
“That's the sound of sirens." Ucap Emily yang masih berdiri seraya menatap ke arah lurus.
“Itu serangannya.” Lanjut Rose.
Suara Siren begitu merdu sekali. Namun sayang Papa Pirate, Actassi, Robin dan Guiracocha tidak bisa mendengar suara indah dari para Siren.
Dari bawah laut, beberapa monster wanita tanpa busana dengan ekor bak ikan itu mulai keluar dari air, menatap lekat ke arah kapal yang saat ini tengah berlaju lumayan kencang. Seketika, Jack, Jhon dan Teach mulai memberontak dan ingin lepas dari ikatan tali yang masih melilit kuat di tubuh mereka.
“Lepaskan aku, biarkan aku mencari suara itu! Lepaskan!!” teriak Teach yang sudah menggila. Bahkan Jhon dan Jack juga berbicara kasar kepada Clisson, Bonny, Read, Rose, Emily dan Beryl. Namun wanita itu tidak peduli meski melihat ketiga temannya bersikap seperti zombie.
“Let it go, you fools.” Ucap Jhon.
“Won't!” balas Clisson dengan wajah judes.
Lama-lama, suara dari para Siren itu berhenti, dan itu membuat orang-orang yang masih berada di kapal mulai bersiaga. Dengan perlahan Robin mencoba membuka lilin yang bersarang di telinganya tadi, ia tidak mendengar sesuatu? Hanya ada suara hembusan angin malam yang kini menyelimuti kapal mereka.
Sementara Jack, Jhon dan Teach bernafas tersengal-sengal ketika sudah tidak lagi mendengar suara maut itu. Tanpa aba-aba, Rose langsung membuka tali yang mengikat Jhon dengan sebuah pisau kecil.
“Apa sudah aman?” tanya Clisson.
“Hm!” mendengar jawaban Rose, dengan segera Clisson membantu membuka pengikat tali di tubuh Jack dan Teach dengan dibantu Bonny. Hening tak bersuara sedikit pun, saat ini hanya ada tatapan waspada di sepasang mata para perompak dan empat pengembara itu.
__ADS_1
“Shuttt.” Desisan yang keluar dari mulut Rose, menyuruh untuk tidak bergerak sedikit pun.
Tiba-tiba.. Braakkk.... Suara yang begitu keras hingga membuat mereka semua yang ada di atas kapal itu terkejut dan tubuh mereka merasakan layaknya ada getaran gempa, padahal tidak. “Cepat! Semuanya, kita harus melaju lebih cepat lagi!” teriak Papa Pirate yang sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi.
Brraaakkkk.. Braakkk... Braakkk .. Satu demi satu kapal yang mereka singgah mulai hancur perlahan. Ternyata itu adalah perbuah dari para Siren, dimana monster-monster itu kini sengaja menghancurkan kapal besar yang menjadi halangan antara mereka dan manusia. Akibat ulah Siren, membuat semua orang yang ada di kapal termasuk Rose terpaksa harus berpegangan dimana saja, bahkan Jack, Jhon dan Beryl terperosot saat kapal mereka sudah terasa oleng. Namun syukurlah mereka langsung dibantu yang lain.
Braakkk. “Woaahhhh!!” teriak sebagian dari orang-orang yang ada di atas kapal.
“Fucking Sirene.” Pekik Clisson kembali berdiri tegak sambil membawa pedang dan bersiap diri. Saat semuanya sudah berhenti sejenak, Robin langsung berpindah tempat di samping Rose, layaknya Bodyguard saja.
Tanpa peringatan, para Siren itu berenang sekencang mungkin, lalu melompat dengan tinggi ke arah kapal, menghancurkan tiang-tiang kapal dengan ekor panjang dengan sirip tajam. “Awas!” teriak Rose saat melihat bahwa potongan dari kayu tiang kapal itu akan jatuh.
Tak cuma kapal saja. Kini Siren dengan berani menampakkan diri mereka dengan melompat menyerang para manusia yang kini sudah mulai sedikit lengah. Dengan wajah yang mengerikan tanpa busana, mereka menyerang orang-orang itu menggunakan sebetan ekornya. “Hgraaaa!!” suara para Siren yang memperlihat taring mereka.
