
Pria pemilik nama lengkap Jhon Champion itu masih tersenyum lebar menatap lekat wanita cantik yang ada di depannya dengan setengah badan yang tertutup dinding kayu kapal.
🎶 “Upon one summer's morning, I carefully did stray
Down by the Walls of Wapping, where I met a sailor gay
Conversing with a bouncing lass, who seemed to be in pain
Saying William, when you go, I fear you will never return again…”🎶
Sebuah suara merdu mulai menyelimuti gendang telinga Jhon, kedua mata Jhon tak bisa berkedip sedetikpun. Pria itu tersenyum menikmati suara dari wanita yang kini menyanyi dengan suara lembut dan pelan.
Sai menjulurkan kedua tangannya untuk menuntun Jhon yang saat ini masih terpesona oleh kecantikan Sai. Pria itu berjalan lebih dekat seraya memegang tangan lembut dan dingin milik Sai. Suara Sai masih saja terdengar tanpa henti, hingga kini jarak antara Jhon dan Sai sudah dekat, perlahan wanita itu membawa Jhon lebih masuk ke dalam air dengan kedua tangan mungilnya yang kini merambat ke lengan kekar Jhon.
Pria itu masih tersenyum menatap mata indah Sai, hingga ia tidak sadar bahwa sebentar lagi dia akan tercebur ke air.
“My heart is pierced by Cupid
I disdain all glittering gold
There is nothing can console me
But my jolly sailor bold—”
“Jhon!” teriak Emily sekencang mungkin, sontak membuat Jhon mengedipkan mata seolah baru sadar dari sebuah hipnotis. Jhon melihat wanita bernama Sai itu yang mulai panik dan, Wahhhhhhh...... Wajah asli dari Sai mulai terlihat. “Haaaaaaaa...!!” teriak Jhon histeris dan kencang saat melihat sosok wanita yang awalnya cantik, kini menjadi mengerikan, dimana muncul dua taring panjang di sudut bibirnya, gigi tajam, dua bola mata yang berwarna kuning menyala serta kulit wajah yang seperti sirip ikan terkelupas dengan warna kulit pucat.
Wanita bernama Sai itu terus membuka mulutnya layaknya Vampir yang gatal ingin menggigit saja.
Jhon berusaha menarik diri dari cengkraman kuat Sai yang ternyata salah satu monster bernama Siren. Dengan sigap Emily berlari membantu menarik tubuh Jhon dengan sekuat tenaga.
Ternyata kekuatan Siren lebih kuat dari dugaan mereka. “Awas!” tiba-tiba Read langsung datang dengan sebuah balok kayu yang lumayan besar di tangannya.
Tanpa ba-bi-bu, dia mengarahkan balik tadi ke kedua lengan Siren serta tubuh Siren dengan kasar untuk melepaskan cengkeramannya ke tubuh Jhon. Berat? Tentu saja berat, suara mereka benar-benar terdengar ricuh sekali. Emily yang tadinya memegang tubuh Jhon, kini ia beralih ke balok, membantu Read dengan sekuat tenaga mereka.
“C'mon Guyss!!” teriak Jhon bercucuran keringat kepanikan.
“Yeaahhh.. Emm, emm....!” suara usaha yang keluar dari mulut Read dan Emily.
“Pergilah, kau monster jelek!” ujar Read seraya mengerutkan dahinya.
Bugg, bugg, buggg.... Begitulah suara benturan antara balok kayu dan tubuh Siren.
Merasa kesakitan, akhirnya Siren tadi melepaskan Jhon dan kembali berenang ke dalam lautan luas itu. Sementara Jhon masih syok hanya duduk dengan nafas terengah-engah, begitu juga dengan kedua wanita yang sudah menyelamatkan nyawanya.
“Apa itu?” tanya Jhon yang masih terduduk menatap bingung ke arah laut.
“Cepat Jhon!” tarik Emily dan membawa pria itu segera ke atas bersama yang lain.
“Ap– Apa itu tadi? Dia tadi sangat cantik, dan kenapa wajahnya berubah mengerikan?” ocehan terus saja keluar dari mulut Jhon sambil masih berjalan.
