
Pertanyaan Rose membuat, tiga orang dihadapannya saat itu tersenyum. Ivy tersenyum seraya menutupi mulutnya dengan telapak tangan yang menggempal, sedangkan Magela tersenyum tipis, seolah kedua orang itu sudah tahu dibalik kekalahan dari Ratu Air.
“Ya.. Emm, you know! Aku— Terlalu baik dan polos! Benar Ivy?” jawab Ratu Air terbata layaknya orang kebingungan. Ivy hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.
“Plain?” bisik Jhon pelan diantara Emily dan Robin.
“Katakan saja ratu!” pinta Magela. Mendengar hal itu, Ratu Air memonyongkan bibirnya ke arah Magela.
“Baiklah. Sebenarnya, aku kalah dengan Ratu Revana, karena... Ya, kalian tahu, sifat periang dan konyol membuatnya mudah menipuku.” Jelas Ratu Air mengatakan sebenarnya.
Ya! Memang Ratu Air sangatlah periang dan sedikit konyol, mungkin hal itu membuat Revana mudah untuk mengelabuinya hingga membuatnya kalah dalam pertarungannya.
Mendengar hal itu, Jhon menahan tawanya sehingga membuat kedua pipinya sedikit terisi, sampai ia mendapatkan tatapan tajam dari Emily dan Robin. “Sorry.” Ucap Jhon langsung terdiam kembali. Tak hanya kuat, Ratu Revana juga cerdik untuk bisa mengalahkan seseorang yang lebih kuat darinya.
“Penyihir Revana sungguh cerdik.” Ujar Jhon kepada semuanya. Namun, Ratu Air menggeleng tidak setuju akan ucapan Jhon tadi.
“No, no. Dia tidak cerdik, tapi licik.” Balas Ratu Air memang benar.
“Lalu, bagaimana selanjutnya?” tanya Emily.
Semuanya kembali hening, tidak ada banyak waktu lagi. Ada sebuah ramalan mengatakan, Saat bulan purnama, kekuatan dari Elemen Darkness akan bertambah, seperti level. Dan itu akan membuat Ratu jahat Revana bertambah kuat jika tidak segera di hentikan.
Ratu Air dan Magela saling menatap dengan anggukan satu kali. Dengan tongkat kayunya, Magela mengeluarkan sebuah mutiara berbentuk bulat dengan ukuran kepalan tangan wanita. Namun mutiara itu masih berwarna putih tanpa ada sedikit warna ataupun noda disana.
“Apa itu mutiara sungguhan?” tanya Jhon yang sedikit lebih maju untuk memastikan mutiara tersebut yang ada di tangan Magela.
“Untuk apa?” tanya Rose. Tapi pertanyaan dari Jhon dan Rose tidak jawab sama sekali. Sampai, Ratu Air mulai menutup kedua matanya sambil sedikit merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas panjang. Rose, Emily, Jhon dan Robin masih tidak tahu, apa yang ingin dilakukan oleh Ratu Air. Tapi untuk Ivy dan Magela, mereka sudah tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi.
Seluruh tubuh Ratu Air mengeluarkan cahaya biru muda bercampur tua dan putih. Cahaya itu berputar mengelilingi tubuh Ratu Air dari atas sampai bawah. Sampai, seluruh tubuh Ratu Air berubah menjadi cahaya yang seketika masuk kedalam bola mutiara yang masih ada di tangan Magela.
Kedua mata Rose terbuka lebar. Tidak percaya dia akan melihat penampakan seperti itu. Bahkan angin dari Ratu Air pun berhembus kencang seperti kipas angin. Pada akhirnya, Ratu Air menghilang karena ia masuk ke dalam bola mutiara tadi. Layaknya penyedot debu saja.
__ADS_1
“Kini Ratu Air ada di dalam bola mutiara. Kalian bisa membawanya.” Ujar Magela memperlihatkan bola mutiara yang kini berubah warna menjadi warna biru laut yang berkilau cantik.
“Mustahil!” gumam Jhon saat melihat bola mutiara itu. Rose meraih bola mutiara yang awalnya di tangan Magela, kini berpindah tangan di Rose.
“Apa dia bisa bicara?” tanya Rose.
“Dia akan bicara jika masalah genting.” Jawab Magela. Rose, Emily dan Jhon mengangguk faham.
“Kau harus menyimpa bola itu dengan baik, saat Ratu Air menjadi bola mutiara, ia tidak bisa menggunakan kekuatannya selama berada di luar istana. Jadi kau tahu alasan, mengapa kau harus berlatih menguasai elemen air, meski itu hanya sedikit.” Jelas Magela.
