Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Kunjungan Mertua


__ADS_3

..."...Karena pada dasarnya, mencintai adalah seni paling sederhana untuk terluka..."...


...🍒 Sheril Agatha Lauren 🍒...


"Halo sayang, apa kabar?" sapa Medina ketika melihat menantu kesayangannya tengah berjalan menuruni anak tangga.


"Halo juga Ibu, selamat pagi. Selamat pagi juga, Ayah" sahut Sheril sopan saat membalas sapaan ibu mertuanya. "Kabarku baik, bagaimana kabar kalian?.


"Kami tentu saja baik-baik saja, sayang. Ayo duduk di samping Ibu" jawab Medina sambil menepuk sofa di sebelahnya.


Ekor mata Zeth terus memperhatikan gelagat putranya yang terlihat tidak nyaman dengan kunjungan ini. Zeth tahu betul kalau Demian sebenarnya sangat tidak ingin menikahi Sheril. Tapi karena paksaan ibunya, juga karena demi menyelamatkan nyawa ibunya, Demian dengan sangat terpaksa akhirnya menyetujui pernikahan tersebut. Merasa bersalah, Zeth memutuskan untuk mengajak putranya bicara di tempat lain. Meninggalkan istri dan menantunya yang sedang berbincang dengan sangat hangat layaknya anak dan ibu kandung.


"Dem, Ayah ingin bicara denganmu. Ini tentang perusahaan" ucap Zeth mencari alasan agar tidak di curigai istrinya.


Demian tak langsung menjawab ajakan ayahnya. Dia duduk diam sambil menatap dingin kearah ibunya yang terlihat begitu bahagia saat berbicara dengan Sheril.


"Dem?.


"Zeth, kenapa kau memaksanya sih? Mungkin Demian tidak mau pergi karena dia tidak rela berjauhan dengan Sheril. Kau seperti tidak paham saja kalau mereka ini kan pengantin baru" sela Medina usil.


Zeth tersenyum kikuk, dia bahkan tidak berani melihat kearah putranya. Zeth yakin sekali kalau sekarang putranya itu pasti sedang menahan amarahnya. Entah ini hanya perasaan Zeth saja atau memang bagaimana, suasana di ruang tamu rumah ini mendadak terasa begitu dingin dan mencekam. Seakan ada gumpalan es yang akan segera mencair dan siap membekukan semua orang.


"Bu, apa Ibu dan Ayah sudah sarapan?" tanya Sheril memecah kesunyian.


Canggung, itu yang di rasakan oleh Sheril ketika mendapat kunjungan dari mertuanya. Dia merasa serba salah karena Demian terus mengawasinya. Sebenarnya tidak sedikitpun terbersit niat di hati Sheril untuk mengadukan apa yang di perbuat oleh Demian pada kedua mertuanya. Sheril terlalu sayang padanya, jadi dia tidak rela ada orang lain yang beranggapan buruk pada suaminya jika masalah kekerasan itu sampai terungkap. Tapi sepertinya Demian masih tidak percaya juga.


"Sudah. Ayah dan Ibu sudah sarapan sebelum datang kemari" jawab Median.


"Obatnya?.

__ADS_1


Salah satu yang membuat Sheril mantap untuk menikah dengan Demian adalah demi kesembuhan wanita ini. Ya, beberapa waktu lalu ibu mertuanya sempat mengalami kecelakaan karena mengejarnya yang menolak untuk menikah dengan Demian. Sejak saat itu Sheril terus di kejar-kejar rasa bersalah, hingga pada akhirnya dia langsung menyetujui permintaan wanita ini meskipun tahu kalau pernikahannya tidak akan berakhir bahagia. Biarlah, lagipula Sheril sebenarnya juga sangat ingin menikah dengan Demian seperti yang dia janjikan sepuluh tahun lalu. Waktu itu dia terpaksa menolak karena Demian mengancam akan menyakiti kedua kakaknya jika dia tidak mau mundur dari perjodohan tersebut.


"Kau tenang saja, Sher. Ibumu itu mendadak berubah patuh setelah kau menjadi menantunya. Dia akan langsung makan dan meminum obatnya tanpa perlu Ayah suruh" jawab Zeth menggantikan istrinya bicara.


Demian yang mendengar hal itu tanpa sadar tersenyum samar. Namun senyumnya itu langsung hilang saat dia tahu kalau Sheril tengah menatapnya diam-diam. Muak melihat wajah istrinya yang begitu menjijikkan, dia memutuskan untuk menyetujui ajakan ayahnya yang tadi dia abaikan. Dia mencoba bertaruh pada keadaan kalau Sheril tidak akan mengadukan apapun pada ibunya.


"Ayah, kau bilang ada yang ingin di bicarakan. Ayo kita pergi ke ruanganku saja."


"Baiklah" sahut Zeth tanggap. "Medina, Sheril, Ayah pergi dulu ya sebentar. Kalian bicaralah dengan santai."


Sheril dan Median kompak mengangguk. Mereka terus memperhatikan punggung kedua pria itu sampai hilang dari pandangan mata.


