ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Tentang Ratu Elemen Terkurung


__ADS_3

Rose, Emily, Jhon dan Robin, kini keempat orang tersebut berdiri menghadap ke Ratu Air yang saat ini duduk di tahtanya. Bahkan Rose dan ketiga temannya sudah bersiap untuk melanjutkan petualangan mereka yang mungkin akan lebih berbahaya.


Perbincangan belum lagi di mulai, sampai Ratu Air beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri keberadaan Rose beserta ketiga temannya itu. Begitu juga dengan si Magela dan Ivy yang siap selalu mengikuti Ratu Air.


“Hmm... Aku senang atas kunjungan kalian! Istana ini sedikit hidup saat kalian datang!” ucap Ratu Air terharu.


“Kami pun senang berada disini! Benarkan?” balas Jhon tersenyum lebar kepada semua orang yang ada disana. Ratu Air masih menatap keempat orang itu dengan senyuman dan rasa harunya.


“Oww, aku lupa!” gumam Ratu Air seperti kaget akan ingatan sesuatunya. Ratu Air menoleh kearah Ivy seraya tersenyum seperti memberi kode kepada Ivy, sehingga membuat wanita bernama Ivy itu balik tersenyum sambil mengangguk pelan dan berjalan pergi dari sana.


“Apa ada yang tertinggal?” tanya Rose heran.


“No! Tunggu sebentar.” Jawab Ratu Air.


Semuanya menunggu kedatangan Ivy, sampai wanita itu datang kembali dengan dua orang prajurit yang membawa sebuah kotak persegi yang lumayan besar berwarna coklat tua dengan ukiran corak indah seperti batik.


“Apa itu?” tanya Emily saat melihat kotak tersebut semakin dekat ke arah mereka berdiri. Tapi pertanyaannya Emily hanyalah dijawab dengan senyuman oleh Sang Ratu.


Ratu Air membuat sebuah meja yang terbuat dari es, tepat di tengah-tengah antara Rose dan dirinya. Sampai kotak tersebut mendarat di meja tadi. Jari lentik Ratu Air membuka kotak itu dengan sangat lembut dan pelan.


“Mungkin ini bisa membantu kalian saat di perjalanan!” ujar Ratu Air tersenyum.


Rose, Emily, Jhon dan Robin melihat isi kotak tersebut yang ternyata, itu sebuah senjata kecil khusus milik Ratu Air. Pisau kecil tapi mematikan, itulah Water Blade. Pisau unik yang berguna dalam air untuk mengontrol apapun. Ratu Air meraih salah satu pisau tersebut, memegangnya dalam kedua telapak tangannya yang seolah menelusuri pisau tersebut.


“Ini salah satu senjata dari Elemen air, dan aku selalu menggunakannya dimanapun! Dan kalian akan menyukainya!” jelas Ratu Air memberikan pisau tadi ke arah Rose.


Rose menoleh ke kiri dan kanan. Melihat ketiga temannya yang kini juga saling menatap satu sama lain, hingga berakhir dengan senyuman.

__ADS_1


“Terima kasih! Tapi kami tidak membutuhkannya. Itu salah satu senjata Ratu Elemen air! Kami juga sudah punya senjata untuk berjaga-jaga!” tolak Rose dengan sopan.


Mendengar penolakan Rose, Ratu Air tersenyum dan mengembalikan pisau tersebut ke dalam kotak, lalu menyuruh kedua prajurit itu untuk pergi membawa kotak tersebut.


“Baiklah, aku tidak bisa memaksa!” ujar Sang Ratu seraya menyatukan kedua telapak tangannya.


“Kami akan pergi sekarang!” pamit Rose.


“Baik! Semoga perjalanan kalian menyenangkan! Bye..!” balas Ratu Air tersenyum lebar seraya melambai anggun ke arah empat orang yang hendak berjalan pergi dari sana. Namun, tiba-tiba semua itu dihentikan oleh penyihir Magela.


“Kalian melupakan sesuatu!” ucap Magela membuat semua orang di sana kebingungan dan bahkan mengingat benda-benda yang mungkin tertinggal di kamar.


