ROSELLYNA : In Fantasy World

ROSELLYNA : In Fantasy World
ROSELLYNA : A cup of potions


__ADS_3

Ratu Air masih menatap Rose dengan tak biasa.


“Kau yakin ingin mengalahkan nya?” tanya Ratu Air sekali lagi, untuk memastikan kepastian dari Rose. Melihat senyuman lebar dari Ratu Air membuat Rose sedikit terbata dan hanya mengangguk pelan, seolah senyuman itu adalah kode.


“Okay! You all follow me..!!” pinta sang Ratu Air kepada Rose dan yang lain untuk mengikutinya yang kini sudah berjalan lebih dahulu. Bahkan ucapannya tadi dibuat layaknya nada oleh Ratu Air.


Saat berjalan menuju ruangan, lagi dan lagi John berbisik kepada tiga temannya. Yang awalnya ia berdiri paling belakang, kini berjalan lebih cepat hingga ia berada di tengah-tengah Rose, Emily dan Robin. Sedangkan ratu air masih sibuk berjalan, sambil merentangkan kedua tangannya lebih rendah, juga sesekali ratu air itu bersenandung kecil dan tersenyum.


“Aku kira Ratu Air sama tegasnya seperti ratu pada umumnya! Tapi dia terlihat sangat berbeda sekali!” ucap John tertawa kecil, dibalas oleh Rose yang juga ikut tersenyum tipis mendengarnya.


“Benar sekali! Aku juga berpikir seperti itu. Dia ratu yang sangat baik, juga lucu!” balas Emily.


“Shhtt! Kita sudah sampai.” Kata Robin mengehentikan gibahan John dan mulai beralih ke pintu yang tak terlalu besar seperti pintu pertama dan kedua. Ini bisa disebut seperti pintu pada umumnya, namun dengan bentuk, corak dan kelebaran yang berbeda tapi indah.


Ratu Air sesekali menoleh tersenyum lebar kepada empat orang yang sudah berdiri di sampingnya, membalas senyumannya. Pintu mulai terbuka, ratu air segera masuk dan di ikuti oleh orang-orang tadi.


Rose bisa melihat sebuah ruangan yang cukup besar tapi tidak sebesar ruangan pertama. Tapi mereka tidak melihat apapun disana, tempat itu benar-benar kosong seperti tempat bermainnya Skating. Saat semuanya sudah mendekat dan berdiri di depan Ratu Air dengan tatapan heran. Tiba-tiba sang ratu menggerakkan dua tangan dan jarinya, mengeluarkan sebuah cahaya biru beserta air, sehingga membentuklah meja panjang dari bawa lantai yang terbuat dari Ice.


Sungguh indah dan sangat menakjubkan, ketika melihat ratu air memakai kekuatannya tepat di depan mata Rose, Emily, John dan Robin. Sebuah meja panjang yang terbuat dari bongkahan es juga alat-alat yang sudah tersedia di atas meja, juga sama halnya terbuat dari es.


“Apa ratu mau eksperimen?” tanya John yang melihat adanya alat-alat tak biasa. Seperti adanya selang panjang berukuran kecil, sebuah gelas yang serba biru dari es, dan ada banyak lagi.


“No.” Jawab Ratu Air tersenyum.


“Lalu semua ini untuk apa?” tanya Emily ikut penasaran akan benda-benda yang ada di atas meja tersebut.

__ADS_1


“Kalian akan tahu!” jawab Ratu Air santai dan lembut, seraya mengeluarkan butiran-butiran salju kecil di atas kepala ke empat orang itu. Mendapati sebuah butiran salju saja sudah membuat mereka diam menikmatinya.


“Apa kalian tahu, apa itu Reply?” tanya Ratu Air yang baru saja meletakkan sebuah satu cangkir yang ia letakkan diatas meja yang terbuat dari es tersebut. Lalu menatap ke arah mereka sambil tersenyum lebar.


“Semacam, sesuatu yang di ulang.” Jawab Robin.


“Tepat sekali!” balas Ratu Air masih tersenyum.


“Jadi, apa yang ingin ratu lakukan?” tanya Rose masih tidak tahu.


“Tunggu!” pintanya.


