ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA: Illustration


__ADS_3

Dengan pertanyaan Robin kepada Ratu Air. Tiga temannya juga ikut penasaran, dan kegunaan dari air campuran tersebut.


Dengan tersenyum lebar, hingga tampak wajah cantik dari Sang Ratu. Ratu Air meraih kembali cangkir berisi ramuannya yang masih ada di genggaman tangan Rose. Saat cangkir sudah berpindah tangan, kini Ratu Air menaruhnya di tengah-tengah meja sehingga Rose, Emily, John dan Robin bisa melihatnya dengan jelas.


Saat semuanya sudah siap, dan menatap ke arah cangkir. Seketika kelima jari jemari Ratu Air mulai bergerak-gerak di atas cangkir tersebut, sehingga membuat air yang ada di dalamnya mulai bergerak melingkar dan... SSYUUURRRR. Air yang ada di dalam cangkir mulai keluar dan melayang tepat dihadapan mereka.


Rose beserta yang lainnya takjub melihat air tersebut. Sebuah air yang awalnya berada di cangkir, kini keluar dan layaknya membentuk lingkaran namun tak beraturan. Tak hanya itu, bahkan di dalamnya mulai keluar seperti cahaya warna biru tua layaknya televisi yang siap memperlihatkan sesuatu.


Empat orang itu masih memandang tanpa berpaling sedikitpun. Melihat hal itu, Ratu Air tersenyum seolah semuanya berjalan dengan rencananya.


“Bukankah indah?” tanya Ratu Air.


“Iya! Ini benar-benar indah!” jawab Rose yang masih fokus dengan cahaya air tersebut.


Semakin dekat dan semakin dekattt


{🥀KLIKK. Rose, John, Emily dan Robin yang juga baru tersadar. Tapi mereka bingung, saat melihat sekelilingnya yang sudah berada di luar hutan, tepatnya di sebuah danau saat Rose pertama kali masuk ke Dunia Fantasi.


Tepatnya saat cahaya mulai bersinar. Ada banyak tanda tanya disana, namun mereka tidak melihat keberadaan Ratu Air disana. Bahkan tempat yang saat ini mereka pijak, terlihat seperti Blur.


“Apa yang terjadi?” tanya Emily.


“Kenapa kita kembali ke danau ini?” tanya John yang juga ikut panik. Dengan susah payah mereka datang ke Istana Hemland, tapi mereka malah kembali lagi.


Rose dan Robin melihat sekeliling mereka, dan tempat itu benar-benar masih sama persis.


“Ini terlihat cerah sekali. Bahkan semua benda mati disini terlihat seperti bayangan berganda.” Jelas Rose yang juga di lihat oleh tiga temannya.

__ADS_1


Tak lama kemudia. Mereka kembali terkejut saat melihat seorang ratu, Ratu Deldelina datang sambil membawa seorang bayi dalam pelukannya. Melihat hal tersebut, Rose menatap sendu ke arah sang ibu.


“Bukankah itu Ratu Deldelina?” tanya John menoleh ke kanan dan kiri.


Saat semua mata fokus menatap Ratu Deldelina. Mereka baru sadar bahwa ada orang lain juga disana, yang sudah lama menunggu kedatangan Ratu Deldelina. Saat Ratu Deldelina berdiri di hadapan mereka, barulah empat orang tadi sadar bahwa ada penyihir tua disana. Dialah si Magela.


Melihat adanya Magela, sontak membuat mereka terkejut, bahkan Magela masih dengan wujud aslinya berupa Nenek tua yang sangat mengerikan.


“Dia sangat mengerikan.” Gumam John saat menatap Magela.


“Kenapa Ratu Deldelina dan Magela bertemu? Dan apa ini semua?” tanya Emily bingung. Rose yang tak bisa berpikir ataupun memikirkan sesuatu. Wanita itu hanya diam dan meneteskan air matanya saat melihat ibu kandungnya yang bahkan ia lupa akan sentuhannya. Sementara Robin menatap sedih ke arah Rose, seolah dia bisa merasakan akan kesedihan itu.


Ratu Deldelina memberikan bayi tersebut kepada Magela. Saat bayi itu berada di pelukan Magela, Ratu Deldelina meraih tongkat miliknya yang sedari tadi berdiri di samping Magela. Dengan satu gerakan saja, sebuah cahaya putih terbuka lebar tepat di tengah-tengah antara dirinya dan Magela.


“Tolong pergilah bersama putriku! Saat dia berada di Dunia lain, maka dia hanyalah seorang bayi kecil pada umumnya. Namun tidak dengan perjalanan nya nanti.” Jelas Ratu Deldelina.


Ratu Deldelina melepas kalung berlian yang ia gunakan, dan memasangnya di leher putrinya yang masih tertidur lelap.