Penyihir itu berjalan mendekat dengan tongkat kayunya yang memiliki sebuah Diamond berwarna biru tua terletak di ujung tengah-tengah tongkat kayu tersebut.


“Aku rasa tidak ada yang tertinggal.” Ucap Emily yang disetujui oleh Rose serta Jhon. Sementara Ratu Air merasakan firasat tak enaknya saat Magela mengehentikan kepergian Rose, Emily, Jhon dan Robin.


“Oh, wow! Menarik sekali! Tapi aku tidak bisa ikut, dan kau tahu itu.” Ucap Ratu Air yang masih tersenyum ke arah Magela.


“Hm, saya tahu! Tapi jika anda disini. Tidak lama Ratu Revana akan kemari untuk menghabisi seluruh orang yang ada di istana ini.” Jelas Magela memebuat semua orang betambah bingung dan panik.


“Apa maksudmu? Ratu Revana akan kemari?” tanya bingung Rose sedikit bernada tinggi.


“Apa dia sudah tahu keberadaan kita?” lanjut Jhon menebak asal. Seketika semuanya menjadi hening tanpa bersuara. Sampai satu jawaban keluar dari mulut sang penyihir itu.


“Iya.” Jawab Magela datar tanpa ekspresi.


Mendengar jawaban itu, seketika membuat empat orang itu terkejut, bahkan jantung Rose berdetak kencang karena jujur saja, dia masih merasa takut dan belum siap untuk menghadapi Ratu Revana yang kuat itu.

__ADS_1


“Tapi, Ratu Air tidak bisa keluar dari Istana Hameland!” ujar Ivy membuka suara.


“Kenapa tidak bisa?” tanya Jhon yang masih konyol disaat genting seperti itu. Pria itu tersenyum lebar ke arah Ivy, layaknya ia benar-benar tersihir. Namun Ivy tidak bisa menceritakan hal itu kepada Jhon, karena ia masih tidak mendapat perintah dari ratunya.


“Kenapa? Kenapa Ratu Air tidak bisa keluar dari istana ini?” tanya Rose yang ikut penasaran.


“Tidak hanya Ratu Air. Ketiga ratu elemen lainnya juga tidak bisa keluar, karena mereka sudah terkurung oleh sihir Ratu Revana.” Jelas Magela. Lagi-lagi sihir dan kekuatan Ratu Revana mengalahkan semuanya, bahkan empat Ratu Elemen pun dikalahkan.


“Hey, apa kau harus mengatakannya kepada mereka! Itu membuatku malu, dasar Magela!” bisik Ratu Air lebih dekat ke arah Magela berdiri.


“Tolong jelaskan kepada kami.” Mohon Rose kepada Magela dan Ratu Air.


“Okay!” balas Ratu Air menghela nafas panjang.


“Aku kalah dari Ratu Revana dan dia mengurungku di istanaku sendiri! Aku tidak bisa keluar dan jika aku keluar, Ratu Revana bisa merasakannya. Dan mungkin saja, kita akan ketahuan dengan cepat!” jelas Ratu Air menceritakan kebenaran tersebut.


Benar-benar tidak bisa dipercaya. Ratu Revana sangatlah kejam dan tega. Satu kekuatan saja tidak cukup baginya, sungguh serakah!.


“Tapi, kenapa Ratu Revana melakukan itu kepada kalian?” tanya Jhon.


“Saat kami, para Ratu Elemen tahu bahwa dia telah memebunuh Ratu Deldelina dan menjadi seorang ratu dari kerajaan Peacland, itu membuat kami ingin segera mengehentikannya sebelum semuanya terlambat,” Jelas Ratu Air yang kini senyumannya hilang menjadi keseriusan, nampak sekali wajah cantik Ratu Air saat ia terlihat serius tanpa senyuman.


“Tapi, kami terlambat. Ratu Revana datang ke istana kami satu persatu dan mengalahkan kami.” Lanjutnya.


“Bagaimana anda bisa kalah? Anda memiliki elemen air, aku membaca di internet, bahwa elemen Darkness lemah dengan air.” Ujar Rose. Hal itu membuat senyuman Ratu Air kembali lagi.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2