Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 26 # RUMAH SAKIT


__ADS_3

Sheril sampai dirumah sakit. Beberapa dokter dan perawat sudah menunggu kedatangan kami.


Mereka segera memindahkan tubuh Tante Medina lalu membawanya ke ICU.


Sheril berdiri gemetaran didepan ruangan ICU. Dia tidak mempedulikan pakaiannya yg kotor terkena noda darah.


Tidak berapa lama, Om Morgan berlari dengan tergesa2 kearah ruang ICU.


Melihat pakaian Sheril penuh darah, tubuhnya tiba2 merosot ke lantai.


Dua orang pengawal dengan sigap membantu Om Morgan berdiri. Wajahnya sangat pucat.


"Ya Tuhan, semoga Tante Medina baik2 saja " batinku.


Aku ingin menghampiri Om Morgan, tetapi kakiku sangat lemas. Akhirnya aku hanya bisa menatap sedih kearahnya.


Pintu ruangan terbuka, seorang dokter dengan wajah panik menghampiri kami.


"Tuan Morgan,keadaan nyonya sangat kritis, nyonya membutuhkan donor darah secepatnya. Rumah sakit sedang tidak ada stok darah " jelasnya dengan takut.


Dia sedang berbicara dengan pemilik rumah sakit ini, dan yg sedang mereka tolong adalah istri kesayangannya.


"Apa kau bilang "!!!!.


Bagaimana bisa rumah sakit sebesar ini tidak memiliki stok darah.


Kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku, aku akan membunuh kalian semua " teriaknya sambil menarik kerah baju dokter itu.


Tubuhku tiba2 tidak bertenaga mendengar Tante Medina kritis. Aku berpegangan pada dinding disampingku.


Sedangkan para dokter dan perawat hanya menunduk takut melihat kemarahan Tuan Morgan.


"Tuan, golongan darah nyonya itu sangat langka. Tidak semua rumah sakit memiliki stok darah itu " jelasnya lagi.


"Lalu kalian akan membiarkan istriku mati kehabisan darah, hahhh.

__ADS_1


Cari darah itu sampai dapat. Berapapun harganya akan ku bayar ".


"Bukan itu masalahnya Tuan. Kita membutuhkan darah itu sekarang, jika menunggu dari rumah sakit lain itu akan memakan waktu yg lama. Nyonya sudah sangat kritis ".


"Kalian cepat hubungi David. Minta dia datang secepatnya " perintah Om Morgan kepada pengawalnya. Dia sangat panik mendengar perkataan dokter tadi.


"Dokter,, apa golongan darah yg kalian butuh kan "?? tanyaku pelan.


" Kami membutuhkan golongan darah AB+ Nona "!!.


" Golongan darahku AB+, ambil darahku saja dok ".


Dokter itu menatapku, lalu menatap Om Morgan. Melihat Om Morgan menganggukkan kepala, dokter itu segera menyuruh suster untuk membantuku.


"Suster,tolong bawa Nona ini keruang periksa. Segera ambil darahnya jika sesuai. Cepat, keadaan nyonya semakin kritis ".


Dua orang suster segera datang untuk membantuku.


Saat kami hendak pergi, Om Morgan tiba2 memelukku. Tubuhnya gemetar.


" Sheril, tolong selamatkan istriku.


Aku menganggukkan kepalaku. Lalu kami segera melakukan pemeriksaan.


Aku sangat bersyukur saat hasil pemeriksaan menyatakan jika darahku bisa didonorkan untuk Tante Medina.


Mereka segera melakukan tranfusi darah sambil mengobati luka ditubuhku.


"Nona, setelah melakukan donor darah tubuh Nona akan terasa lemas. Nona sebaiknya istirahat disini dulu sampai tubuh Nona sedikit bertenaga " ucap salah satu suster yg sedang mengobati kakiku yg terluka karena terkena aspal jalan saat berusaha menolong Tante Medina tadi.


"Apakah Tante Medina sudah sadar sus "?? tanyaku.


" Nyonya masih kritis. Benturan dikepala nyonya cukup parah. Belum lagi penyakit jantungnya ".


" Penyakit jantung "??? aku kaget mendengar perawat ini mengatakan jika Tante Medina juga menderita sakit jantung.

__ADS_1


" Iya, nyonya beberapa hari lalu melakukan pemeriksaan jantung. Tadi sepertinya nyonya kembali merasakan sakit dijantungnya ".


Aku menutup mulutku. Berarti perkataanku tadi yg menyebabkan Tante Medina berhenti ditengah jalan karena dadanya yg tiba-tiba sakit. Aku benar2 telah melakukan kesalahan besar hari ini.


" Kalau begitu saya permisi Nona ".


Aku menangis teringat ucapanku tadi. Aku yg membuat nya seperti ini. Aku yg telah menyebabkan Tante Medina kritis seperti ini.


Tak lama,akhirnya aku selesai melakukan tranfusi darah. Meskipun tubuhku sangat lemas, aku berusaha datang ke ruang ICU. Aku ingin tau bagaimana keadaan Tante Medina.


Saat aku kesana, aku melihat David sedang melakukan panggilan di handphonennya.


Wajahnya terlihat sangat cemas.


Sementara Om Morgan duduk diam menatap kosong kearah pintu ruang ICU.


Aku terkejut saat melihat David menyadari keberadaanku dibalik tembok. Tubuhku gemetar melihatnya berjalan kearahku.


" Apa kau yg membuat ibuku kecelakaan "??? tanyanya marah sambil menekan keras luka dilenganku.


Bibirku gemetaran menahan takut dan rasa sakit di lenganku.


Mulutku tidak bisa mengeluarkan suara.


" Jika aku sampai mendapatkan bukti kau terlibat dalam kecelakaan ini, kau lihat saja apa yg akan kulakukan padamu "!!!!! bentaknya sambil mendorongku.


" Kau ingat baik-baik, jangan pernah datang kemari. Aku tidak mau melihatmu menemui ibuku lagi. Kalau kau tetap bersikeras menemui ibuku, kau dan kakak2mu bersiaplah untuk merasakan kehancuran "!!.


David meninggalkanku setelah meluapkan emosinya. Tubuhku masih gemetaran melihat kemarahan David.


" Bagaimana jika dia tau aku yg membuat sakit ibunya kambuh?? Apa dia akan membunuhku "?? lirihku.


Dengan langkah yg tertatih-tatih, aku meninggalkan rumah sakit ini.


Aku menangis teringat ancaman David padaku.

__ADS_1


Hingga tak kusadari aku berjalan cukup jauh.


Aku yg sejak tadi merasa tertekan dan menahan sakit ditubuhku, tiba2 saja merasa pusing. Mataku berkunang-kunang hingga akhirnya aku jatuh pingsan dipinggir jalan.


__ADS_2