
Sheril tengah memilih pakaian yg akan dia kenakan untuk menemani Tante Medina.
Sebentar lagi jam 7,dan dia masih belum menemukan pakaian yg cocok.
"Aduuh, bagaimana ini. Pakai yg mana ya".
Aku panik sekali saat belum menemukan pakaian yg cocok.
Aku tidak ingin terlihat jelek dihadapan orangtua David.
Akhirnya aku memutuskan memakai dres berwarna pastel.
Aku memeriksa penampilanku didepan cermin.
Cukup puas dengan pilihanku malam ini.
Tepat sekali setelah aku bersiap hanphone ku berbunyi.
Tante Medina mengatakan jika dia sudah menungguku diluar.
Aku segera keluar menemuinya setelah memastikan pintu apartment telah ku kunci.
" Selamat malam Tante" sapaku saat masuk kedalam mobil.
"Malam sayang. Waww, kamu cantik sekali" puji nya sambil memelukku.
"Terima kasih. Tante juga cantik sekali malam ini" jawabku membalas pelukannya.
"Berarti sebelumnya tante tidak cantik ya"?? ucapnya sambil berpura2 merajuk.
"Haha, tante selalu cantik setiap saat" jawabku sambil tertawa.
"Bisa aja kamu ini.
Oya, kita pergi makan dulu ya?? Nanti baru kita jalan2. Malam ini kamu harus ikut tante belanja".
" Terserah tante saja. Sheril ikut apa kata tante " jawabku.
"Baiklah.
__ADS_1
Pak, kita ke restaurant yg saya bilang tadi ya???.
" Baik nyonya".
Mobil melaju menuju restaurant. Tante tidak henti2nya memelukku. Hatiku terasa hangat mendapat pelukan darinya.
Tak lama, mobil telah sampai ditujuan. Kami segera masuk ke restaurant yg telah dipesan lebih dulu. Menikmati makan malam dengan begitu bahagya.
"Kau sudah selesai belum sayang"?? tanya tante Medina sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
" Sudah tante " jawabku.
"Kalau begitu kita langsung belanja saja ya. Tante sudah tidak sabar belanja denganmu. Pasti sangat menyenangkan".
Aku tersenyum mendengar perkataannya. Kami meninggalkan restaurant dan perpindah tempat menuju pusat perbelanjaan.
Tante begitu antusias memilihkan pakaian untukku. Aku sampai bingung melihatnya yg terus menerus memilihkan pakaian, tas dan juga sepatu.
" Tante, kenapa tante tidak ikut berbelanja??
Bukankah tante bilang ingin belanja?? tanyaku heran melihatnya tidak ikut memilih pakaian.
"Pakaian tante sudah sangat banyak dirumah" jawabnya tanpa menghentikan tangannya yg masih saja memilih baju dan sepatu.
"Sekarang kamu coba baju-baju ini. Kamu pasti terlihat sangat cantik".
" Apa ini tidak berlebihan tante?? Ini,, ini banyak sekali " aku terkejut melihat banyaknya pakaian yg harus kocoba.
"Ini sedikit Sheril sayang. Kalau kau mau semua baju ditoko ini bisa kamu bawa pulang. Tante yg akan bayar".
" Tidak, bukan begitu tante. Hanya saja Sheril tidak pantas menerima semua ini ".
" Pantas tidaknya tante yg memutuskan. Tante tau apa yg kamu pikirkan sayang. Tante sangat menyayangimu seperti anak tante sendiri. Jadi jangan merendahkan dirimu seperti tadi ya. Tante tau kamu sangat pantas mendapatkan semua ini ".
Aku terharu mendengar perkataan Tante Medina. Seandainya saja orangtuaku masih hidup, saat ini pasti mereka melakukan hal yg sama seperti yg dilakukan Tante Medina padaku. Tiba-tiba aku merindukan papa dan mama. Merindukan pelukan mereka.
Aku mencoba satu persatu baju dan sepatu yg dipilihkan oleh tante Medina. Hampir semua pakaian pas dengan ukuranku.
" Sudah tante bilang kau pasti akan sangat cantik memakai baju yg tante pilih " pujinya saat aku memperlihatkan gaun berwarna hitam dengan renda bunga dibagian dada.
__ADS_1
"Baju ini sangat mahal tante. Sheril pilih baju yg lain saja" jawabku saat melihat label harga pada gaun yg kupakai.
"Harga bukan masalah buat tante. Tolong kalian bungkus semua pakaian, tas dan juga sepatu yg sudah saya pilih tadi" perintahnya pada pegawai toko ini.
Aku tercengang mendengar perkataannya. Bagaimana bisa membeli semua barang2 ini untuknya. Satu gaun saja hampir mencapai seratus juta. Dan ini lebih dari sepuluh baju. Belum lagi tas dan sepatunya. Aku tidak bisa membiarkan tante membeli semua barang2 ini.
"Tante, tante bisa belikan Sheril gaun ini saja tidak"?? tanyaku mencoba mencegahnya membeli semua pakaian ini.
" Tidak apa2 sayang, uang tante tidak akan habis hanya karena membeli barang2 ini. Jadi kamu tidak usah khawatir" jelasnya sambil menyentuh rambutku.
"Bukan begitu tante maksud Sheril. Sheril sangat berterima kasih atas kebaikan tante. Tapi semua ini sangat berlebihan untuk Sheril tante. Bukankah lain kali kita masih bisa berbelanja lagi??.
Aku berusaha menyampaikan perasaanku. Sebenarnya aku sangat takut tante Medina akan tersinggung dengan ucapanku.
Tapi rupanya tebakanku salah.
Tante Medina awalnya terdiam saat mendengar ucapanku. Lalu dia memelukku erat sambil mengelus kepalaku.
" Kau sangat berbeda dengan gadis2 lain sayang. Tante benar2 sangat menyayangimu.
Tidak salah tante memilihmu ".
Aku tidak terlalu mengerti maksud ucapannya. Tapi aku bersyukur karena berhasil meyakinkannya supaya tidak membeli semua barang2 ini.
Akhirnya aku memilih satu gaun dan satu sepatu. Aku juga memilihkan sepatu yg sangat indah untuk tante Medina.
Malam sudah cukup larut saat kami meninggalkan pusat perbelanjaan. Aku senang bisa mengenal dekat orangtua David. Ternyata ibunya adalah seorang yg sangat baik dan hangat. Aku membayangkan betapa bahagyanya aku jika bisa menjadi menantunya.
Akhirnya kami sampai di apartment rumahku. Aku keluar dari mobil diikuti tante yg juga ikut keluar.
Tante sekali lagi memelukku. Mencium keningku lalu mengelus rambutku.
"Maafkan tante sayang. Tante tadi sedikit berlebihan.Tante merasa jiwa keibuan tante keluar begitu saja saat bersamamu tadi. Maafkan tante ya" ucapnya sambil mengelus rambutku.
"Tidak apa-apa tante. Sheril juga ikut senang kalau tante senang. Terima kasih untuk segala kebaikan tante pada Sheril" jawabku sambil memeluknya.
"Ya sudah, sekarang kamu masuk. Sudah malam. Kau harus bekerja kan besok?? tanyanya lagi.
" Iya tante. Kalau begitu Sheril masuk dulu tante. Tante hati2 dijalan nanti. Selamat malam tante " pamitku sambil melambaikan tangan padanya.
__ADS_1
Tante Medina juga melambaikan tangan padaku kemudian masuk kedalam mobil.
Hatiku begitu terharu melihat perhatiannya padaku. Aku seperti mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Hal yg sudah bertahun2 tidak kurasakan sejak kematian kedua orangtuaku.