
Hari ini adalah hari libur.
Sheril dan Ika telah membuat janji untuk pergi bersama.
Saat ini mereka berdua sedang duduk disebuah cafe.
"Sher, bagaimana kemaren kerjasama dengan perusahaan Clovist "?? Denger2 ni ya, katanya bos mereka adalah orang yang sangat sadis. Apa benar seperti itu Sher "?? tanya Ika sambil memakan cemilannya.
" Bagaimana aku bisa tau Ka, aku tidak bekerja disana " jawabku.
"Bukannya kemarin kamu pergi kesana?? Memangnya kamu tidak bertemu dengan bos mereka "?? tanyanya lagi.
" Kamu ini bagaimana, itu kan kerjasama dengan perusahaan mereka. Mana mungkin bos mereka tidak ada ".
" Lalu, menurutmu bos mereka seperti apa " tanyanya penasaran.
" Menurutku dia adalah seorang pembisnis yg sangat hebat " jawabku.
"Dan juga sangat tampan " batinku.
"Sadis tidak Sher "??.
" Ya ampun Ika, aku tidak tahu. Kan aku bukan karyawannya " jawabku.
Ika mengangguk2kan kepalanya. Aku meminum jus buah pesananku. Mendadak tenggorokanku haus saat teringat pertemuan kemarin.
"Ka,kenapa kamu tidak pergi kencan. Apa kalian baik-baik saja "?? tanyaku.
Aku baru ingat kalau Ika tidak pergi bersama kekasihnya. Biasanya setiap hari libur dia pasti selalu pergi dengan kekasihnya.
"Dia lagi keluar kota, Sher. Makanya aku ngajakin kamu keluar sekarang " jawabnya lesu.
"Oh, jadi sekarang aku jadi penggantinya ya. Pantesan kamu nggak semangat aku perhatiin dari tadi " ledekku.
"Iya Sher.. ".
" Jadi kapan kamu mau ngenalin dia ke aku Ka??.
"Tunggu dia punya waktu ya Sher " jawabnya.
__ADS_1
Aku tersenyum mendengarnya. Sepertinya pacar temanku ini adalah orang yg sangat sibuk. Mereka sudah cukup lama menjalin hubungan. Kalau tidak salah sudah hampir 1 tahunan. Atau bahkan lebih.
"Permisi, boleh gabung disini tidak "??.
Aku dan Ika menatap kearah seorang perempuan yg berdiri didepan meja kami.
" Reina " panggilku.
Gadis itu tersenyum kearah kami. Wajahnya terlihat sangat polos.
"Hai Sheril, apa kabar?? Aku ikut gabung ya "?? sapanya ramah.
" Iya, silahkan duduk.
Kamu kok bisa ada disini Rei ?? tanyaku saat Reina sudah duduk.
" Aku baru pulang dari kantor ayahku Sher. Kebetulan sudah jam makan siang jadi aku singgah di cafe ini. Nggak nyangka bisa ketemu kamu lagi disini " jawabnya sambil menatapku.
"Oh, begitu.
Kenalin ini temanku, Ika. Kami satu kantor ".
Reina diam menatap kearah Ika. Aku sedikit merinding melihat sorot matanya.
"Aku Ika. Senang berkenalan denganmu juga " jawab Ika tak kalah ramah.
Kami akhirnya mengobrol bersama. Saling menceritakan kegiatan kami masing2.
Aku beberapa kali melihat perubahan pada sorot mata Reina saat bergantian menatapku dan Ika.
"Kenapa aku merasa dia terus menatapku ya. Atau ini hanya perasaanku saja. Lagipula aku belum terlalu mengenalnya " ucapku dalam hati.
"Kenapa aku merasa aneh sih dengan wanita ini. Matanya seperti menyimpan sesuatu yg mengerikan " batin Ika.
***
Dirumah utama, Medina sedang duduk sambil minum teh.
Tak lama kemudian, suaminya datang menghampirinya.
__ADS_1
"Morgan, bagaimana kalau malam ini kita mengajak David dan Sheril makan malam dirumah ".
" Boleh-boleh saja. Apa kau sudah menghubungi mereka berdua "??.
" Belum, tapi aku akan menghubungi mereka " jawabnya sambil mengambil handphonnnya.
Dia mengirimkan pasan pada putranya, kemudian mengirimkan pesan pada Sheril.
" Aku sangat menyukai Sheril. Dia gadis yg sangat istimewa. Aku ingin menjodohkannya dengan anak kita ".
" Medina, jangan melakukan sesuatu yg bisa membuat David marah. Kau tau kalau David sudah memiliki seseorang dihatinya ".
Morgan sedikit khawatir mendengar ide istrinya. David tidak akan menerimanya.
Sedangkan istrinya sejak kepulangannya dari Jepang, tidak henti2nya dia memuji gadis bernama Sheril itu. Dan ingin menjadikannya menantu dirumah ini.
" Aku tau Morgan. Tapi tidak pernah ada kabar tentang gadis itu. Lagipula, usia David sudah tidak muda lagi. Dan Sheril adalah gadis yg tepat untuk anak kita ".
Dia tetap pada keputusannya menjodohkan David dengan gadis pilihannya. Meskipun dia tau kalau David masih menunggu gadis itu kembali.
"Medina, aku tau kau mencemaskan David. Jika Sheril adalah yg terbaik, itu hanya menurut pemikiranmu saja.
Bukan David. Kau tidak boleh memaksakan keinginanmu itu. Bagaiman jika ternyata David kecewa dengan keinginanmu. Apa kau tidak memikirkan perasaannya hahhh "!!!
Morgan berkata dengan tegas pada istrinya. Dia tidak mau ada pertengkaran diantara mereka mengingat emosi anaknya yg sangat buruk.
Medina terdiam menerima bentakan dari suaminya. Sepertinya dia terlalu egois.
Dia hanya memikirkan keinginannya saja.
" Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud kasar padamu.
Biarkanlah David menentukan pilihannya sendiri. Jika memang sudah waktunya, David pasti akan mengenalkan calon istrinya padamu " hibur Morgan yg melihat kesedihan dimata istrinya.
"Aku sangat menyukainya. Hatinya begitu polos. Sheril adalah gadis yg baik. Jika David bisa menerimanya, dia pasti akan sangat bahagya mendapatkan istri seperti Sheril ".
" Aku belum mengenal gadis itu. Kalau kau merasa yakin gadis itu yg terbaik, kau boleh mencoba mendekatkannya pada David. Tapi kau tidak boleh memaksanya " ucapnya yg tidak tega melihat istrinya.
"Kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam untuk kita. Kau harus terlihat tampan malam ini sayang. Aku yakin kau juga pasti akan menyukai Sheril sepertiku ".
__ADS_1
Medina segera memanggil beberapa pelayan untuk menyiapkan makan malam.
Memilih beberapa menu makanan yg akan dihidangkan malam ini.