"Sher, Demian tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu kan?" tanya Median khawatir. "Ibu tahu kalian berdua menikah karena terpaksa. Dan Ibu sengaja datang kemari untuk memastikan kalau kau baik-baik saja. Semalaman Ibu tidak bisa tidur, Ibu takut Demian bertindak kejam padamu."


Seulas senyum kecut nampak terlukis di bibir tipis Sheril yang di poles dengan lipstik tebal untuk menutupi luka yang ada di sana. Jangan lupakan juga dengan make-up yang dia kenakan. Untunglah ibu mertuanya tak terlalu memperhatikan di bagian wajah. Jika iya, maka luka lebam yang coba dia sembunyikan pasti akan langsung ketahuan. Walaupun Sheril sudah mencoba menutupinya make-up yang cukup tebal, lebam di wajahnya masih saja terlihat meski samar-samar. Awalnya Sheril sempat merasa khawatir, tapi untunglah kekhawatirannya itu tidak menjadi kenyataan.


"Tidak, Bu. Kak Demi sangat baik terhadapku. Iya benar kalau di antara kami memang belum ada perasaan lebih, tapi dia memperlakukan aku dengan sangat baik. Dia bahkan menawarkan diri untuk tidur di sofa karena takut aku merasa tidak nyaman jika kami tidur satu ranjang. Jadi Ibu jangan khawatir ya?" jawab Sheril lembut.


'Maafkan aku terpaksa berbohong padamu, Bu. Aku tidak mau kau marah pada Kak Demi jika aku mengatakan yang sebenarnya. Aku terlalu mencintainya, sangat sangat mencintainya.'


"Kau tidak bohong kan, Sher??" cecar Medina tak percaya. "Ibu tahu bagaimana sikap Demian selama ini. Dia amat mudah membenci orang asing yang tiba-tiba berada di sekitarnya. Jujur saja kalau memang benar Demian menyakitimu, Ibu akan langsung menegurnya nanti."


"Tidak Bu, sungguh. Kak Demi benar-benar memperlakukan aku dengan sangat baik. Kalau Ibu tidak percaya silahkan tanya saja pada pelayan yang ada di rumah ini. Mereka adalah saksinya" ucap Sheril terus berkilah dari pertanyaan ibu mertuanya yang memang benar adanya.


Melihat ibu mertuanya yang tak kunjung percaya, Sheril segera menoleh kearah pelayan yang tadi membantu mengoleskan obat di punggungnya. Dia menatap pelayan tersebut dengan raut wajah penuh harap sambil meramalkan doa agar pelayan ini tak salah bicara.


"Yang di sampaikan oleh Nyonya Sheril benar, Nyonya Medina. Tuan Demian memperlakukan Nyonya Sheril seperti seorang ratu. Kami bahkan sampai iri melihatnya."


"Benarkah?.

__ADS_1


Medina merasa ada yang janggal. Jelas-jelas putranya ini seperti orang kesetanan saat Medina memintanya untuk menikah dengan Sheril.


"Ibu, kenapa Ibu malah berfikiran buruk tentang putra Ibu sendiri? Kak Demi benar-benar sangat baik padaku. Sikapnya memang agak sedikit dingin, tapi tidak apa-apa, itu tidak masalah untukku. Aku yakin perlahan-lahan sikapnya pasti bisa berubah asalkan aku bisa sabar menghadapinya" imbuh Sheril kembali meyakinkan ibu mertuanya agar tidak terus merasa curiga.


"Sayang, Ibu hanya tidak mau melihatmu terluka. Karena jika hal itu sampai terjadi, maka Ibulah yang merasa paling bersalah. Pernikahan ini bukan kalian yang menginginkan, tapi Ibu yang memaksakan kehendak!" ucap Medina sedih.


"Siapa bilang Bu? Aku sangat mencintai Kak Demi, impianku adalah bisa menikah dengannya. Jadi ini semua bukan hanya salah Ibu, ini adalah salah kita berdua" sambung Sheril kemudian tertawa. "Kalau seandainya nanti Kak Demi marah, maka Ibu harus bersedia menerima hukuman bersamaku ya. Oke?.


Medina tertawa saat mendengar candaan yang lontarkan oleh menantunya. Dia kemudian memeluknya, mengernyit heran saat mencium aroma obat yang cukup kuat.


"Kenapa tubuhmu bau obat, Sher?.


"Jangan bahas itu, Bu. Aku malu" jawab Sheril berbohong.


"Astaga, ternyata Demian buas juga" ucap Medina begitu menyadari maksud dari jawaban menantunya. "Tapi tidak apa-apa. Dengan begini Ibu bisa dengan cepat menimang cucu. Iya kan sayang?.


"Iya Bu. Doakan saja ya semoga Tuhan bisa secepatnya menghadirkan malaikat kecil di rumah ini."


Pelayan yang tadi membantu mengobati luka di punggung majikannya nampak menundukkan kepala. Dia tahu betul kalau majikannya tidak akan pernah mendapat kebahagiaan di rumah ini. Karena si pemilik rumah sudah menyiapkan ratusan cara untuk membuat nyonya-nya seperti hidup di neraka.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


...🍒 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.. ...


...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...


...🍒 IG: emak_rifani...


...🍒 FB: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2