Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 33 # TERPAKSA MELEPASKAN


__ADS_3

"Apa-apaan ini "!!! bentak David sambil melemparkan sebuah laporan kewajah manager perusahaannya.


" Apa otakmu sudah tidak bisa berpikir lagi hahhhh "!!!.


Manager itu berdiri ketakutan mendapat amukan dari bosnya. Dirinya tidak berani berbicara.Ntah apa yg terjadi pada bosnya, sejak pagi terus saja memarahi para karyawannya.


" Ronald "!! teriak David.


" Apa kau sudah tidak bisa bicara "?? tanya Ronald datar pada manager itu. Bulu kuduk manager itu merinding mendengar suara Ronald. Bosnya hanya berteriak memanggilnya dan dia sudah tau apa maksud teriakan itu. Bisakah jika kita menyebut Ronald seorang makhluk halus,????.


" Maaf Tuan, semua itu hasil laporan yg saya terima dari bagian pemasaran " jelasnya sambil menunduk.


"Lalu kau hanya menulisnya tanpa memeriksa keadaan disana dulu "?? tanya Ronald lagi.


Manager itu semakin ketakutan. Wajahnya sudah pucat pasi sekarang.


Sebenarnya Ronald tau manager ini tidak bertanggung jawab dibagian pemasaran itu. Dan ini hanya masalah kecil yg bisa dengan mudah ditangani. Hanya saja manager ini sedang terkena sial karena mendapat amukan dari tuannya yg sejak pagi emosinya selalu naik turun.


" Keluarlah " ucap Ronald.


Ronald menatap tuannya yg masih terlihat sangat kesal. Beberapa karyawan sudah menjadi sasaran kemarahannya hari ini.


"Antarkan aku kerumah sakit " ucap David.


"Baik tuan ".


Ronald bergegas membuka pintu saat David berjalan keluar.


Mereka segera menuju rumah sakit setelah menaiki mobil yg dikendarai oleh Ronald.


****


Sheril masuk kerumah sakit setelah memastikan jika David tidak berada disana.


Dia berjalan perlahan kearah ruang ICU.

__ADS_1


Saat dirinya hampir sampai, dia melihat suami orang yg ingin dia kunjungi.


" Om Morgan " teriaknya.


Orang yg dipanggil melihat kearahnya. Dia lalu menghampiri Sheril diikuti dua pengawal.


"Apa yg kau lakukan disini Sheril,? Bagaimana keadaanmu "?? tanya Morgan sambil membantu Sheril berjalan.


" Sheril ingin menjenguk tante, om.


Apa tante sudah sadar "?? tanya Sheril.


" Istriku belum sadar. Tapi dia sudah melewati masa kritis berkat bantuanmu. Terima kasih Sheril " ucap Morgan.


Sheril menatap sedih kearah Morgan. Hatinya begitu teriris melihat Morgan yg begitu terluka.


"Maafkan Sheril om. Ini semua karena aku. Kalau saja aku tidak meninggalkan tante, tante tidak akan mengalami kecelakaan " Sheril meneteskan airmatanya.


"Sudahlah Sheril, kau pasti punya alasan kenapa melakukan hal itu. Om percaya kau tidak berniat mencelakai istriku"...


" David " teriak Morgan yg terkejut melihat Sheril terjatuh karena didorong David.


David tidak mempedulikan teriakan ayahnya.


Dia dengan penuh emosi mencengkeram lengan Sheril yg masih terlilit perban.


"Untuk apa lagi kau datang kemari.


Apa kau belum puas melihat ibuku sekarat hahhhh "!!!!!.


Sheril menggigit bibirnya menahan rasa sakit karena cengkeraman tangan David. Dia menatap David berkaca-kaca.


" Berhenti bersandiwara dihadapanku. Jangan kau pikir airmatamu bisa membuatku iba padamu. Asal kau tau, aku terpaksa melepaskanmu karena permintaan ayahku. Jika tidak, kau pasti sudah di neraka sekarang "!!.


Ronald menahan Morgan yg ingin menolong Sheril. Dia menggelengkan kepalanya saat Morgan ingin bicara.

__ADS_1


" Tuan David akan semakin kasar pada wanita itu jika tuan besar mencoba membantunya. Biarkan saja " bisik Ronald.


Morgan hanya bisa diam melihat David yg terus menyakiti Sheril. Hatinya tidak tega melihat Sheril yg kesakitan.


"Aku hanya ingin menjenguk tante David.Sungguh" jawab Sheril lirih.


David,bisakah kau melepaskan tanganmu,?? tanganku sangat sakit " rintih Sheril.


David semakin kuat mencengkeram lengan Sheril saat mendengar ucapannya. Dia sengaja menekan lukanya supaya dia tau jika berani mengganggunya hanya membuat tubuhnya celaka.


"Apa kau pikir aku sebaik itu untuk melepaskanmu,??


Berani sekali kau memohon padaku. Saat ibuku sadar nanti, kau dan kedua kakakmu bersiaplah merasakan kehidupan seperti di neraka. Kau harus membayar mahal perbuatanmu pada ibuku"!! bentak David melepaskan cengkeraman tangannya.


" Jangan biarkan wanita ini mendekat keruangan ibuku. Bunuh dia kalau dia masih keras kepala datang kemari " ucap David kepada pengawalnya. Dia lalu meninggalkan Sheril dan ayahnya.


"Nona, lebih baik anda segera pergi dari sini sebelum aku menyeret dan melemparkanmu ke jalanan " ucap Ronald datar lalu segera menyusul David.


Sheril masih menangis dilantai. Dia tidak tau apa yg dia tangisi. Entah karena rasa sakit atau perlakuan David padanya.


Morgan sangat iba melihat keadaan Sheril.


Dia dengan lembut membantu Sheril berdiri lalu membawanya duduk.


"Sheril, tolong maafkan David " ucap Morgan lirih.


Dia tidak bisa menyalahkan kemarahan David sepenuhnya. David sangat menyayangi ibunya. Wajar jika David bereaksi brutal seperti ini melihat ibunya terluka.


"Semua salah Sheril om. Aku pantas mendapatkannya " jawab Sheril.


Dia tidak tau bagaimana cara menjelaskannya pada David. Dia hanya bisa menerima dengan sabar segala kemarahan David padanya.


"Kau pulanglah. Aku tidak mau melihat David menyakitimu jika dia masih melihatmu disini " ucap Morgan.


Sheril menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Morgan.

__ADS_1


Morgan membantunya keluar sampai didepan rumah sakit. Sebuah mobil datang lalu membawanya pulang kerumah Reina.


__ADS_2