Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Kekesalan Demian


__ADS_3

Demian dan Ronald berjalan memasuki sebuah restoran seefood. Siang ini dia memiliki janji dengan ibunya untuk makan siang di tempat ini.


" Apa ibuku sudah datang kemari ? " tanya Demian sambil mencari keberadaan ibunya di dalam restoran.


" Sudah Tuan. Sepuluh menit yang lalu Nyonya Besar memberikan kabar kalau beliau sudah menunggu anda disini ! " jawab Ronald.


Demian mengangguk. Dia kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran. Keningnya mengernyit saat mendapati keberadaan ibunya yang sedang duduk bersama seorang gadis.


" Siapa gadis yang bersama ibuku ? " tanya Demian sambil menoleh kearah Ronald.


Mendengar pertanyaan tuannya, Ronald segera menelisik ke seluruh ruangan restoran. Dia memperhatikan baik-baik wajah seorang gadis yang sedang tertawa di samping Nyonya Besar.


" Sepertinya wajah gadis itu tidak asing Tuan ! " jawab Ronald.


Ronald mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan gadis tersebut. Tak lama kemudian dia akhirnya mengetahui siapa gadis itu.


" Tuan Demian, gadis itu adalah sekertarisnya Tuan William, Nona Sheril ! " ucap Ronald.


Sudut bibir Demian berkedut saat Ronald memberitahu siapa gadis yang sedang bersama ibunya. Dia tentu masih ingat dengan gadis yang terlihat sangat gugup saat bertemu dengannya di perusahaan.


" Sheril " gumam Demian.


Demian segera melangkahkan kakinya menuju meja dimana Sheril dan ibunya berada. Entah kenapa dia sedikit penasaran ingin kembali melihat sikap gugup gadis itu yang menurutnya terlihat sangat mirip dengan gadis kecilnya dulu.


" Ma " panggil Demian begitu dia sampai di depan ibunya.


Demian menatap kearah Sheril yang terkejut melihat kedatangannya. Dia kembali ingin menertawakan kelakuan gadis itu yang langsung menundukkan kepala sambil meremas tangannya sendiri setelah tersadar dari keterkejutannya.


" Oh, kau sudah datang sayang ! " sahut Medina kemudian tersenyum kearah putranya.


Demian mengangguk. Dia lalu duduk berhadapan dengan Sheril.


" Kau ingin pesan apa Dem ? " tanya Medina.


" Terserah mama saja " jawab Demian.


Demian melepaskan jas yang dia pakai sambil terus memperhatikan Sheril melalui ujung matanya. Gadis itu masih belum berani mengangkat wajahnya, membuat hatinya tergelitik lucu karena tingkah anehnya itu.


" Sheril, kau kenapa ? " tanya Medina bingung melihat Sheril yang terus menunduk.


Sheril gelagapan saat Bibi Medina bertanya seperti itu padanya. Dengan perlahan-lahan akhirnya Sheril menunjukkan mukanya yang sedikit memerah.


" Tidak apa-apa Bi " jawab Sheril sekenanya.


Demian diam memperhatikan interaksi diantara Sheril dan ibunya. Sangat jelas kalau keduanya terlihat cukup dekat.


" Oh, Bibi kira kau kenapa. Oya Sheril, perkenalkan ini adalah anak semata wayang Bibi, namanya Demian. Demian ini Sheril, ibu mengenalnya karena tidak sengaja menabraknya tadi ! " ucap Medina saling memperkenalkan keduanya.


Sheril memberanikan diri untuk menatap kearah Demian. Dia merasa sangat canggung karena Demian hanya duduk diam sambil menatapnya.


" Bibi, kami sudah saling mengenal sebelumnya. Kebetulan bos tempatku bekerja merupakan rekan bisnis Tuan Demian ! " ucap Sheril dengan suara pelan.


Demian berdehem saat ibunya melihat kearahnya. Dia kemudian mengangguk.

__ADS_1


" Oh, jadi kalian sudah saling mengenal ya? Itu berita yang bagus ! " ucap Medina sambil tersenyum senang.


Sheril dan Demian menatap bingung kearah ibu mereka.


" Berita bagus apanya ? " tanya Demian pada ibunya.


Sheril mengalihkan pandangan kearah Demian. Cepat-cepat dia menundukkan kepala saat Demian menyadari kalau dia sedang melihat kearahnya.


" Berita bagus karena Mama tidak perlu susah-susah lagi untuk mendekatkan kalian ! " jawab Medina.


Medina kemudian memanggil seorang pelayan. Dia lalu memesankan makanan kesukaan Demian.


Sheril meremas tangannya cemas setelah mendengar perkataan Bibi Medina. Dia takut Demian akan berpikir kalau dia yang meminta ibunya untuk bicara seperti itu padanya.


" Apa maksud Mama ingin mendekatkan kami berdua ? " tanya Demian tidak suka.


Demian melirik tajam kearah Sheril. Dia mulai menebak kalau gadis itu sengaja mempengaruhi pikiran ibunya supaya bisa mendekatinya. Trik murahan yang sudah biasa dia lihat dari gadis-gadis yang menginginkannya.


Menyadari adanya emosi di balik pertanyaan putranya, Medina cepat-cepat memberikan penjelasan. Dia tentu tau kalau putranya itu sangat tidak suka jika ada gadis yang di jodohkan dengannya.


" Kau jangan salah paham dulu Dem. Mama ingin mendekatkan kalian berdua karena Sheril sudah Mama anggap seperti anak Mama sendiri. Benar begitu kan Sheril ? " tanya Medina sambil membelai rambut Sheril.


