Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 27 # LUKA TAK BERDARAH 1


__ADS_3

Reina baru saja keluar dari sebuah ruangan di rumah sakit,menemani ayahnya menjenguk rekan kerjanya yg sedang sakit.


Dia lalu meminta izin pada ayahnya untuk berjalan2 mencari udara segar.


"Pak, ayo temani aku jalan2. Aku tidak suka berada disini " ajakku pada supir.


"Baik Non".


Kami segera meninggalkan rumah sakit.


Mobil melaju membelah jalanan. Terlihat lampu mulai berkelap kelip disetiap sisi jalan.


" Kita mau kemana Non "?? tanya supir padaku.


" Aku juga belum tau pak. Kita ikuti jalan ini saja " jawabku yg juga bingung karena tidak memiliki tujuan.


Aku sebenarnya hanya tidak ingin berdiam dirumah sakit. Rasanya dadaku sangat sesak teringat aku yg dulu melakukan pengobatan begitu lama.


Saat mobil sedang melaju, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan yg berjalan tertatih-tatih.


"Pak, pelankan mobilnya. Aku sepertinya mengenal perempuan itu " ucapku sambil menunjuk kearah perempuan yg mulai terlihat oleng.


Saat mobil kami tepat berada disamping perempuan itu, aku baru bisa mengenali siapa perempuan ini.


"Sheril "!!! panggilku.


" Pak, hentikan mobilnya ".


Saat aku baru membuka pintu mobil, tiba2 Sheril jatuh tak sadarkan diri.


Aku terkejut melihatnya terbaring ditanah, segera berlari menghampirinya.


" Astaga Sheril, kamu kenapa "??


Aku mengangkat kepala Sheril lalu meletakkannya dipahaku.


Pakaian Sheril penuh dengan darah, lengannya juga diperban.


Darah terlihat merembes keluar dari perban itu.


" Pak, tolong bantu aku membawanya masuk ke mobil "teriakku pada sopirku.


Sheril akhirnya berhasil kami bawa masuk kedalam mobil. Aku meletakkan kepalanya di pangkuanku.

__ADS_1


" Sheril, apa yg terjadi padamu?? Kenapa banyak sekali luka ditubuhmu "?? aku berbicara sendiri begitu melihat bukan hanya luka dilengan saja yg ada ditubuh Sheril, tetapi kakinya juga terlilit perban. Wajahnya terlihat sangat pucat, pipinya bengkak dan ada sedikit darah kering diujung bibirnya.


" Nona, kita harus membawa wanita ini kemana "?? tanya sopir yg memperhatikanku lewat kaca spion mobil.


" Dia temanku pak, namanya Sheril. Kita bawa dia kerumah saja. Aku yg akan merawatnya " jawabku.


"Tapi Non, sepertinya keadaan teman nona ini sangat parah. Apa tidak sebaiknya kita membawanya kerumah sakit "??.


" Bukankah tadi sudah kukatakan kalau aku yg akan merawatnya " bentakku kesal.


"Maafkan saya Non ".


" Aku yg harus minta maaf karena sudah membentak bapak tadi. Aku panik melihat keadaannya. Dia adalah orang yg telah menyelamatkanku malam itu pak. Aku berhutang nyawa padanya " jelasku.


Aku menyesal bersikap kasar padanya tadi.


"Tidak apa-apa Non. Kalau begitu saya akan meminta pelayan untuk menelfon dokter kerumah" jawabnya lalu menghubungi seseorang.


Aku terus membelai pipi bengkak Sheril hingga akhirnya kami telah sampai dirumah.


Aku dan pelayan membawa Sheril kekamarku.


Dokter yg sudah datang segera memeriksa keadaan Sheril yg masih tidak sadarkan diri.


"Nay, apa kau tau kalau ibunya David mengalami kecelakaan,??


Kalau Sheril mengetahuinya, dia pasti sangat cemas " ucap Kevin pada adiknya yg baru saja pulang bertemu klien.


"Apa kak,!!!


Ibunya David mengalami kecelakaan "??? Naya terkejut mendengar perkataan kakaknya. Jangan2 itu kecelakaan yg diceritakan wanita didepan restaurant tadi.


" Iya. Semua stasiun TV menyiarkan berita itu " jawab Kevin.


"Kenapa kamu terlihat begitu kaget "??.


" Kak, tadi aku melihat ibunya David berada di restaurant yg sama denganku. Didepan restaurant itu juga terjadi sebuah kecelakaan. Kalau benar itu kecelakaan ibunya David, lalu bagaiman dengan Sheril,??? panikku.


"Apa hubungannya dengan Sheril Nay "?? Kevin terkejut mendengar perkataan adiknya.


" Tadi Sheril bersama ibunya David di restaurant itu. Jangan-jangan Sheril....


"Jangan berfikir buruk dulu Nay.

__ADS_1


Kakak akan menghubungi Sheril sekarang". Dia segera menelfon nomor Sheril.


Kevin panik saat telfonnya tidak diangkat. Dia kembali menelfon nomor Sheril.


"Halo Sheril " ucap Kevin begitu telfonnya diangkat. Kevin mengernyitkan keningnya karena ternyata bukan Sheril yg mengangkat telfonnya.


"Kau siapa,?? Dimana Sheril,??" tanya Kevin.


Jantungnya berdetak sangat kencang saat ini.


.......


"Apa"!??? teriak Kevin.


Naya yg melihat kakaknya berteriak panik akhirnya menangis. Dia merasa sesuatu yg buruk sedang menimpa adiknya.


" Lalu sekarang kalian ada dimana "?? tanya Kevin sambil menghampiri Naya yg mulai menangis.


......


" Bisakah kau mengirimkan alamatmu padaku "??? tanya Kevin sambil memeluk Naya.


" Baiklah. Kami akan segera kesana. Terima kasih ".


Kevin semakin erat memeluk adiknya. Dia bingung bagaimana menyampaikannya pada Naya.


" Sheril kenapa kak "?? tanya Naya.


" Nay, Sheril..


"Sheril kenapa kak. Jawab " Naya semakin histeris melihat Kevin tidak melanjutkan perkataannya. Pasti ada hal buruk yg terjadi.


"Sheril pingsan di pinggir jalan. Tubuhnya penuh darah. Dia belum tau kondisi Sheril karena dokter masih memeriksanya".


Tubuh Naya jatuh lunglai kelantai. Ternyata yg dia takutkan benar terjadi. Sheril-nya mengalami hal buruk.


" Nay, tenanglah. Sekarang lebih baik kita segera menemui mereka. Keadaan Sheril masih belum jelas "ajak Kevin yg tak tega melihat adiknya seperti kehilangan hidupnya.


Naya terlalu sayang pada Sheril, dia tidak pernah membiarkan Sheril terluka meskipun hanya sedikit.


Wajar saja jika sekarang dia begitu syok mendengar adiknya yg sepertinya terluka cukup parah.


Kevin membantu Naya berdiri. Kemudian memeluknya keluar. Kevin begitu cemas melihat Naya yg terus menangis tanpa mengeluarkan suara. Bagaimana nanti jika Naya melihat langsung keadaan Sheril. Kedua adiknya saat ini membuatnya sangat khawatir. Jika saja orangtuanya masih hidup, dia pasti tidak akan merasa kacau seperti sekarang. Setidaknya ada orang yg akan menemaninya melewati masalah ini.

__ADS_1


__ADS_2