
...".....Semanis apapun kata dalam berpamitan, perpisahan tetaplah yang paling menyakitkan. Karena kini aku hanya bisa mengingat tanpa berucap, tersenyum tanpa melihat, dan memendam tanpa bisa mengungkapkan....."...
...🍒 Demian Andero Clovist 🍒...
Setelah sampai di ruangannya, dengan malas Demian duduk di sofa. Dia merebahkan kepala, membiarkan matanya menatap kosong kearah langit-langit ruangan.
"Maafkan Ayah tidak bisa menentang keinginan Ibumu, Dem" ucap Zeth setelah duduk di seberang sofa. "Ayah tidak bisa berbuat apapun dengan pada pernikahan kalian. Maaf."
"Tidak ada gunanya Ayah meminta maaf padaku, toh pernikahan ini sudah terlanjur terjadi. Di sini yang seharusnya meminta maaf adalah Sheril. Jika waktu itu dia menolak keinginan Ibu, pernikahan ini tidak akan mungkin terjadi. Tapi Sheril sengaja memanfaatkan keadaan agar bisa masuk ke keluarga kita. Aku benar-benar sangat ingin membunuhnya" sahut Demian kembali tersulut emosi ketika ayahnya menyinggung tentang pernikahan terkutuk itu.
"Tapi Dem, Sheril tidak sepenuhnya bersalah. Dia pun terpaksa meng-iyakan keinginan Ibumu. Dia juga sudah membantu mem...
"Ayah...." panggil Demian dengan suara yang sangat rendah. "Ayah jangan coba-coba membela wanita sialan itu di hadapanku. Karena apa yang akan Ayah katakan hanya akan membuatku semakin membencinya. Aku bahkan tidak peduli meskipun Ayah bilang padaku kalau Ibu berhasil selamat karena mendapatkan donor darah dari Sheril, itu semua tidak memiliki arti apapun. Di mataku, segala hal yang berhubungan dengan Sheril adalah sesuatu yang sangat tidak penting. Aku muak Ayah, aku muak!.
"Demian, jaga ucapanmu!.
Zeth terpancing emosi. Dia tahu kalau putranya tidak mencintai Sheril, tapi dia tidak terima jika Demian menganggap pertolongan yang di dapat istrinya merupakan sesuatu yang tidak penting. Medina berhasil melewati masa kritis berkat donor darah yang di lakukan oleh Sheril, padahal saat itu kondisi Sheril juga sedang terluka. Menantunya itu rela bertaruh nyawa hanya demi untuk menyelamatkan nyawa istrinya. Dan baru saja putranya menyebut kalau semua itu tidak penting. Zeth tidak terima, benar-benar sangat tidak terima saat dua nyawa wanita hampir melayang karena sebuah kecelakaan.
"Kau boleh tidak suka pada Sheril, Dem. Tapi tolong jangan lupa dengan apa yang sudah dia korbankan. Sebelum kecelakaan itu terjadi, bukankah kau juga telah menyakitinya? Ibumu bahkan menyaksikan sendiri bagaimana kau bersikap kasar padanya. Harusnya kau bersyukur karena bisa menikahi wanita sebaik Sheril, bukan malah menganggapnya tidak penting!.
Demian menggeram marah. Ingatannya melayang pada kejadian dimana Sheril datang ke kantornya sebelum ibunya mengalami kecelakaan.
Flashback
"Aaawwhhh, sakit!" cicit Sheril saat Demian menjambak rambutnya dengan kasar.
"Sakit kau bilang?" ejek Demian tanpa berniat melepaskan jambakannya. "Ini akibatnya kalau kau berani melangkah terlalu jauh ke dalam keluargaku. Berani-beraninya kau menghasut Ibuku agar aku mau menikah denganmu. Kau pikir kau itu siapa hah!.
Setelah meneriaki Sheril, dengan marah Demian menampar wajahnya. Tak hanya sampai di situ, dia dengan kejam menendang Sheril hingga jatuh menabrak pinggiran meja yang membuat kepalanya mengeluarkan berdarah. Bukannya merasa kasihan, Demian malah dengan sengaja mencekik leher Sheril hingga membuatnya kesulitan bernafas.
__ADS_1
"K-Kak Demi" panggil Sheril lirih sambil meneteskan airmata. "Ini a-aku. C...
"Hentikan omong kosongmu! Kau jangan coba-coba menyebut nama Cery di hadapanku!" sentak Demian dengan sorot mata yang menyala-nyala. "Sheril, Sheril, Sheril!!!! Batalkan keputusanmu atau aku akan membuat Kevin dan Anaya tidak bisa menjalani hidup dengan normal. Aku akan membuat kedua kakak tersayangmu itu tidak bisa melakukan apapun lagi. LJ Group akan kuhancurkan dan aku akan mengirim mereka keluar dari negara ini. Kau dengar aku tidak! Hah!.
"T-tapi Kak, aku menyukaimu."
