Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Sahabat


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Sheril lalu menghubungi sahabatnya untuk mengajaknya keluar jalan-jalan ke mall.


Tuutt, tuuutttt


Sheril menunggu dengan sabar panggilannya di angkat oleh Widia.


" Ya Sheril, ada apa? Tadi aku sedang berada di kamar mandi ".


Sheril menggelengkan kepala begitu mendengar suara Widia dari seberang telfon.


" Aku ingin mengajakmu pergi jalan-jalan Wid. Mumpung hari libur " jawab Sheril kemudian duduk diatas ranjang kamarnya.


" Oh, baiklah. Jam berapa kau ingin pergi ? ".


Sheril melihat kearah jam dinding.


" Sekarang saja Wid ! ".


Sheril tertawa saat mendengar suara sahabatnya yang sedang mengomel. Dia bisa menebak kalau sekarang Widia pasti sedang sangat panik saat dia mengajaknya untuk pergi sekarang juga.


" Aduuuhhh, bagaimana ini. Aku masih belum melakukan apapun Sher. Bisa tidak kau memberiku sedikit waktu untuk bersiap. Aku perlu mempersiapkan penampilanku nanti ! ".


Sheril merebahkan tubuhnya keatas kasur sambil mendengarkan ocehan sahabatnya.


" Memangnya kau bangun jam berapa Wid sampai sesiang ini masih belum mandi ? " tanya Sheril penasaran.


" Aku baru saja membuka mata dan langsung ke toilet. Sudah dulu ya, aku akan segera bersiap kemudian pergi menjemputmu ! ".


Sheril mengangguk.


" Pelan-pelan saja ! " ucap Sheril kemudian memutuskan panggilan itu.


Sheril menarik nafasnya pelan kemudian melirik kearah bingkai foto yang berada diatas meja kamarnya. Bibirnya tersenyum manis saat melihat pria tampan yang sedang tersenyum di dalam foto tersebut.


" Kak Demi, aku merindukanmu " gumam Sheril lirih.


Sheril lalu memutuskan untuk keluar kamar. Dia ingin menemui kakaknya dan mengatakan kalau dia ingin pergi keluar bersama Widia.


" Kak Anaya ! " panggil Sheril sambil melongokkan kepala ke dalam kamar kakaknya.


Keningnya mengernyit bingung saat tidak ada sahutan dari dalam. Dia kemudian turun ke bawah menuju kearah dapur. Mungkin saja kakaknya sedang memasak makan siang disana.


" Kak Anaya ! " panggil Sheril sekali lagi.


Kepalanya menengok kesana kemari mencari keberadaan kakaknya di dapur. Akan tetapi tidak ada siapapun di sana.


" Aku disini ! ".


Sheril menoleh kearah sofa di ruang tamu. Dia lalu tersenyum tipis kemudian berjalan menghampiri kakaknya yang sedang sibuk di depan laptop.

__ADS_1


" Kau sedang apa kak ? " tanya Sheril lalu duduk di sebelah kakaknya.


" Menyelesaikan sedikit pekerjaan kantor Sher. Ada apa mencariku ? " ucap Anaya balik bertanya.


Sheril mengangguk.


" Aku ingin pergi jalan-jalan kak " jawab Sheril.


Anaya menatap curiga kearah adiknya. Hatinya mendadak berubah cemas.


" Kemana ? ".


" Ke mall. Ingin makan dan menonton film ".


" Dengan siapa ? ".


Sheril menghela nafas karena kakaknya lagi-lagi bersikap over protective padanya. Dia lalu menberi tahu dengan siapa dia akan pergi saat melihat kakaknya terus memandanginya dengan tatapan penuh curiga.


" Aku pergi dengan Widia kak. Dia sahabatku dan teman satu kantor di perusahaan ! " jawab Sheril dengan sangat sabar.


Anaya menarik nafas lega setelah tau kalau adiknya akan pergi dengan sahabatnya.


" Huuuffttt, ya sudah tidak apa-apa. Jam berapa kalian akan pergi ? " tanya Anaya sambil mengusap rambut adiknya.


" Sebentar lagi. Widia akan datang menjemputku nanti ! " jawab Sheril.


" Kalau begitu kau bersiaplah. Hati-hati dan langsung hubungi aku jika terjadi sesuatu di sana ! " pesan Anaya.


Mereka berdua tertawa sebelum akhirnya Sheril pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Tak lama kemudian, Sheril mendapat pesan dari Widia kalau dia sudah dalam perjalanan ke rumahnya.


" Cepat sekali dia datang " gumam Sheril lalu mengambil tas dari dalam lemari.


Sebelum pergi, Sheril berpamitan terlebih dahulu pada kakaknya kemudian baru pergi dari rumah. Dia lalu menunggu kedatangan Widia di depan pintu gerbang rumahnya.


Tiin, tiiiinnnnn


Sheril melambaikan tangan kearah Widia yang baru saja tiba. Setengah berlari Sheril menghampiri sahabatnya kemudian masuk ke dalam mobil.


