ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : Seorang Ratu Yang Konyol!


__ADS_3

Saat berada di pintu masuk, gerbang pintu yang sangat-sangat besar dan panjang berwarna biru langit itu, terbuka sehingga menghasilkan sebuah bunyi yang sedikit nyaring di telinga.


Saat pintu tersebut mulai terbuka, hawa sejuk juga mulai menyelimuti tubuh mereka (bak berada di Freezer). Tak hanya diluarnya saja yang indah, bahkan di dalam istana itu juga tak kalah lebih indah memanjakan dua bola mata saja.


Perlahan mereka mulai berjalan memasuki Istana Hemland, sambil berjalan. Ive juga memperlihatkan dan menjelaskan semua detail Istana Hemland, juga keseharian yang dilakukan oleh orang-orang yang ada disana. Dan pastinya cerita itu cukup unik dan tidak membosankan, karena mereka juga bisa melihat pemandangan indah di sekelilingnya.


Salah satunya adalah, sebuah air mancur yang terbuat dari Ice juga Cristal, sehingga menampakkan sebuah kilauan-kilauan mewah disana. Dekorasi yang serba berwarna biru, juga seluruh tembok terbuat dari Ice dan Cristal.


“Istana ini sungguh indah!” ucap Emily terpukau.


“Tentu saja! Ratu kami selalu menyuruh semua orang yang ada di sini untuk selalu merawat Istana ini!” jelas Ive yang masih berjalan diikuti oleh empat orang itu.


“Apa Ratu Air orang yang baik?” tanya Rose sedikit tidak enak bila mengatakan seperti itu kepada salah satu orang suruhan Ratu Air. Tapi saat melihat tawa kecil yang keluar dari bibir Ive, membuat Rose dan tiga orang lainnya menaruh kecurigaan. Ini kali pertama bagi Rose, John dan Emily saja juga tidak pernah tahu soal Istana para Ratu Element, sedangkan Robin, tidak ada yang tahu bagaimana karakter dari si Robin itu.


“Kalian lihat sendiri nanti!” jawab Ive.


Jarak antara ruang singgasana Ratu Air, dengan pintu masuk saja begitu jauh. Tidak tahu sebesar apa tempat yang mereka masuki sekarang. Saat berjalan mata Rose melihat banyak sekali anak kecil yang bermain seluncuran Ice dengan sangat senangnya dan damai.


JEEEBBRRRREEEEEEGGG. Pintu besar kedua terbuka. Seketika memperlihatkan seorang wanita yang tengah berdiri membelakangi pintu. Wanita itu adalah Ratu Air, ia tengah bermain dengan seekor laba-laba kecil merayap di dinding Icenya. Tak hanya itu, bahkan Ratu Air juga sesekali menggerakkan jari telunjuk nya, mengeluarkan kekuatan Icenya seperti membuat castil kecil untuk laba-laba itu singgahi.


Sementara Ive dan empat orang tadi, sudah masuk berjalan lebih dekat, lalu berhenti tepat di depan kursi singgasana berbentuk tumpukan duri.


“Apa itu Sang Ratu?” tanya John kembali berbisik dengan tiga temannya tanpa didengar oleh Ive.


“Sepertinya begitu!” jawab Rose yakin.


“Jika benar! Kenapa dia berbicara dengan tembok?” tanya John yang masih berbisik. Rose dan Emily mengangkat dua bahunya menandakan bahwa mereka tidak tahu.


“Ratu, anda memiliki tamu!” ucap Ive sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.

__ADS_1


“Okay! Kau boleh pergi Ive!” balas Sang Ratu lembut tanpa melihat dan masih fokus dengan mainnya.


Mendapat perintah dari ratunya, Ive mengangguk dengan senyuman, berjalan mundur dua langkah lalu berbalik menatap keempat orang yang masih berdiri di belakangnya. Ive hanya memberikan senyuman kepada mereka tanpa memberitahu sesuatu atau aba-aba, lalu berjalan melewati mereka dan pergi begitu saja.


Tak lama setelah kepergian Ive. Ratu Air mulai berbalik sehingga kini wajahnya bisa terlihat jelas. Sungguh hari ini adalah hari mereka bisa melihat wanita cantik, meski ratu air tergolong wanita berusia sekitar 27 tahun ke atas, tapi kecantikannya tak pernah pudar.


Rambut putih sepunggung dan sedikit bergelombang, serta gaun biru yang panjang dan indah melekat di tubuhnya memperlihatkan belahan dari dua dada milik Ratu Air. Dua bola mata yang berwarna biru cerah mengesankan betapa indahnya mata milik ratu air tersebut.


“Ratu Air, sungguh ratu yang paling cantik dan terlihat tegas!” bisik John tersenyum.