Plaaaakkkkkk
Sheril kembali menabrak pinggiran meja, dan kali ini keningnya yang berdarah. Ronald yang saat itu juga berada di sana nampak tidak mempedulikan apa yang sedang terjadi. Dia diam tak bergeming menyaksikan tuannya tengah menyiksa seorang wanita. Ronald tahu benar alasan kenapa tuannya tega berbuat seperti itu pada wanita ini. Perjodohan sepihak adalah alasan yang telah membuat tuannya menjadi gelap mata.
"Aaaaaaaa... sakit. Kak Demi sakit Kak!" jerit Sheril saat jari-jarinya di injak dengan sangat kuat oleh Demian.
"Kalau tahu sakit harusnya kau tidak bicara seperti itu padaku!" hardik Demian sambil terus menekan pijakan kakinya. "Sekarang jawab aku. Kau mau membatalkan pernikahan itu atau tidak. Jawab!.
"Kak, sakit, tolong lepaskan" rintih Sheril menghiba.
"Ooh, jadi kau tidak mau membatalkannya ya?" kesal Demian kemudian menoleh kearah Ronald. "Hancurkan LJ Group saat ini juga dan buat Kevin beserta Anaya Zilguein mengalami kecelakaan. Kalau mereka berhasil selamat, patahkan kedua kaki mereka agar mereka tak bisa lagi berjalan seperti orang normal."
"Jangaaannnn!" teriak Sheril ketakutan. "Tuan Ronald, tolong jangan sakiti kakak-kakakku. Aku mohon!.
"Maaf Nona Sheril, semua itu tergantung dari keputusan anda sendiri. Jika anda berbesar hati membatalkan pernikahan itu maka saya akan mengabulkan permintaan anda. Tapi jika anda masih tetap bersikeras untuk menikah dengan Tuan Demian, maka bersiaplah kehilangan Tuan dan Nona Zilguein. Saya tahu anda adalah wanita yang terpelajar, satu menit untuk anda memikirkan jawaban mana yang paling tepat!.
"Aku akan membatalkan pernikahannya. Iya, aku akan mengatakan hal itu pada Bibi Medina. Tapi tolong jangan sakiti kedua kakakku, hanya mereka berdua yang ku miliki saat ini!" jawab Sheril dengan cepat. Setelah itu dia menatap dalam kearah pria yang masih menginjak tangannya. "Kak Demi..
Baru saja Demian hendak mencengkram dagu Sheril, dari arah pintu terdengar suara teriakan yang sangat keras. Demian yang hafal dengan suara tersebut segera mengangkat pijakan kakinya dari atas tangan Sheril yang sudah retak di bagian tulangnya.
"YA TUHAN SHERIILLLL.....!!! Demian, apa yang kau lakukan?.
"Katakan hal itu hari ini juga. Jika malam ini orangtuaku masih membahas tentang pernikahan kita, maka jangan salahkan aku kalau kedua kakakmu akan benar-benar ku depak dari negara ini" bisik Demian sebelum kembali duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
Flashback Now
"Dem, kau semalam tidak melakukan hal yang buruk pada Sheril kan?" tanya Zeth penuh selidik.
"Mana mungkin aku tidak melakukannya. Rumahku di datangi seekor serangga, sudah pasti aku akan menyemprotkan racun untuk mengusirnya pergi. Kenapa? Apa Ayah merasa keberatan dan ingin membawanya pergi dari rumah ini? Silahkan saja, itu jauh lebih baik daripada aku harus melihatnya bernafas berada di sekitarku" jawab Demian sambil memejamkan mata.
"Sheril itu istrimu, Dem. Bersikaplah lembut kepadanya" ucap Zeth mencoba menasehati putranya.
"Aku tidak bisa dan tak akan pernah bisa" sentak Demian kemudian berdiri. "Jika sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi silahkan Ayah keluar dari sini. Masih ada banyak pekerjaan yang harus segera ku selesaikan. Ronald!.
Ronald yang saat itu berada di luar ruangan segera masuk ke dalam begitu namanya di panggil. Dia menunduk hormat kearah Tuan Zeth sebelum akhirnya berdiri di sebelah tuannya yang terlihat kesal.
"Ada apa Tuan?.
"Pekerjaan mana saja yang belum beres?" tanya Demian.
"Ada di dalam mobil, Tuan Demian" jawab Ronald yang tanggap dengan pertanyaan tuannya.
"Berikan padaku. Aku akan memeriksanya sendiri!.
"Baik, tuan."
Zeth menghela nafas. Dia tahu kalau itu adalah bentuk pengusiran dari putranya. Tak ingin membuat mood putranya semakin memburuk, Zeth melangkahkan kaki untuk keluar dari sana. Memberikan waktu bagi putranya untuk memenangkan diri.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
...🍒 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
__ADS_1
...🍒 IG: emak_rifani...
...🍒 FB: Rifani...