“Itu Siren bodoh! Jika sekali lagi kau membuat kami kesusahan, maka akan ku lempar kau kepada monster itu.” Balas Emily geram dengan temannya yang satu itu.
__ADS_1
Semua mata mulai tertuju kepada Jhon, Emily dan Read yang saat ini berhasil menemukan Jhon dengan selamat. “Monster itu sudah datang.” peringatan dari Read membuat semuanya mulai bersiap.
“Guiracocha, cepat ambil kemudi dan melaju dengan cepat!” pinta Papa Pirate seraya memberi isyarat lewat gerakan badan. Seketika Guiracocha mengerti dan segera berlari ke dek kemudi, layar kapal mulai berkibar hingga membuat kapal berlayar sedikit kencang. Mereka harus cepat-cepat menghindari area berbahaya itu, jika tidak maka para Siren bisa menghancurkan kapal mereka.
“You okay?” tanya Rose kepada Jhon.
“I"m okay!” pria itu tersenyum seraya memegang lengan Rose. Dengan segera Clisson, Baryl, Robin dan Bonny mulai menarik tubuh Jhon begitu saja dan menalinya seperti Jack dan Teach saat ini.
“Hey! Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!” ucap Jhon sedikit berontak.
“Shut up, Jhon Champion.” Tegas Read yang sudah lelah dengan sikap Jhon tadi yang membuatnya ikutan panik.
Melihat tatapan tegas, Jhon langsung terdiam. “Okay.” Ucapnya.
“Oh, shitt.” Rose berlari segara menuju ke dalam ruangan santai yang biasa dibuat menari bersama. Lalu ia meraih tas ransel warna coklat miliknya yang berisi benda berharga. Bola Mutiara Ratu Air, buku Giselle, ponsel dan dompetnya.
“Untung saja!” gumam Rose yang kini lega sudah dekat lagi dengan tas tersebut. Saat ia baru saja berhenti di tengah dek kapal yang terdapat Jack, Teach dan Jhon di ikat, tiba-tiba....
🎶“Hear my voice beneath the sea
Sleeping now so peacefully
At the bottom of the sea
Sleep for all eternity
Sailors live so restlessly
Listen to this siren's song
Worry not for nothing's wrong
Let my voice lead you this way
I will not lead you astray
Trust me as we reach the side
Jumping out where men have died
Hear my voice beneath the sea
Sleeping now so peacefully
At the bottom of the sea
Sleep for all eternity
Let the ocean fill your lungs
Struggle not, soon peace will come
__ADS_1
Taking in your final breath
Sink down to the ocean's depths
"I wish I could always be
In the ocean's arms, you see"
He who'd wanted nothing more
Sleeps now at the ocean floor
Ocean was your lover's name
You had loved her all the same
Now you'll always be together
Sirens are so very clever
Hear my voice beneath the sea
Sleeping now so peacefully
At the bottom of the sea
Sleep for all eternity” 🎶
Suara Siren sudah di mulai. Suara yang begitu merdu dan berdemang di sisi lautan.
Robin, Papa Pirate, Guiracocha dan Actassi hanya bisa diam karena mereka tidak bisa mendengar sesuatu dalam keadaan telinga tersumpal dengan lilin. Sedangkan bagi para wanita, suara itu biasa-biasa saja, hanya seperti suara pada umumnya.
Mereka semua mencari keberadaan Siren dengan kepala yang terus berputar ke sana kemari hanya untuk mencari keberadaan monster penyanyi itu.
BERSAMBUNG........
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
JANGAN LUPA....
VOTE
LIKE
KOMEN
FAVORIT
OKAY👍😁
UNTUK VERSI LAGU SIREN, KALIAN YANG PENASARAN BOLEH LIHAT DI YOUTUBE, ADA KOKKK.. THANKS SUDAH MAMPIR KE CERITAKU YANG TIDAK SEMENARIK CERITA FANTASI LAINNYA.
__ADS_1
SEE YOU🤗🤗🌹