Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 21 # UNDANGAN MAKAN MALAM


__ADS_3

David terdiam membaca informasi yg diberikan oleh Ronald. Dia tidak menyangka gadis yg selalu tertunduk jika bertemu dengannya menyimpan sebuah rahasia sebesar ini.


"Tuan, nona Sheril beberapa hari ini terlihat menemani nyonya besar keluar. Nyonya membelikan beberapa barang untuk Nona Sheril " kata Ronald.


David sangat kesal mendengarnya. Dia pikir, gadis itu tidak sama dengan wanita-wanita yg mengejarnya selama ini.


Ternyata dia lebih munafik daripada mereka, sengaja memperalat ibunya untuk mendekatinya.


"Apa kau tau alasan dirinya tidak bekerja di perusahaannya sendiri "?? tanyaku.


" Tidak ada informasi apapun Tuan. Mereka hanya tau jika Tuan Kevin dan Nona Sheril bukanlah saudara kandung. Sejak kecil mereka tumbuh bersama. Adik Tuan Kevin juga berada diperusahaan itu. Anaya Long " ucap Ronald lagi.


"Ciihhh,, benar2 menjijikkan " pikirku. Aku menyesal tadi sempat memikirkannya. Sampai aku bisa sedikit melupakan gadis masa laluku.


drrtt... drrttt..


Sebuah pesan masuk. Aku segera membukanya.


"Ronald, kita pulang kerumah besar sekarang" ucapku saat mendapat pesan dari mommy untuk makan malam bersama.


"Baik tuan ".


Saat aku akan keluar dari ruangan ini, tiba2 aku teringat jika kemarin gadis itu sempat duduk diruanganku. Aku menatap marah kearah sofa yg di duduki gadis itu.


" Ronald, ganti semua sofa diruanganku. Besok pagi aku tidak mau melihat sofa itu masih ada disana " teriakku kesal.


Beberapa karyawan yg belum pulang melihat takut kearahku.


Sementara Ronald hanya diam berjalan di belakangku.


" Sekarang apa lagi " batin Ronald.


*****


Sheril menatap takjub rumah yg ada didepannya.

__ADS_1


Begitu megah seperti istana dengan pilar2 besar yg menghiasi sisi kanan dan kiri rumah ini.


Dia sedikit ragu untuk masuk kedalam rumah ini. Hanya berdiri mematung melihat bangunan tiga lantai yg begitu besar.


"Sheril "..


Aku terkejut saat mendengar seseorang memanggilku.


" Kenapa kamu hanya berdiri disini. Ayo cepat masuk, angin malam tidak bagus untuk kulit kamu " ajak Tante Medina sambil membawaku masuk kedalam rumah.


"Maaf tante, Sheril melamun tadi. Rumah tante bagus dan besar sekali " pujiku begitu masuk kedalam rumah ini. Interior dan perabotan di dalam rumah ini begitu bagus. Harganya pasti tidaklah murah.


"Kalau kamu suka, kamu boleh datang kemari setiap hari. Kamu juga boleh tinggal disini kalau kamu mau ".


" Terima kasih tante atas tawarannya " jawabku saat mendengar perkataannya.


"Sheril, ini suami Tante. Panggil saja Om Morgan ".


Aku melihat kearah seorang pria yg sudah agak berumur namun ketampanan dan ketegasan masih terpancar dari wajahnya.


"Selamat malam. Benar katamu sayang, dia gadis yg sangat cantik " jawabnya sambil memeluk Tante Medina.


"Aku sudah bilang, kau pasti akan langsung menyukainya ".


Aku tersenyum mendengar perkataan mereka.


Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki menuju kearah kami.


Aku menundukkan kepalaku saat mengetahui siapa yg datang.


" Kau sudah datang sayang " Tante Medina memeluk David yg baru saja datang.


Pandangan kami bertemu. Entah kenapa aku merasa David menatapku penuh kebencian.


Tubuhku sampai merinding mendapatkan tatapan seperti itu darinya.

__ADS_1


"Kenapa wanita ini bisa ada disini mom?? Bukankah mommy memintaku datang untuk makan malam "?? tanya David pada Tante Medina.


" Mommy yg mengundangnya David. Mommy mau mengenalkan Sheril padamu dan juga daddy. Sheril cantik sekali bukan "??.


Aku menahan nafasku menunggu jawaban David. Aku sangat berharap dia akan memuji penampilanku malam ini.


" Dia wanita terburuk yg pernah David temui mom " jawabnya sambil berlalu dari hadapan kami.


Bagaikan disambar petir saat aku mendengar ucapan David.


Hatiku hancur melihatnya begitu membenciku.


"Apa kesalahanku padamu David, kenapa kamu begitu membenciku " lirihku.


Tante Medina segera memelukku saat melihatku hanya tertunduk diam.


Aku memeluknya erat, tubuhku mulai gemetaran.


"Maafkan sikap anak Tante Sheril. Dia memang seperti itu. Sebenarnya dia anak yg baik. Hanya saja dia selalu bersikap kasar pada semua wanita selain tante " hibur tante sambil mengusap punggunggku.


"Tidak apa-apa tante. Seharusnya Sheril tidak disini. Mungkin kehadiran Sheril membuat anak tante terganggu. Kalau begitu Sheril permisi tante " pamitku setelah berhasil menenangkan perasaanku.


"Tidak sayang, tante yg mengundangmu makan malam disini. Kamu tidak boleh pergi begitu saja " cegah tante panik saat aku akan meninggalkan rumah ini.


"Tapi Tante, David...


" Sheril, Tante mohon ".


Aku bingung mendengar ucapan Tante Medina. Sebenarnya, sekarang aku sangat ingin pulang dan menangis, tapi melihat Tante Medina yg begitu sedih hatiku menjadi tidak tega.


" Baiklah Tante, Sheril akan makan malam bersama Om dan Tante " jawabku berusaha tersenyum.


"Kalau begitu, kita sebaiknya langsung makan saja. Ini sudah hampir lewat jam makan malam. Morgan, panggil David ke meja makan " ucap Tante Medina sambil menggenggam tanganku ke meja makan. Sementara Om Morgan menuju kelantai atas.


Kami makan dalam diam. Tidak ada percakapan diantara kami. Terlebih lagi David. Wajahnya sangat menakutkan. Aku tidak berani melihat kearahnya.

__ADS_1


Aku merasa makanan yg kumakan berubah menjadi duri. Rasanya sangat menyakitkan saat makanan itu masuk ke mulutku.


__ADS_2