" Kita mau pergi kemana tuan putri ? " ledek Widia sambil melajukan mobilnya.


Sheril terkekeh pelan.


" Ke mall terdekat saja, gadis jorok ! " jawab Sheril balas mengejek.


Widia menoleh kearah Sheril sambil mencebikkan bibirnya.


" Apa kau bilang, gadis jorok ? " protes Widia sebal.


Sheril mengangguk polos.

__ADS_1


" Iya, kaulah gadis jorok itu. Kau selalu bangun siang setiap hari libur ! " sahut Sheril.


Terdengar suara decakan dari mulut Widia.


" Enak saja. Aku melakukannya hanya sesekali saja. Karena hari ini aku tidak memiliki acara apapun jadi ya aku memutuskan untuk menghabiskan waktu diatas tempat tidur " sambung Widia memberi alasan.


Sheril hanya tertawa saja mendengarkan alasan Widia.


" O ya, kemana kekasih misteriusmu itu Wid ? Biasanya kalian akan selalu pergi bersama saat hari libur ?! " tanya Sheril yang baru teringat dengan kekasih Widia.


" Hari ini dia tidak bisa menemani hari liburku Sher. Tadi pagi dia baru saja berangkat ke luar kota untuk meninjau salah satu cabang perusahaan miliknya ! " jawab Widia dengan wajah sedih.


Sheril menepuk bahu Widia pelan.


" Jangan sedih, kekasihmu itu pergi untuk menyelesaikan urusan pekerjaan. Kau tidak boleh berfikir macam-macam tentangnya ! " hibur Sheril penuh perhatian.


Widia menarik nafas kemudian mengangguk.


" Aku hanya sedikit khawatir kalau ada gadis lain yang menggodanya disana. Bagaimanapun kekasihku itu sangat tampan, dia juga sangat baik pada semua orang. Wajarkan kalau aku takut ada pelakor yang akan merebutnya dariku ? ".


Sheril bisa memahami kekhawatiran di hati Widia. Meskipun dia sendiri belum pernah bertemu dengan kekasih sahabatnya itu.


" Iya aku tau. Aku bisa memahami perasaanmu sekarang. Tapi Wid, kepercayaan adalah pondasi yang harus di jaga dengan baik dalam suatu hubungan. Kalau kau merasa tidak tenang, lebih baik kau mengatakannya langsung pada kekasihmu itu. Tidak baik menyimpan prasanga buruk pada pasangan kita. Hal itu pasti akan berdampak pada keharmonisan hubungan kalian ke depannya nanti ! ".


Widia mendengarkan nasehat Sheril dengan sangat serius. Setiap kali dirinya sedang berperang dengan pemikirannya, Sheril-lah yang selalu mengingatkannya untuk selalu berfikir positif. Saran-saran dari sahabatnya ini banyak membantu hubungannya dengan kekasihnya yang sudah berjalan hampir dua tahun lamanya.


" Terima kasih untuk sarannya Sher. Beruntung sekali aku memiliki seorang sahabat yang sangat peduli dengan hubungan percintaanku. Aku menyayangimu Sheril ! " ucap Widia sambil menoleh kearah sahabatnya.


Sheril mengangguk kemudian tersenyum setelah melihat wajah Widia kembali ceria.


" Itulah gunanya sahabat Widia. Kita harus selalu ada dalam suka maupun duka. Aku juga beruntung memiliki sahabat yang sangat cerewet sepertimu. Hari-hariku jadi tidak membosankan ! " sahut Sheril meledek Widia.


Mereka berdua saling melemparkan candaan hingga akhirnya mobil mereka memasuki parkiran mall. Setelah memarkirkan mobil dengan baik, mereka bergegas masuk ke dalam.


" Kita makan dulu atau langsung belanja saja Sher ? " tanya Widia saat mereka sudah berada di dalam mall.


" Makan dulu saja Wid. Setelah itu kita menonton film di bioskop baru yang terakhir kita pergi berbelanja " jawab Sheril.


" Baiklah kalau itu yang di inginkan oleh tuan putri. Hamba siap melakukannya ! " sahut Widia sambil meletakkan tangan di dadanya seperti seorang pelayan kerajaan.


Sheril tertawa melihat tingkah konyol sahabatnya. Mereka kemudian berjalan menuju salah satu restoran yang ada di mall ini.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


πŸ’Pemberitahuan: Novel ini sedang dalam tahap revisi ulang. Jalan cerita ini sengaja di rubah dari alur cerita yg sebelumnya karena author mendadak hilang fokus lalu memutuskan untuk mengganti jalan ceritanya. Tokoh dalam novel ini juga ada beberapa yang author ganti. Jadi kepada para pembaca yang budiman harap maklum kalau novel ini belum menyambung dengan part yang sudah di upload sebelumnya. Terima kasih....


πŸ’ Jangan lupa untuk selalu vote, vote, vote, vote, vote sebanyak-banyaknya


πŸ’like, comment, dan rate bintang lima

__ADS_1


πŸ’ig: nini_rifani


πŸ’fb: Nini Lup'ss


__ADS_2