Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Janji


__ADS_3

Demian diam tanpa menghiraukan ayahnya yang sedang duduk di depannya sambil menatapnya marah. Dia tau apa tujuan ayahnya datang ke perusahaan.


" Kenapa kau mengambil keputusan tanpa membicarakannya terlebih dahulu denganku Dem ? " tanya Zeth membuka suara.


Zeth sudah tidak sabar menunggu Demian berbicara. Sejak dia datang sepuluh menit yang lalu Demian hanya diam saja tanpa berniat memberinya penjelasan tentang Handika.


" Itu tidak penting Pa ! " jawab Demian acuh.


Malas sekali jika harus membahas si pengkhianat itu. Demian bahkan sengaja menghindari ayahnya karena tidak ingin membicarakan hal ini.


" Tidak penting katamu ! Apa kau lupa siapa ayah Handika bagi keluarga kita hahhh ! " bentak Zeth kesal.


Anaknya ini benar-benar. Bisa-bisanya dia menyebut kalau masalah Handika bukanlah hal yang penting.


" Pa, yang berjasa untuk keluarga kita itu mendiang ayahnya Handika. Bukan si pengkhianat itu ! " sahut Demian kemudian duduk menyender sambil memperhatikan ayahnya yang sedang marah.


" Tapi Dem, Papa sudah berjanji untuk menjaga Handika dan keluarganya ! ".


" Aku tau Pa. Tapi kali ini aku sudah tidak bisa lagi mentolerir kecurangan Handika di perusahaan ! " ucap Demian kemudian memberikan sebuah berkas di depan ayahnya.


Dengan kesal Zeth mengambil berkas tersebut kemudian membacanya. Matanya terbelalak saat mengetahui banyaknya uang yang telah di gelapkan oleh Handika. Dia lalu melirik kearah Demian yang sedang menatapnya.


" Apa Papa masih berniat untuk membelanya ? " tanya Demian.


Zeth menghela nafas kemudian kembali meletakkan berkas itu diatas meja.


" Papa tidak tau kalau Handika melakukan kecurangan sebesar ini di perusahaan ! " jawab Zeth dengan wajah kecewa.


Zeth cukup dekat dengan Handika. Dia juga tau kalau Handika banyak melakukan kontribusi untuk memajukan perusahaan ini.


" Sekarang Papa sudah tau bukan kenapa aku melakukan hal ini padanya ? ".


Demian tau kalau ayahnya sangat kecewa dengan tindakan Handika.

__ADS_1


" Iya Dem, Papa minta maaf karena sudah memarahimu tadi ! " jawab Zeth.


Demian tersenyum. Cukup jarang melihat ayahnya mau mengalah secepat ini.


" Papa tenang saja, aku akan tetap membiayai kehidupan istri dan anaknya. Aku tetap membiarkan anak dan istrinya hidup karena masih memandang jasa-jasa yang telah di lakukan oleh mendiang ayahnya Handika Pa. Jika itu keluarga orang lain, aku sudah menghabisinya tanpa sisa ! " ucap Demian berusaha untuk melunakkan hati demi menjaga perasaan ayahnya.


Zeth menarik nafas lega. Dia barusaja ingin membahas hal ini dengan Demian. Zeth merasa sangat bersyukur karena kali ini Demian mau mengalah dengan kemarahannya.


" Terima kasih Dem, Papa tau kau tidak akan mungkin mengecewakan keluarga kita ! " sahut Zeth sambil tersenyum senang.


Demian mengangguk.


" Oya Dem, apa yang terjadi saat kau makan siang bersama ibumu kemarin ? Ibumu terlihat sedih sekembalinya dari sana ? " tanya Zeth penasaran.


Semalam Zeth sudah berusaha untuk membujuk istrinya agar mau menceritakan masalah apa yang telah membuatnya bersedih. Akan tetapi istrinya menolak untuk berbicara. Dan kebetulan saat ini dia sedang bersama Demian. Zeth ingin mencari tau apa yang terjadi karena istrinya itu bersedih setelah bertemu dengannya.


" Mama ingin menjodohkan aku dengan seorang gadis yang baru dia temui ! " jawab Demian malas.


Sampai sekarang Demian masih sangat marah atas perbuatan ibunya yang ingin menjadikan Sheril sebagai istrinya. Terbayang dengan wajah gadis itu, emosi Demian tiba-tiba memuncak. Sorot matanya langsung berubah benci.


Demian mengangguk.


" Aku tidak suka Mama melakukan hal itu Pa jadi aku tidak sengaja membentaknya ! " jawab Demian.


Terdengar helaan nafas dari mulut Zeth. Anaknya ini memang selalu menolak setiap kali istrinya mengenalkan seorang gadis padanya.


" Kau seharusnya tidak membentaknya Dem. Jantung ibumu itu sedang bermasalah. Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu padanya ? " ucap Zeth memperingatkan Demian tentang kondisi istrinya.