Sheril menatap lama kearah Demian sebelum menganggukkan kepalanya.


" Iya Bi " jawab Sheril pelan.


Sheril merinding saat mendengar Demian menarik nafas dengan suara yang cukup keras.


Demian menangkap adanya kesedihan di mata Sheril saat dia mengatakan kalau sudah ada seseorang di dalam hatinya. Bibirnya tersenyum sinis karena tebakannya tidak salah kalau Sheril sengaja mendekati ibunya untuk hal ini.


" Tapi Dem, gadis itu sudah pergi meninggalkanmu. Mau sampai kapan kau menunggunya ! " ucap Medina pelan.


Demian menggeram kesal saat ibunya mengingatkan tentang kepergian gadis kecilnya dulu. Dia melirik kearah Sheril yang hanya diam dengan wajah yang terlihat murung.


" Aku akan tetap menunggunya sampai dia kembali padaku Ma. Jika perlu aku akan menantinya seumur hidupku ! " sahut Demian tak terbantahkan.


Medina menarik nafas berat. Lagi-lagi Demian tetap bersikukuh untuk menunggu gadis yang telah meninggalkannya sepuluh tahun yang lalu. Dia lalu menoleh kearah Sheril yang hanya duduk diam mendengarkan perdebatannya dengan Demian.


" Sheril, maaf ya kalau kau jadi tidak nyaman karena pembicaraan kami berdua ! " ucap Medina sambil mengelus bahu Sheril.


Sheril berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya. Dia lalu tersenyum kearah Bibi Medina.


" Tidak apa-apa Bi. Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengganggu pembicaraan Bibi dan Tuan Demian " sahut Sheril lalu memberanikan diri untuk tersenyum kearah Demian.


Demian berdecih lalu membuang muka kearah samping saat Sheril tersenyum padanya.


Sheril lalu melihat kearah jam tangannya.


" Bibi Medina, Tuan Demian, aku permisi dulu ya. Jam istirahatku sudah habis dan aku harus segera kembali ke kantor ! " pamit Sheril sambil berdiri dari duduknya.


Medina ikut berdiri saat Sheril sudah ingin pergi dari sana. Dia lalu memberikan sebuah pelukan hangat sebelum mereka berpisah.


" Kau hati-hati ya Sher. Jangan lupa untuk menghubungi Bibi kalau ada waktu senggang. Ingat, sekarang Bibi sudah menjadi orangtuamu ! " ucap Medina lembut.

__ADS_1


Sheril mengangguk kemudian tersenyum.


" Baik Bi. Aku akan menghubungimu nanti. Kalau begitu aku pergi dulu ".


Medina mengangguk.


" Mari Tuan Demian " pamit Sheril kemudian membungkuk hormat.


Demian mengacuhkan Sheril yang berpamitan padanya.


" Kau jangan seperti itu pada Sheril Dem ! " ucap Medina begitu Sheril meninggalkan meja mereka.


Dengan kesal Demian menatap kearah ibunya.


" Aku tau Mama menginginkannya menjadi istriku ! " sahut Demian langsung.


Medina terdiam. Dia sudah tidak bisa mengelak lagi karena keinginannya sudah di ketahui oleh Demian.


" Kau bisa mencobanya dengan Sheril Dem, Mama yakin dia adalah gadis yang baik. Lagipula umurmu sudah sangat cukup untuk membina rumah tangga ! " ucap Medina sambil memegang tangan putranya.


Dengan kasar Demian menghempaskan tangan ibunya.


" Kapan dia mulai mendekati Mama ? " tanya Demian.


" Bukan dia yang mendekati Mama. Tapi Mama yang tidak sengaja menabraknya tadi " jawab Medina.


" Jadi Mama baru mengenalnya ? ".


Medina mengangguk.


" Dan Mama langsung berpikir kalau dia adalah seorang gadis yang baik hanya dalam hitungan menit ? " ucap Demian tak percaya.


" Dem...


" Cukup Ma ! " bentak Demian.


Demian mengusap wajahnya karena tidak sengaja sudah membentak ibunya.


" Ma, aku meluangkan waktu untuk menemani Mama makan siang. Tolong jangan buang waktuku hanya untuk membahas masalah yang tidak penting itu ! " ucap Demian melunak.


Medina menghela nafas pelan. Inilah yang selalu terjadi setiap kali dia mencoba menjodohkan Demian dengan seorang gadis. Medina hanya ingin Demian melupakan gadis masalalunya itu. Dia ingin melihat Demian bahagia dengan membuka lembaran hidup yang baru. Sudah cukup putranya hidup dengan hati yang beku pada setiap gadis selama ini. Dan tadi Medina langsung terfikir kalau Sheril adalah gadis yang tepat untuk putranya.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


🍒 Pemberitahuan: Novel ini sedang dalam tahap revisi ulang. Alur cerita di dalam novel ini sengaja di rubah dari alur cerita yang sebelumnya karena author mendadak hilang fokus. Nama tokoh dalam novel ini juga ada beberapa yang author ganti. Jadi buat para pembaca yang budiman harap maklum kalau ceritanya belum menyambung dengan part yang sudah di upload sebelumnya. Terima kasih....


**🍒 Jangan lupa untuk selalu vote, vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment dan rate bintang lima


🍒 ig: nini_rifani


🍒 fb: Nini Lup'ss


🍒 wa: 0857-5844-6308**

__ADS_1


__ADS_2