ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Practice Sword and Horse


__ADS_3

Hameland Palece.


Ratu Air beserta Rose dan Emily, berjalan menelusuri istana, tak sesekali kedua mata Rose dan Emily sibuk melihat keindahan yang luar biasa istana milik Ratu Air tersebut. Semuanya serba biru dan berkilau bak berlian, bahkan lampu-lampu yang tergantung fiatas dinding pun terbuat dari Cristal putih dan nevi.


“Istana anda benar-benar indah!” puji Emily tersenyum kearah Ratu Air yang masih berjalan.


“Tentu saja!” jawab sang ratu.


“Sangat sulit membuatnya!” lanjutnya dengan sedikit berbisik dan tertawa kecil. Hingga tanpa sadar, mereka sampai di sebuah kamar dengan pintu lebar dan panjang berwarna putih. Kamar milik Rose yang ada di Las Vegas saja tidak memiliki pintu setinggi dan selebar itu.


JEBREERRRRTTT. Pintu terbuka, dan lagi-lagi Rose dan Emily dibuat terpukau akan keindahan dan bagusnya isi dalam kamar tersebut. Dekorasi yang serba berwarna biru laut dengan meja dan kursi terbuat dari Cristal dan bahkan tempat tidurnya lebar terbuat dari air yang seolah dibalut dengan plastik.


Rose dan Emily berjalan mendekatik ranjang itu dengan ditemani oleh Ratu Air yang berada di belakang mereka.


“Apa ini air?” tanya Rose seraya memegang ranjang empuk tersebut, sedangkan Emily juga sibuk mengamati dari bawah hingga atas.


“Of course! Aku sudah merancangnya, baguskan? Aku harap kalian nyaman!” balas Ratu air dengan suara lembut dengan senyuman yang sepertinya tidak akan pernah hilang.


Mendengar kebenaran bahwa ranjang itu adalah sebuah air. Seketika Rose dan Emily duduk diatas ranjang tersebut. Saat pantat mereka bersentuhan dengan ranjang, rasanya seperti duduk diatas awan yang benar-benar empuk dan bergelombang layaknya duduk di ombak.


“Nikmatilah! Aku akan pergi dulu!” ucap Ratu Air berjalan keluar.


“Good night and sweet dreams!!” lanjut sang ratu dengan nada merdu seraya melambaikan tangan kirinya. Tak lama keberadaan Ratu Air sudah tidak ada, kini dikamar yang sangat luas seperti lapangan basket itu hanya ada dua orang wanita yang kini mencoba merentangkan diri diatas kasur.

__ADS_1


“Benar-benar nyaman bukan? Jika setiap hari aku disini akan betah! Benarkan Rose?!” ujar Emily.


“Hm. Bagaimana dengan Jhon dan Robin?” tanya Rose yang kini kembali duduk.


“Entahlah, mereka akan baik-baik saja. Kita tidur saja, besok kau harus berlatih bersama Ratu Air kan!” balas Emily yang kini menutup matanya dengan merentangkan kedua tangannya.


Rose hanya tersenyum tipis. Ia beranjak dan berjalan menuju sebuah jendela yang cukup besar dan terbuka. Betapa sejuk dan indah pemandangan di luar sana. Berupa lautan luas dengan beribu bintang diatas langit. Tidak disangka ia mulai merindukan kehidupan di Las Vegas, tidak tahu bagaimana keadaan disana? Dan bagaimana jika keluarganya mencarinya? Dan bagaimana juga pertunjukan Gisellanya?


Di tempat tidur yang lain. Terlihat ada satu pria tidur dan menikmati saat tidur diatas kasur empuk yang terbuat dari air. Ya, dialah Jhon.


“Ahhh, nikmatnya! Dasar Robin, dia suka sekali membuang tenaga dimalam hari!” gumam Jhon tersenyum sambil menutup kedua matanya dan kedua tangan terentang seraya bergerak-gerak keatas kebawah.


Entah dimana pria bernama Robin itu pergi dimalam hari.