“Hentikan!” balas Emily mengikut tepat di perut John.


Ratu air berjalan dan duduk di atas singgasana miliknya yang agung, sambil menatap lurus melihat kearah Rose, Emily, John dan Robin. Dengan wajah tegas senyuman tipis.



Melihat tatapan yang sangat serius, membuat mereka takut dan berharap tidak terjadi apa-apa disana. Seketika mereka berempat memberikan hormat kepada sang ratu.


“Anda tahu soal diriku?” tanya Rose sedikit gugup.


“Tentu!” jawabnya singkat. Ratu Air beranjak dari duduknya dan mulai berjalan hendak menuruni anak tangga. Tapi, saat mulai menuruninya, kakinya malah terselip oleh gaun panjangnya sehingga ia terjatuh dari anak tangga paling atas hingga kebawah. Tapi beruntungnya, Ratu Air dengan cepat menggunakan kekuatan nya membentuk sebuah pijakan dari air yang membuatnya mendarat sempurna di bawah.


Tidak terlihat aslinya. Justru ratu air sangatlah sedikit memiliki sifat humor dan konyol seperti John, ia akan serius ketika bahaya sudah ada di depannya. John yang melihat itu seketika melongo dan menahan tawanya sampai Emily lagi-lagi menyikut perutnya dan membuat pria itu berhenti.


Ratu Air kini berdiri di depan Rose dan tiga orang lainnya. Menatap tegak dan lurus kearah sang ratu air.


“Wajahmu sungguh persis seperti Ratu Deldelina!” ucap Ratu Air tersenyum lebar.


“Kau mengenal ibuku.” Ucap Rose.

__ADS_1


“Ya, aku adalah Ratu Element yang paling dekat dengan Ratu Deldelina!” jawabnya yang masih tersenyum.


“O, dan siapa mereka?” tanya nya ketika melihat tiga orang lainnya yang masih berdiri di dekat Rose.


“Mereka temanku! Dia–” Belum sempat selesai. John menyambar seperti petir.


“Namaku John, dia Emily dan Robin! Senang bisa bertemu dengan Ratu penguasa Element Air seperti anda!” ucap John panjang lebar. Tapi meski begitu, Ratu Air membalasnya dengan senyuman terlihat ceria.


“Suatu kehormatan bisa bertemu anda, ratu!” ucap Emily menunduk hormat. Ratu Air mengangguk pelan sambil tersenyum.


“Senang juga bertemu kalian!” balas Ratu Air menjabat tangan mereka satu persatu dengan loyal. Membuat lagi-lagi empat orang itu melongo dan tidak tahu akan sikap ratu di depannya saat ini.


“Apa yang membuat kalian kesini? Dan bagaimana kalian bisa masuk ke istana ku?” tanya Ratu Air yang butuh penjelasan dan alasan mereka datang ke Istana Hemland.


Rose berjalan maju selangkah, setelah Ratu Air berpaling dari mereka sambil membuat seekor kupu-kupu yang terbuat dari air, dan menempel di jari telunjuk nya.


“Kami memecahkan tantangan yang diberikan oleh Hobbit!” ucap Rose, membuat Ratu Air sedikit terkejut.


“Tunggu-tunggu. Kalian melewati Hobbit dengan menjawab benar pertanyaan nya?” tanya Ratu Air yang kini kembali menghadap ke arah Rose, dengan kupu-kupu yang masih menempel di jarinya.


“I– Ya!” jawab Rose sedikit aneh.


“Dasar Hobbit, sudah ku katakan ganti pertanyaan konyol dengan adu pertarungan...” Gumam Ratu Air terpotong, pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rose dan teman-temannya.


Karena suara dahaman dari John membuatnya sadar, sekilas melirik ke pemuda-pemudi itu, lalu kembali dengan posisi anggunnya.


“Emmm, sampai dimana?” tanya ratu air lupa sehingga ia bertanya.


“Aku akan melawan Ratu Revana dan membalas kematian ibuku.” Jelas Rose yang langsung mengatakan maksud kedatangan nya. Seketika terkejut setelah mendengarkan hal itu dari Rose. Ratu Air menghilangkan kupu-kupu yang tadinya ada di telunjuknya, kini hilang menjadi air yang jatuh ke tanah.

__ADS_1


“Apa? Bagaimana kau akan melakukan nya?” tanya Ratu Air menatap serius ke mata Rose. Tapi wanita dengan rambut pirang itu masih diam tidak menjawab sama sekali. Karena Rose juga tidak tahu apakah dia bisa mengalahkan Ratu Revana? Setelah nantinya berhasil mengumpulkan empat Ratu Element itu.


BERSAMBUNG.........


__ADS_2