Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 15 # WAKTUMU HABIS


__ADS_3

Sheril baru saja kembali ke ruangannya setelah menyelesaikan makan siangnya bersama Ika.


"Ssshhh,,


Aku mengernyit saat menyentuh kakiku.


Kusibakkan rokku sedikit keatas. Benar saja, terdapat luka lebam dipahaku.


" Pantas saja tadi saat berjalan terasa nyeri " gumamku.


drrttt... drrtt


Handphone disakuku bergetar. Aku segera mengambilnya.


Sebuah pesan terlihat dilayar handphone.


"Sheril sayang, apa malam ini ada waktu"??


Ternyata tante Medina yg mengirimkan pesan itu. Aku sangat senang lalu dengan cepat membalas pesannya.


Hanpdhoneku kembali bergetar. Pesan balasan dari tante Medina.


"Tante mau mengajakmu jalan2 malam ini. Kamu mau tidak"??


Aku sedikit berfikir mengenai ajakan tante Medina. Aku sangat ingin menerima ajakan tante Medina, tapi aku takut. Bagaimana nanti jika David berfikir aku sengaja mendekati ibunya. Tapi aku juga tidak enak hati jika menolaknya.


Aku membalas pesan tante Medina. Mengatakan padanya jika aku bersedia menemaninya jalan2.


Pesan kembali datang.


"Terima kasih sayang. Malam ini tante akan menjemputmu. Kirimkan saja alamat tempat tinggalmu".


Aku segera mengirimkan alamat apartment ku pada tante Medina.


" Semoga saja yg kulakukan tidak salah " batinku.


Aku melanjutkan kembali pekerjaanku setelah tidak lagi mendapat balasan pesan.


******


Jepang.


Saat ini, seluruh dewan direksi telah berkumpul diruang rapat.


Mereka tidak tau kenapa mereka diminta untuk datang kemari.

__ADS_1


Tak lama, pintu ruangan terbuka. Mereka menatap kearah pintu dan terkejut saat melihat siapa yg memasuki ruangan ini.


Apa yg terjadi sampai si singa penguasa ini datang kemari.


Padahal perusahaan tidak sedang dalam masalah pikir mereka.


David menatap pada semua orang diruangan ini. Saat matanya melihat orang yg menyebabkannya berdiri disini, matanya memancarkan api kemarahan.


Menyadari ada yg tak beres dengan tatapan sang penguasa ini, orang itu mulai gelisah.


"Kita mulai saja rapatnya" ucapku setelah mendudukkan tubuhku dikursi pimpinan.


Daddy duduk disebelahku, sementara Ronald berdiri di belakangku.


"Aku mendengar ada beberapa dari kalian yg mencoba untuk menggulingkan kedudukanku di perusahaan ini. Dan ada laporan jika ada beberapa tikus yg mencoba mengambil keuntungan untuk memperkaya diri mereka.


Benar begitu, Ronald"?? tanyaku pada Ronald.


" Benar sekali Tuan " jawab Ronald.


"Bisa anda jelaskan padaku mengenai permasalahan ini, Tuan Tanaka Izikawa"?? tanyaku sambil menatap tajam pada pimpinan perusahaan Izikawa itu.


" Apa maksud anda Tuan David?? Apa anda sedang menuduhku melakukan konspirasi??


kilahnya berusaha tenang.


"Menurut anda"?? tanyaku sambil memicingkan mata. Jangan coba2 untuk membohongiku. Itu tidak akan berhasil.


" Tuan David, kita sama2 pengusaha. Dan juga terikat kontrak. Bukankah perusahaanku yg akan rugi jika aku melakukan kecurangan pada perusahaan anda?? Saya tidak sebodoh itu dalam berbisnis, Tuan David " jawabnya berusaha menutupi kejahatannya.


"Anda benar sekali. Perusahaan anda yg akan hancur jika berani melakukan itu semua. Anda begitu percaya diri mengatakan jika anda bukan pembisnis yg bodoh. Kalau begitu bisa anda jelaskan apa maksud semua ini??? ucapku sambil meminta Ronald memberikan berkas yg dibawanya.


Ronald memberikan berkas yg dibawanya pada tuan Izikawa. Segala gerak geriknya tak lepas dari pandanganku.


Dirinya begitu terkejut saat membaca berkas itu. Kemarahan dan kebingungan bercampur diwajahnya.


" Ini.. ini bagaiman mungkin?? Darimana anda mendapatkan ini semua. Apa kau berusaha menjebakku??? dia berdiri sambil menunjukkan jarinya padaku.


Roland hendak maju kearahnya, aku segera mencegah Ronald yg marah melihat kelancangan pria itu.