Sampai langkah kaki Rose terhenti ketika dia sudah sampai di halaman depan Istana Hameland yang kini sudah sepi dan hanya ada seorang penjaga yang berjaga di luar gerbang.


“Bicara dengan burung hantu!” suara Rose sedikit mengagetkan Robin yang langsung berbalik, sementara burung hantu itu terbang menjauh. Dengan senyuman, wanita itu berjalan santai kearah Robin tanpa penuh keanehan dan kecurigaan saat mendapati pria bernama Robin itu serius dengan burung hantu tadi.


“Kau, kenapa tidak tidur?” tanya Robin seolah membuang topik milik Rose tadi.


“Aku masih tidak ngantuk! Kau sendiri, kenapa tidak tidur dan malah berbicara dengan seekor burung!” balas Rose.


“Sama, aku tidak ngantuk!” jawab Robin yang terlihat santai.

__ADS_1


“Emmm, mau mengajariku berlatih pedang dan kuda?” tanya Rose yang meski gugup di dalam hatinya, namun dia juga butuh seseorang untuk melatihnya bermain pedang dan mengendarai seekor kuda. Jika di Las Vegas semuanya sudah muda dan cepat.


Robin masih menatap wajah Rose tanpa berkedip dan itu membuat wanita bernama Rose atau Putri Rosellyna itu jadi tidak enak dan malu sendiri.


“Kalau tidak mau juga tidak apa!” lanjut Rose tidak memaksa.


“Tidak. Maksudku, iya! Ayo, aku akan mengajarimu.” Balas Robin mengajak Rose lebih menengah. Robin meraih dua ranting pohon yang tidak jauh dari arah mereka berdiri, lalu memberikan satu ranting pohon tersebut kepada Rose sementara yang satunya ia pegang.


“Supaya tidak terluka, kau bisa menggunakan ini untuk berlatih!” ucap Robin. Rose mengangguk faham. Pelan-pelan Robin mengajari cara memegang pedang dengan benar hingga cara melawan dengan benar tanpa ragu. Bahkan tubuh pria itu seolah terbuat dari besi, berkali-kali tubuh kekarnya terkena Unjung ranting pohon milik Rose, tak membuatnya berkutik ataupun sakit.


Sementara diatas Istana Hameland. Ratu Air yang berdiri bersama penyihir Magela, menatap kearah Rose yang sedang berlatih serius dengan Robin dibawah sana. Saat hanya berdua dengan Ratu Air, si Magela menampakkan wujud aslinya berupa nenek-nenek menggerikan seperti penyihir pada umumnya, berbadan bungkuk dengan hidung panjang.


“Aku rasa, sebentar lagi Fairyland akan kembali seperti semula! Benar!” ucap Ratu Air yang nampak serius namun masih dengan senyuman tipis dan cantiknya.


“Benar Ratu! Jangan sampai Putri Rosellyna bertemu dengan Revana sebelum misinya selesai.” Balas Magela.


Mereka masih sibuk menatap Rose dan Robin yang kini berlatih mengendarai kuda bersama. Dimana, Rose duduk didepan sementara Robin dibelakang, terlihat juga senyum dan tawa mereka yang tanpa sadar kedekatan itu akan semakin dekat.


“Bukankah dia tipemu!” goda Magela yang tahu akan tipe pria Ratu Air seperti Robin.


“Yes! Tapi dia terlalu muda untukku, lagi pula mereka akan lebih dekat!” balas Ratu Air tersenyum lebar menatap Magela. Ratu Air juga salah satu seorang Ratu yang sangat bucin saat dirinya menemukan pria ideal yang menurutnya sangat cocok dan bisa menyentuh hatinya. Benar-benar seperti bukan seorang Ratu, berbeda dari Ratu lainnya.


Sedangkan Rose dan Robin masih menikmati kebersamaan mereka lewat berlatih bersama. Kini Rose mencoba menunggangi kuda sendiri dan melakukannya secara perlahan juga penuh kesabaran saat membujuk hewan berkaki empat itu. Kalau tidak, dia pasti sudah terpental jauh.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2