Demian terhenyak. Dia lupa kalau ibunya beberapa bulan ini di diagnosis menderita penyakit jantung. Dia lalu mengusap wajahnya sambil menarik nafas.


" Maafkan aku Pa, aku tidak ingat ! " sahut Demian penuh penyesalan.


" Dem, aku tau kalau kau masih menunggu gadis itu. Apa yang ibumu lakukan itu semua demi kebaikanmu. Dia tidak berniat buruk sedikitpun. Dia hanya bertindak bagaimana layaknya seorang ibu yang tidak mau melihat anaknya terus bersedih. Ibumu ingin kau membuka lembaran hidup yang baru ! " ucap Zeth menasehati putranya.

__ADS_1


Demian terdiam mendengar nasihat ayahnya. Dia sebenarnya juga tau kalau niat ibunya itu baik. Tapi Demian tetap tidak bisa menerimanya karena dia masih sangat berharap gadis kecilnya akan kembali muncul dan berlari ke pelukannya seperti dulu.


" Dem, cobalah membuka hati untuk gadis yang lain. Siapa tau dengan begitu kau bisa melupakan gadis itu dan ibumu tidak mengkhawatirkanmu lagi ! ".


Demian emosi mendengar ayahnya berkata seperti itu. Dia berdiri dari duduknya kemudian berjalan kearah jendela.


" Jangan pernah memintaku untuk melupakannya Pa. Perlu Papa tau kalau hanya dia saja yang kuakui namanya di dalam hidupku ! " sahut Demian dengan suara yang penuh penekanan menahan amarah pada ayahnya.


Zeth berjalan menghampiri putranya yang tersinggung dengan kata-katanya barusan. Dia menatapnya dalam-dalam sebelum akhirnya memberikan tepukan di pundaknya.


" Maaf kalau kau tersinggung dengan perkataan Papa barusan. Papa sebenarnya tidak berniat seperti itu. Seandainya saja gadis itu ada disini, Papa pasti akan sangat mendukung hubungan kalian berdua. Tapi Dem, ini sudah sepuluh tahun. Sudah sepuluh tahun gadis itu pergi meninggalkanmu tanpa memberikan kabar sedikitpun. Kami sebagai orangtua sangat mengkhawatirkan bagaimana masa depanmu nantinya Dem kalau kau terus menunggu sesuatu yang tidak ada kepastiannya seperti ini ! ".


Demian membuang muka kearah samping saat ayahnya bicara seperti itu. Memang benar, selama sepuluh tahun ini Demian tidak pernah sekalipun menerima informasi tentang keberadaan gadis kecilnya dulu. Dia sudah meminta Ronald untuk mengerahkan banyak anak buahnya dan bahkan beberapa detektif untuk mencari tau dimana gadis kecilnya tinggal. Tapi sayangnya dia harus menelan pil pahit karena gadis kecilnya itu seperti hilang di telan bumi. Ada kalanya Demian merasa sangat putus asa dengan penantiannya itu. Akan tetapi jika teringat dengan janji yang mereka ucapkan dulu, Demian akan kembali bersemangat menunggu kehadirannya. Dia bahkan rela membekukan hati dan perasaannya terhadap wanita lain hanya demi sebuah penantian yang tidak ada kejelasannya.


" Dem, tolong pikirkan perasaan kami sebagai orangtua. Papa tidak ingin memaksamu, tapi tolong jaga emosimu saat ibumu sedang berusaha. Kau cukup diam dan biarkan semuanya berlalu ! ".


Setelah berkata seperti itu, Zeth keluar dari ruangan putranya. Dia ingin memberikan waktu untuk Demian memikirkan kata-katanya barusan.


" Maafkan aku Pa, aku tidak bisa menuruti keinginan kalian. Bagiku Cery adalah satu-satunya gadis yang berhak menjadi istriku. Hidupku terikat sebuah janji dengannya. Meskipun aku harus menderita seumur hidupku, aku tidak akan pernah menduakannya dengan gadis lain. Cery akan marah kalau dia tau aku menikahi gadis selain dirinya ! " ucap Demian dengan suara parau kemudian menyender di pinggir jendela.



Mata Demian berkaca-kaca. Jujur, dia sangat merindukan kehadiran gadis kecilnya saat ini. Dadanya sesak setiap kali mengingat kebersamaan mereka sebelum gadis kecilnya menghilang sepuluh tahun lalu.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


🍒 Pemberitahuan: Novel ini sedang dalam tahap revisi ulang. Alur cerita di dalam novel ini sengaja di rubah dari alur cerita yang sebelumnya karena author mendadak hilang fokus. Nama tokoh di dalam novel ini juga ada beberapa yang author ganti. Jadi kepada para pembaca yang budiman harap maklum kalau ceritanya belum menyambung dengan part yang sudah di upload sebelumnya. Terima kasih..


🍒 Jangan lupa untuk selalu vote, vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment dan rate bintang lima


🍒 ig: nini_rifani


🍒 fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


🍒 wa: 0857-5844-6308


__ADS_2