Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 31 # SUDAH MEMBAIK


__ADS_3

"Kak, aku merasa Sheril sedang menyembunyikan sesuatu dari kita berdua " ucap Naya saat mereka berdua pulang menjenguk Sheril.


"Maksudmu Nay " tanya David.


"Aku merasa Sheril menghindari pertanyaanku tentang luka diwajah dan lehernya. Aku sangat yakin, ada orang yg sengaja melakukan itu padanya ".


" Kakak juga berfikir sama sepertimu. Luka ditubuhnya sangat mencurigakan ".


" Apa mungkin Sheril mempunyai musuh selama ini kak "??.


" Itu tidak mungkin Nay. Kau kan tau seperti apa baiknya hati Sheril. Tidak mungkin ada orang yg sanggup memusuhinya ".


" Atau jangan-jangan yg melukai Sheril adalah musuh saingan bisnis kita kak. Salah satu dari mereka mungkin sakit hati pada kita berdua lalu membalasnya melalui Sheril "!!!!.


Kevin tersentak mendengar perkataan adiknya. Hal itu bisa saja terjadi.


Orang yg memusuhi perusahaan mereka tidaklah sedikit.


Meskipun perusahaan mereka tidak sebesar perusahaan Clovist, tapi perusahaan mereka termasuk dalam jajaran perusahaan yg terbilang cukup besar di negara ini.


"Sebaiknya Sheril mulai sekarang tinggal bersama kita saja kak. Aku takut ada orang yg akan menyakiti Sheril lagi " ucap Naya khawatir. Dia sangat tidak rela jika adiknya terluka. Cukup sekali dia melihat adiknya menderita seperti sekarang.


"Baiklah, tetapi kita harus menanyakan pada Sheril terlebih dahulu. Kakak tidak mau dia bersedih kalau kita memaksanya ".


" Baiklah kak,".


Mereka lalu melakukan pekerjaan mereka kembali. Sambil terus bertanya2 siapa yg tega menyakiti adik kesayangan mereka berdua.


*****


Sudah tiga hari ini Sheril dirawat dirumah Reina. Sudah tiga hari pula dia tidak datang kekantornya.


Beruntung ada Ika yg selalu memberinya kabar tentang pekerjaannya.

__ADS_1


Keadaan Sheril semakin membaik. Luka ditubuhnya juga mulai hilang. Tinggal luka di pahanya yg masih membuatnya sedikit susah saat berjalan.


"Hati-hati Sher " teriak Reina saat dia hampir jatuh saat menuruni tangga.


"Kenapa tidak memanggilku saja Sher. Kau bisa jatuh kalau berjalan sendirian. Kakimu belum sembuh benar " omel Reina sambil membantuku menuruni tangga.


"Aku tidak ingin menyusahkanmu Sher, aku hanya ingin keluar. Aku bosan hanya berbaring dikamar " jawabku.


Reina membantuku berjalan ke taman rumahnya.


Kami lalu duduk di ayunan yg ada dibawah pohon.


"Lagi-lagi perkataan seperti ini. Apa kau sudah tidak menganggapku teman Sher "?? tanya Reina sedih.


" Bukan seperti itu Rei. Baiklah mulai sekarang aku akan selalu membuatmu repot. Kau jangan mengeluh ya nanti "?? bujukku saat melihat Reina sedih.


" Dengan senang hati tuan putri " jawabnya sambil tertawa.


" Boleh. Memang apa yg ingin kau tanyakan "??.


"Apa David yg telah menyebabkan luka diwajah dan lehermu???


Termasuk tulang pahamu yg retak,!!!.


Sher, aku tau kau tidak mengalami kecelakaan. Ada orang yg sengaja melakukan itu padamu. Benarkan "?? tanya Reina sambil menatap Sheril.


Sheril terlihat kebingungan mendengar pertanyaan Reina. Dia tidak tau harus bagaimana.


" Sher, kau bisa menceritakan apapun padaku. Aku janji tidak akan menceritakan pada orang lain "!!.


" Apa aku bisa mempercayaimu Rei "??? tanya Sheril ragu2.


" Kau bisa mempercayaiku Sher. Aku akan menyimpan rapat semuanya "!!.

__ADS_1


" Memang benar David yg melakukan semua ini " jawab Sheril sedih.


"Sudah kuduga. Hanya dia orang bodoh yg membenci wanita sebaik dirimu " kesal Reina.


"Dia tidak ingin aku menemui ibunya lagi Rei. Dia sangat membenciku " ucapku sambil terisak.


Masih teringat jelas bagaimana dia menyakitiku saat dikantornya. Dia bahkan tidak ragu untuk memukulku.


"Sudahlah, tidak perlu mengingatnya. Melihatmu menangis tiba2 aku jadi ingin bertemu dengannya " geram Reina.


Dia tidak suka melihat Sheril menangis karena seorang laki2.


"Aku ingin membencinya. Tapi aku tidak bisa melakukannya.


Aku sangat mencintainya Rei " isak Sheril.


"Hahhhhh,, aku benar2 tidak mengerti jalan pikiranmu. Bagaimana bisa kau masih mencintainya setelah dia melukaimu sampai seperti ini Sher???? Seharusnya kau membencinya Sheril "!!! bentak Reina.


Sheril terkejut mendengar bentakan Reina. Ini pertama kali dia melakukannya.


" Maafkan aku Sher. Aku tidak sengaja membentakmu " sesal Reina saat melihat Sheril terkejut. Dia segera memeluk Sheril.


Sheril semakin terisak saat Reina memeluknya.


"Sheril maafkan aku. Aku tidak suka melihatmu menangis. Hatiku sakit melihatmu begini. Maafkan aku ya " bujuk Reina sambil menepuk punggung Sheril lembut.


Sheril menganggukkan kepalanya. Dia tau Reina hanya terbawa suasana makanya dia membentaknya.


"Sudah jangan menangis lagi. Lupakan laki2 itu sekarang. Lebih baik kita masuk kedalam. Aku akan memasak untukmu. Akan kubuat tubuhmu menjadi gendut. Lihat, kau sangat kurus. Bahkan angin saja bisa membawamu terbang sekarang ".


Sheril tertawa mendengar candaan Reina. Dia selalu menghiburnya saat dia sedih.


Dia sangat beruntung bisa berteman dengan Reina. Dan satu lagi, dia juga beruntung memiliki Ika, sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2