Bonny dan Beryl langsung berganti mengambil sebuah panah dan mengayunkan anak panah tepat ke air laut, dimana mereka melihat kepala Siren yang muncul melihat temannya bertarung. Sleppp, slepp, sleepp. Begitulah kira-kira bunyi dari anak panah milik Bonny dan Beryl. Ya, Beryl! Wanita itu memilih ikut bertarung menolong temannya dari para monster jahat itu, dia terpaksa harus meninggalkan minumannya sejenak.
“Yeahhh!” dengus Rose saat berusaha mengayunkan pedang ke arah para Siren yang berlompatan. Itu benar-benar sulit sekali, bertarung dengan gaya seperti itu. Bahkan kapal mereka terlihat sangat hancur, di dek kemudi yang dijaga oleh Guiracocha juga sedikit hancur karena ulah wanita penjahat.
“Rose! Ini aku, Ratu Air!” panggil seseorang dari balik tas milik Rose yang kini berada di belakang punggungnya. Rose yang bisa mendengar suara itu, diapun berhenti sejenak lalu berjongkok menghindari area berbahaya saat ini.
“Saya mendengar Ratu!” balas Rose.
__ADS_1
“Rose! Gunakan elemen air yang sudah ku ajarkan padamu. Dengan begitu, kalian tidak akan kesusahan dan para ikan itu akan takut dan pergi.” Jelas Ratu Air.
“Tapi, aku tidak bisa! Aku masih tidak bisa melakukan yang sempurna seperti milik Anda dan ibu.”
“Tidak perlu kesempurnaan. Cukup dengan niat dan fokus, maka semuanya akan seperti sempurna. Cobalah! Ayo, kau tidak punya banyak waktu lagi.”
“Apa Anda tidak bisa menggunakan kekuatan Anda, Ratu?” tanya Rose membuang waktu.
“Tidak bisa. Jika aku menggunakan kekuatan ku diluar istana, maka Ratu Revana akan merasakan kehadiranmu bersama ku. So, semuanya ada di tanganmu.”
Rose memasang wajah bingung serta takut. Apakah dia bisa? Seketika kedua mata indah berwarna coklat itu melihat teman-temannya kini bertarung dengan sekuat tenaga mereka, sehingga keringat mulai bermunculan di tubuh mereka.
“Aku rasa, jumlah mereka sangatlah berkelompok!” Teriak Actassi kepada teman-temannya yang ada di sekitarnya, sambil kedua tangan sibuk bermain pedang.
Tak ada capeknya untuk para Siren itu melawan tanpa henti ke para manusia. Mereka sengaja membuat manusia itu kecapekan hingga lengah. Semua orang yang ada di atas kapal, dengan kekuatan mereka menahan rasa lelah, apalagi kapal mereka mungkin akan segera hancur karena ulah monster menyebalkan itu.
Sampai... Dari arah kiri, tiga monster bernama Siren itu siap meluncur ke arah kapal mereka untuk menyerbu. Rose yang melihat, sontak langsung berdiri mengambil nafas dalam-dalam dan fokus, hingga seketika kedua tangannya mulai mengayuh ke atas dan Blesssszz. Ya! Wanita itu berhasil membuat air laut disana terangkat seperti gorden untuk menghalangi para Siren tadi.
“Wahhh!” hanya itu yang keluar dari mulut Bonny, Jack, Teach, Emily dan Jhon. Sedangkan yang lainnya masih menatap air laut tersebut dengan nafas terengah-engah.
Terlihat jelas sekali, bagaimana air laut itu terangkat membuat para Siren tadi terjebak di sana. Rose masih mengangkat kedua tangannya di depan dengan alis berkerut.
__ADS_1
“Yeaahhhhhh...” Teriak Rose yang langsung menghempaskan air laut itu seperti ombak yang menyiram ke seluruh kapal mereka, untungnya itu tidak sampai membuat mereka semua tenggelam.
BERSAMBUNG..........