"Menjebakmu, hahhahaha"!!!!! tawaku keras.


" Apa matamu buta, tidak bisakah anda membaca semua bukti itu?? tanyaku disertai tawa. Ingin sekali aku memecahkan kepala pria ini. Sudah jelas2 kecurangannya terbongkar, masih berani dirinya menuduhku yang menjebaknya.


Dia menatapku marah. Wajahnya terlihat frustasi. Dia tidak menyangka jika kecurangannya telah diketahui. Padahal dia sudah mengatur rencananya sebaik mungkin.

__ADS_1


"Darimana kau mendapatkan ini semua?? tanyanya lagi.


" Yang saya harapkan itu sebuah jawaban, Tuan Izikawa. Bukan pertanyaan bodoh darimu. Apa kau pikir aku tidak tau apa yg kalian lakukan dibelakangku hahhhhh"!!! bentakku sambil menggebrak meja.


Aku menatap marah pada setiap orang diruangan ini. Mereka yg merasa melakukan kesalahan terlihat ketakutan dan gelisah. Termasuk pria yg masih berdiri menantangku.


"Tenanglah David, kau tidak perlu membuang2 tenagamu untuk tikus2 penghianat seperti mereka. Langsung saja hancurkan mereka" bujuk daddy sambil mengancam mereka.


Aku menatap kearah Ronald, kemudian Ronald menganggukkan kepala tanda mengerti keinginanku.


"Waktumu bermain sudah habis, Tuan Izikawa. Sekarang adalah giliranku. Kita lihat bagaimana aku membalas perbuatan kalian".


Mereka yg berada disini semakin pucat mendengar ancamanku. Tak lama, terdengar bunyi handphone milik mereka. Tujuh diantaranya termasuk dalam daftar yg akan merasakan kehancurannya.


" Apa??? Bagaimana bisa seperti ini??? teriak tuan Izikawa.


Diikuti mereka yg juga begitu panik mendengar kabar hancurnya perusahaan mereka.


Tuan Izikawa menatap kearahku. Aku tersenyum melihatnya yg begitu panik sambil mendengarkan handphonenya.


Kemudian jatuh terduduk dilantai. Handphonennya jatuh berserakan. Mereka yg melakukan kecurangan bersamanya juga mengalami nasib yg sama.


"Bagaimana?? Apa kalian menyukai hadiah dariku?? Hahhahaha" tawaku puas melihat mereka yg pucat pasi.


"Tuan Morgan, kita adalah teman. Kita juga cukup dekat. Tolong hentikan perbuatan anakmu yg ingin menghancurkan bisnisku. Aku mohon" ucapnya memelas pada daddy.


"Maaf Tuan Izikawa. Teman yg menusuk temannya sendiri menurutku bukanlah seorang teman, melainkan seorang parasit. Lagipula, aku sudah tidak memiliki wewenang atas perusahaan ini. Jika ingin memohon, lakukan itu pada putraku. Tapi aku tidak yakin putraku mau mengampunimu, mengingat banyaknya kecurangan yg kau lakukan pada perusahaannya" jawab daddy tegas.


"Tuan David..


" Hentikan. Aku tidak mau mendengar permohonan dari mulut busukmu itu. Nikmatilah kehancuranmu bersama keluargamu dijalanan. Itu adalah balasan untuk orang yg berani menentangku.


Dan juga kalian, jika kalian berani menolong mereka semua, akan aku pastikan nasib kalian akan jauh lebih buruk dibanding mereka. Apa kalian mengerti "!!! bentakku.


" Kami mengerti Tuan" jawab mereka takut.


"Kalian kembalilah bekerja. Jadikan mereka contoh agar kalian lebih baik lagi dalam bekerja. Aku tidak mau perusahaanku mempekerjakan orang2 tidak berguna seperti mereka".


" Baik Tuan " jawab mereka sambil meninggalkan ruangan ini.


Aku menatap orang2 yg tertunduk diam. Percuma jika ingin menyesal. Hidup kalian sudah hancur. Dan itu lagi2 karena keserakahan kalian sendiri.


Aku meninggalkan ruangan ini bersama Ronald dan daddy. Para karyawan membungkukkan tubuhnya saat melihat kami.


Aku berlalu tanpa membalas sapaan mereka.

__ADS_1


Mereka semua sama saja menurutku. Bersikap sopan hanya saat didepanku. Jika dibelakangku, mereka bisa saja menjadi musuh dalam selimut untukku.


Kami masuk kemobil dan meninggalkan perusahaan menuju hotel untuk istirahat.


__ADS_2