah seorang putri, lain kali aku akan sedikit jaga jarak saat berlatih!” ucap Robin yang tidak enak sendiri dengan Rose, apalagi ia sudah tahu Rose itu siapa.


“Ah, tidak masalah! Saat aku bersama kalian, aku tetaplah Rose dari Las Vegas!” balas wanita cantik itu tersenyum lebar kearah Robin yang juga tersenyum tipis.

__ADS_1


“Ayo, ini sudah terlalu malam!” Lanjut Rose mengajak masuk ke istana untuk istirahat, karena besok masih banyak kegiatan lainnya yang harus dilakukan.


Esoknya. 🌹


Keadaan Istana Hameland berubah menjadi semula. Dimana banyak sekali orang-orang berlalu lalang dengan pakaian khas serba biru putih, sehingga mengeluarkan sura bising yang benar-benar ramai.


Ratu Air beserta Rose, Emily, Jhon dan Robin kini sarapan dengan menu yang berbeda namun tetap satu kalangan, yaitu Ikan. Kalau semalam hidangan spesial mereka adalah Ikan Marlin. Kini Ratu Air menyediakan sarapan berupa Ikan Tuna dengan ukuran yang lumayan besar dan cukup untuk makan 10 orang.


“Emm, kalian berapa lama tinggal disini?” tanya Ratu Air.


“Mungkin, besok kami akan melanjutkan perjalanan!” jawab Rose yang disetujui oleh ketiga temannya disana. Ratu Air mengangguk dengan senyuman.


“Okay!” balasnya kembali melahap makanan.


Setelan selesai sarapan. Jhon memilih jalan-jalan bersama Ivy, biasalah kesempatan untuk lebih dekat Sementara Emily yang sedikit pintar berpedang, lebih memilih berlatih dengan beberapa prajurit disana, sedangkan Robin malah bermain bersama anak-anak yang asik berlarian serta melihat aksi dari seorang Robin tersebut.


Tapi kini, Rose akan berlatih bersama Ratu Air disebuah tempat yang tidak ada seorang pun boleh masuk. Tempat khusus milik Ratu Air berlatih dan istirahat.


Nampak seorang wanita cantik bertubuh mungil dengan balutan Dress panjang biru muda berlengan panjang serta rambut kepang miring tersampir di bahu kiri. Dialah Ratu Air yang berdiri menunggu kedatangan Rose disana.


“Indah bukan!” ujar Ratu Air menoleh kearah Rose yang kini berdiri disamping Ratu Air.


“Hm, istana anda benar-benar indah!” puji Rose seraya tersenyum.


“I know! Okay, aku akan mengajarimu cara mendapatkan energi air dalam dirimu!” ucap Ratu Air yang kini saling berhadapan dengan Rose. Rose masih tidak tahu, kenapa dia harus mengendalikan elemen air? Bukankah itu hanya untuk Ratu Air? Pikiran tersebut masih menjadi teka-teki buat Rose.


“Tidak semua orang bisa mengendalikan elemen air! Ada satu orang yang bisa mengendalikan empat elemen.” Jelas Ratu Air.


“Siapa?” tanya Rose penasaran.


“Ratu Deldelina!” jawab Sang Ratu tersenyum.

__ADS_1


Rose tidak percaya bahwa ibunya juga bisa mengendalikan empat elemen terkuat di dunia tersebut. Rose berjalan perlahan mengikuti langkah Ratu Air yang juga berjalan disekitar situ dengan anggunnya.


“Dengar Rose! Jika kau ingin air bisa mengalir dalam dirimu, kau harus bisa tenang, dan kosongkan semua pikiran juga hatimu! You Will?!” Ratu Air menatap Rose dengan senyuman, mungkin dia salah mengatakan hal itu kepada Rose.


“Tentu!”


🥀🥀🥀 Disisi lain. Jhon berjalan bersama Ivy mengelilingi Istana Hameland. Dengan kedua tangan dilipat kebelakang badan, menunjukkan bahwa dia pria gentel.


“Ratumu sangat pandai membuat istana yang indah ini!” ujar Jhon.


“Tentu, setiap harinya kami akan menyiram istana dengan air supaya tidak ada kotoran yang menempel!” balas Ivy yang sama-sama anggunnya bak seorang putri.


“Apa istana ini selalu tertutup?” tanya Jhon. Tiba-tiba Ivy menoleh dengan ekspresi datar, seolah ada sesuatu terjadi di Istana Hameland.


“Nanti kalian juga akan tahu!” ucap Ivy membuat Jhon berpikir-pikir.


🥀🥀🥀 Sementara di halaman Istana Hameland. Seorang pria tengah duduk bersama anak laki-laki maupun perempuan, mereka tengah melihat Robin yang sibuk membuat bentuk-bentuk menarik dengan menggunakan sebuah tali dan membuat anak-anak disana tertawa puas akan hasil karya milik Robin. Tapi anehnya, pria itu membuat bentuk yang tidak asing, seperti menara Eiffel, menara Tokyo dan bahkan benda-benda yang ada di dunia modern. Entahlah? Tidak ada yang tahu, kecuali Rose. Tapi itu membuat anak-anak terhibur.


Kedua tangan Ratu Air mengayuh dengan lembut layaknya mengambil air tanpa menyentuh, sehingga membuat genangan air sungai kecil tadi terangkat sedikit lalu ia turunkan lagi.


“Kita berlatih yang muda saja!” ucap Ratu Air yang meraih air hingga membentuk sebuah bola air tanpa pelapis. Kini bola air itu berada di tangan Ratu Air tanpa pecah.


“Berikan tanganmu!” Rose membuka kedua telapak tangannya, seketika Ratu Air memberikan bola air tadi ke tangan Rose. Dan itu berhasil tanpa pecah, tapi tidak bertahan lama. Rose sangat terkagum saat merasakan ia bisa memegang sebuah air dengan utuh meski itu tidak bertahan lama di tangannya.


BERSAMBUNG............


🎵TRY READING ROSELINA'S STORY WHILE LISTENING TO MUSIC {RUNAWAY} – AURORA.👍 BEST


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


HAI KAKAK² YANG MAMPIR DI CERITAKU, TERIMA KASIH BANYAK KARENA SUDAH MAMPIR. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA YAAA, LIKE AND COMENT, PENULIS SANGAT BERHARAP ATAS DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA🙏❤️

__ADS_1


THANK YOU AND SEE YOU...🤗🤗


__ADS_2