Rose kini mengerti, alasan ia harus mempelajari elemen air. Karena hanya dirinyalah yang bisa menguasainya, siapa tahu akan ada musibah di perjalanan nanti.
Wanita cantik berambut pirang itu, menaruh bola mutiara Ratu Air kedalam tas coklatnya dan menutup kembali dengan sangat teliti.
Setelah selesai berbincang dengan Magela. Ivy menghampiri Jhon dengan senyuman dan sebuah makanan yang di balut dalam kantong kertas tertutup di dalam genggaman tangan Ivy.
“Ini adalah kentang goreng. Kau dan temanmu bisa memakannya saat di jalan nanti!” ucap Ivy lembut.
Jhon menganga tidak percaya, baru pertama ini ada wanita yang sungguh baik dan perhatian kepadanya. Bahkan Putri Brillyana yang dia sukai tidak pernah bertemu dengannya. Perlahan Jhon meraihnya dengan senyuman lebar.
“Terima kasih! Kau tahu makanan favorit ku!” balas Jhon tak percaya.
“Tidak, semua orang suka dengan kentang goreng.” Jawab Ivy polos, yang ternyata hanya kebetulan memberikan kentang goreng itu.
Mendengar jawaban itu membuat Emily tertawa lepas, sementara Rose dan Robin tersenyum tipis. Bagi Jhon itu tak masalah, yang penting kentang goreng itu pemberian dari Ivy. Saat semuanya sibuk akan perhatian mereka terhadap Jhon. Robin melihat keluar pintu Istana Hameland, dia melihat seekor burung hantu yang sama seperti sebelumnya, berterbangan di luar pintu istana.
“Sebaiknya kita segera pergi.” Ucap Robin menghentikan tawa ketiga temannya tadi.
“Panggil aku jika membutuhkan bantuan.” Ucap Magela langsung pergi menghilang begitu saja.
“Kami akan pergi!” pamit Rose kepada Ivy.
__ADS_1
“Hm, berhati-hatilah!” Ivy tersenyum ramah dan mengantar keempat orang tadi menuju keluar gerbang. Di luar gerbang juga sudah tersedia empat kuda bertubuh besar dan kuat yang sudah siap berlari.
Mereka harus melanjutkan misi selanjutnya, menuju ke Istana Fieryland, istana milik Ratu Api.
\*\*\*
Istana Fredenslige
Seorang peramal bernama Lotus, masih setia kembali menghadap ke sang ratu. Dengan tatapan dan senyuman sombongnya, senantiasa terpasang jelas di wajah Lotus.
“Apa yang anda inginkan Ratu?” tanya Lotus yang saat ini berdiri menatap ke arah Ratu Revana yang selalu duduk di tahta besarnya.
“Apa kau bisa mencarikan keberadaan orang-orang yang terlibat dalam membantu keturunan Deldelina?” tanya Ratu Revana.
“Always doubting me (selalu saja meragukan ku)!” balas Lotus terseringai.
“Tentu Ratu!” lanjutnya.
Lotus mulai melacak keberadaan orang-orang yang tahu tentang keberadaan dari keturunan Deldelina. Atau orang yang dia cari adalah Rose. Bagi Lotus, tidak memerlukan waktu berjam-jam atau bermenit-menit untuk melacak sesuatu ataupun meramal sesuatu.
“Meet!” ujar Lotus terseringai puas karena ia berhasil menemukan tempat rahasia perkumpulan dari orang-orang Ratu Deldelina dulu. Tempat bawah tanah milik Emily dan Jhon berasal.
Mendengar hal baik dari Lotus, membuat Ratu Revana tersenyum puas akan mangsanya yang sebentar lagi terperangkap. Dari sisi lain, Putri Brillyana melihat ibunya dari kejauhan, ia benar-benar tidak tahu apa tujuan dari sang ibu, dan kenapa dia sangat ingin menemukan seseorang yang dia maksud?
BERSAMBUNG...............
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
QUESTION
BURUNG HANTU SIAPAKAH YANG SELALU ADA MENURUT KALIAN?
__ADS_1
COBA TEBAK, SEKEDAR PERTANYAAN BASA BASI UNTUK HIBURAN SUAPAYA TIDAK BOSAN. JANGAN LUPA JEJAKNYA YAAAA👍👍😁
THANK YOU AND SEE YOU....