Ratu Air memasukkan air di dalam cangkir yang ia letakkan tadi, tak hanya air saja. Wanita itu juga memberikan sebuah percikan dari kekuatan miliknya, lewat jari-jarinya yang lentik.


Rose, Emily, John dan Robin masih fokus melihat tanpa memperhatikan hal lainnya yang ada di sekitar mereka. Sementara ratu air masih mengaduk campuran air tadi, lalu seketika dia meludahi cangkir yang masih ada di genggaman tangannya dan kembali ia aduk lagi. Lalu dia menodorkan cangkir itu dihadapan Rose dan menyuruh Rose untuk meludahi cangkir tadi, seperti halnya ratu air tadi.


Melihat pemandangan tadi, membuat empat orang tadi terkejut sehingga melebarkan kedua mata mereka masing-masing. Terutama Emily dan John yang merasa mual melihat cangkir yang sudah berisi campuran tadi. Rose sama sekali tidak tahu, apa yang akan dilakukan oleh ratu air.


“Maaf aku sangat suka bersenandung! Hahaha!” ucap Ratu Air tertawa kecil sambil tangan kirinya menutupi mulutnya.


Tiba-tiba Sang Ratu menodorkan cangkir yang sudah tercampur oleh semuanya tadi, dihadapan Rose. Rose tidak tahu harus apa? Sedangkan ketiga temannya juga tidak tahu.


Karena fokus akan cangkir yang sudah ada didepan Rose, empat orang itu tidak sadar bahwa ratu air sibuk mengaduk minuman menggunakan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya masih sibuk memegang cangkir ramuan tadi yang masih belum Rose terima.


“Minumlah!” pinta Sang Ratu membuat mereka terkejut. John mendengar itu langsung ingin muntah, mengingat campuran yang ada di cangkir itu.

__ADS_1


“Jangan malu! Rasanya enak!” lanjutnya.


Rose meraih cangkir itu, dan menoleh ke arah teman-temannya dengan wajah sendu dan bingung. John dan Emily hanya bisa mengangguk manuruti ucapan ratu, sedangkan Robin juga hanya diam dan tersenyum menatap Rose.


Rose kembali menatap cangkir yang berada di tengah-tengah tangan nya saat ini. Hanya terlihat sebuah air saja, namun yang tadi...


Tanpa pikir panjang, Rose menutup matanya dan mulai meminum air itu perlahan. Demi sang ibu, itu yang ada di pikiran Rose. Saat melihat Rose meminum air tadi, sontak ratu air terkejut dan menghentikannya.


“Oww,, Waww. Kenapa kau meminumnya?” tanya Ratu Air sedikit meninggi. Rose berhenti beralih menatap Ratu Air.


“Bukankah ratu menyuruh ku untuk meminumnya?” tanya Rose lugu. Mendengar itu Sang Ratu tertawa lepas.


“Tidak hanya dirimu! Aku menyuruh kalian semua meminum. Itu!” jelas Ratu Air sambil menunjuk ke arah empat cangkir kecil berwarna putih yang sudah ada di depan mereka.


Mendengar itu, membuat mereka terkejut apalagi Rose, yang sudah meminumnya dia merasa ingin muntah. John meraih cangkir putih yang tadi di maksud oleh Ratu Air.


“Apa ini juga sama seperti itu?” tanya John takut saja jika minuman itu sama semua.


“Tidak, ini adalah coklat! Rasanya juga enak! Cobalah.” Jawab Ratu Air tersenyum lebar lalu meminum coklat yang sama seperti empat orang itu. John yang percaya, langsung meminumnya dan benar, coklat itu sangat enak sekali.


“Aku tidak tahu, jika kau suka ramuanku!” goda Ratu Air seraya tersenyum melihat wajah Rose.


Rose masih memegang cangkir berisi ramuan tadi. Ratu air menaruh minuman coklat tadi dan kembali menatap ke empat orang yang masih berdiri di hadapannya.


“Apa yang ingin ratu lakukan dengan ramuan tadi?” tanya Robin. Ratu Air hanya tersenyum lebar tanpa menjawabnya langsung.

__ADS_1


BERSAMBUNG..............


__ADS_2