“Ini akan melindunginya.” Gumamnya menahan tangis karena kesedihannya yang akan berpisah dengan putrinya. Ratu Deldelina mengecup kening putrinya dan segera menyuruh Magela untuk pergi dari situ. Rose memegang kalung yang saat ini melingkar di lehernya, mencoba merasakan akan kehangatan dari kalung tersebut.


Magela mengangguk faham, dan mulai masuk kedalam cahaya tersebut dengan membawa putri yang diberi nama Rosellyna. Saat Magela sudah masuk, perlahan cahaya itu semakin kecil dan menghilang.


“Ini adalah cerita sebenarnya. Ratu Air menunjukan ingatan ini kepada kita.” Jelas Robin yang langsung tahu saat melihat adegan tadi. Ya! Mereka berempat saat ini telah masuk kedalam cerita masa lalu Ratu Deldelina.


Ratu Deldelina masih berdiri sambil memegang tongkatnya, lalu berpaling dan berjalan pergi. Seketika, latar tadi berubah menjadi di dalam sebuah Istana. Yakni, Istana Fredenslige. Ke-empat orang itu dikejutkan saat melihat dua orang wanita beridri dan saling tarung satu sama lain. Merek adalah Ratu Deldelina dan Ratu Revana.


“Sekarang kau tidak bisa berlindung lagi, wahai Adikku! Hahaha.” Ucap Ratu Revana. Sementara Ratu Deldelina masih berdiri dengan wajah yang kewalahan seolah sudah banyak menguras energi miliknya.

__ADS_1


Ratu Revana mendekat dan menatap langsung kedua mata Ratu Deldelina. Tak lama Ratu Revana berbalik dengan tawa keras yang menggema di dalam Istana.


“Aku adalah Ratu penguasa Element Darkness, seluruh sihir sudah aku miliki. Bahkan kau tidak akan bisa mengalahkan ku Deldelina!” jelas Revana menatap tajam.


“Kini kau sudah masuk kedalam perangkap ku, kau sudah masuk kedalam sihir ku!” lanjutnya tertawa sekali lagi. Mendengar hal itu, Ratu Deldelina terkejut dan mulai sadar akan salah satu sihir andalan milik Revana.


Ratu Revana mengangkat tangan kanannya tepat di depan perutnya. Tidak lama, sebuah bayangan hitam mulai muncul dan berputar-putar di atas telapak tangan kanan miliknya, hingga membentuk sebuah pedang panjang berwarna hitam. Saat pedang sudah terbentuk, Ratu Revana mulai mengayunkan pedang tersebut dan menusuk tepat di bagian ulu hati miliknya hingga tembus dari punggung.


Melihat hal itu, Rose dan tiga temannya terkejut serta tidak tahu, kenapa Ratu Revana menusuk dirinya sendiri. Sampai Ratu Deldelina tersentak dengan mulut keluar darah, juga gaun yang robek membentuk garis panjang tepat di tengah ulu hatinya. Tak hanya itu, bahkan garis robek tadi juga mengeluarkan darah yang begitu banyak sekali.


Melihat hal itu, Rose terkejut dan menangis hingga sesekali ia menutup matanya. Rose berjalan menghampiri Ratu Deldelina yang perlahan jatuh dan tergeletak di tanah. Kini ibunya berada tepat di bawah kakinya, Rose berusaha menyentuh sang ibu, namun tangannya tembus tidak bisa menyentuhnya.


“Ibu... Hikssss” Gumam Rose yang masih menangis histeris melihat pandangan tersebut.


Tak hanya Rose saja. Emily dan John ikut menangis saat melihat kematian dari Ratu Deldelina. Ratu yang paling digemari oleh seluruh Kerajaan Peaceland. Sedangkan Robin menatap Ratu Revana yang masih tertawa keras dan puas. John dan Robin terkejut saat melihat luka milik Ratu Revana, perlahan menghilang begitu saja.


“Ya Tuhan! Benar-benar mustahil.” Ujar John tak percaya dengan kekuatan milik Ratu Revana yang membuatnya geleng kepala.


“Kini aku benar-benar memiliki alasan untuk takut dengan Ratu Revana.” Lanjut John menoleh ke arah Robin dan Emily.


“Hahaha! Aku Revana! Revana! Akulah yang paling kuat dan berkuasa!!” teriak puas dari mulut Sang Ratu baru Kerajaan Peaceland.


Sementara Rose masih menangis hingga kedua kaki Rose mulai lemas. Pada akhirnya ia terduduk memegang tubuh Ratu Deldelina yang tembus, meski yang ia peganga adalah tanah.


KLIKK. 🥀}


Seketika keempat orang yang masuk kedalam ilustrasi Ratu Air tadi langsung tersadar kembali.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2