Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 35 # SIUMAN


__ADS_3

David memejamkan matanya dikursi ruangannya. Ini sudah satu minggu dan ibunya masih belum sadar. Dia sudah mendatangkan dokter-dokter ahli dari luar negeri, tapi tetap saja itu tak membuat ibunya mau membuka mata.


"Hahhhhhhh "


Aku membuang nafas kesal. Aku melihat sekeliling ruangan.


"Apakah sudah ada kabar dari rumah sakit "?? .


" Belum tuan " jawab Ronald tanpa melihat kearahku.


Aku menatap lelaki yg sudah mengikutiku sejak lama. Dia begitu setia padaku. Seluruh kebiasaanku tidak ada yg dia tidak tau. Aku tersenyum tanpa sadar mengingat semua hal yg sudah dia lakukan untukku selama ini.


"Kenapa anda tersenyum seperti itu tuan "?? tanyanya menatap ku heran.


" Memangnya kenapa,?? Ini mulutku, terserah padaku mau tersenyum kapan saja dan dimana saja "!! .


" Ya,, ya,, ya,, tersenyumlah sepuasmu tuan.


Tapi tolong, tunjukkan itu hanya didepanku saja. Jika orang lain melihatnya, mereka pasti berpikir si singa penguasa ini sudah tidak waras ".


" Sialan kau " ucapku sambil melemparkan handphone padanya.


Ronald terkekeh sambil menangkap handphone yg kulemparkan padanya. Kami terkadang sedikit bercanda saat sedang bosan seperti ini.


Ronald bukan hanya sekedar orang kepercayaanku, dia sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri.


"Ronald, apa kau memiliki kekasih "?? tanyaku.


Ronald tergelak mendengar pertanyaanku. Lalu dia kembali terkekeh sambil berjalan kearahku.


" Bagaimana aku bisa memiliki kekasih, jika tuan saja selalu membuatku repot dengan wanita-wanita yg mengejar tuan " jawabnya santai.


"Ciihhhh, itu bukan salahku Ronald. Lagipula aku tidak tertarik pada wanita yg bermuka dua seperti mereka ".


" Masih menunggunya "??.


" Ya, aku masih menunggunya. Kenapa bisa tidak ada petunjuk sedikitpun mengenai keberadaannya "?? ucapku lirih.


Ronald diam mendengar pertanyaanku. Aku tau dirinya sudah bekerja begitu keras mencari keberadaan gadis itu. Tapi hasilnya selalu nihil. Gadis itu menghilang seperti ditelan bumi.


drrttt... ddrrtttt..


Handphone disaku Ronald bergetar. Dia segera mengangkatnya.


" Katakan ".


Aku diam mendengarkan apa yg sedang Ronald bicarakan.


" Baik ".

__ADS_1


Ronald menutup telfonnya lalu menatapku. Aku mengangkat satu alisku melihatnya yg hanya diam melihatku.


" Ada apa "??.


" Nyonya sudah sadar ".


" Shiitt, kenapa tidak bilang dari tadi ".


Aku segera berlari keluar dari ruanganku. Ronald juga ikut berlari dibelakangku. Kami berdua memasuki lift khusus milikku. Ronald menghubungi seseorang saat kami didalam lift.


" Siapkan mobil ".


Tak lama, kami sudah sampai diparkiran. Sebuah mobil sudah menunggu. Ronald segera mengambil alih kemudi lalu menjalankan mobil menuju rumah sakit.


" Cepatlah Ronald. Kenapa kau lamban sekali menyetirnya " ucapku sambil mengusap wajah.


Aku begitu lega ibu akhirnya sadar.


Aku sudah tidak sabar segera sampai disana untuk memeluknya.


Berkat keahlian Ronald menyetir mobil, akhirnya kami sampai dirumah sakit. Aku meninggalkan Ronald yg sedang memarkirkan mobil. Dengan tergesa-gesa aku berlari menuju ruangan ibuku.


"Bagaimana mommy Dad,??


Ronald bilang mommy sudah sadar "!! tanyaku saat baru sampai didepan ruangan ibuku.


" Dokter sedang memeriksanya. Mommy-mu baru saja sadar " jawab daddy sambil tersenyum senang.


"Syukurlah, berarti semua dokter itu bekerja dengan baik. Aku bilang pada Ronald untuk membunuh mereka semua jika mereka tidak bisa membuat mommy sadar ".


Seorang dokter keluar dari ruangan ibuku.. Wajahnya sangat pucat.


" Ada apa,??


Mommy-ku baik-baik saja bukan "?? tanyaku cemas melihat wajahnya pucat pasi.


" Nyo.. nyo baik-baik saja tuan. Saya permisi " jawabnya lalu segera berlari dengan cepat.


"Kenapa dia ketakutan,??


Dia bilang mommy baik-baik saja ".


Aku berbicara sendiri sambil menatap dokter yg sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.


" Dokter itu mendengar perkataanmu tuan " ucap Ronald yg sudah berdiri disampingku.


"Kau membuat mereka ketakutan David ".


Aku mengendikkan bahuku tidak peduli ucapan mereka. Lalu segera masuk menemui wanita yg sudah membuatku khawatir seminggu ini.

__ADS_1


" Mom "


panggilku pada wanita yg sedang berbaring. Aku menghampirinya lalu mengecup keningnya lembut.


"Bagaimana keadaanmu "??.


" Mommy baik-baik saja sayang " jawabnya lirih.


"Apa kau sedang menghukumku mom,??


Kau membuatku takut setengah mati "!!


ucapku sambil duduk dikursi sampingnya.


Mommy hanya tersenyum. Tubuhnya masih lemah. Aku mengecup tangannya lama. Mengucapkan rasa syukur dalam hati karena Tuhan sudah mengizinkan wanita satu-satunya yg sangat kusayangi kembali sadar.


" Istirahatlah, aku akan menjagamu mom " ucapku pelan.


********


Seorang pria yg baru saja turun dari mobil terlihat berlari terburu-buru saat masuk kerumahnya.


Dia melihat semua pelayan berdiri menunggunya.


"Dimana dia,??


Apa yg sebenarnya terjadi"?? tanya pria itu kepada para pelayannya.


" Maaf tuan, kami tidak tau apa yg terjadi.


Nona pulang dalam keadaan yg sangat marah. Sekarang nona ada didalam kamar sedang mengamuk. Beberapa pelayan terluka saat berusaha menenangkan nona " jawab pelayan.


Pria itu segera menaiki tangga menuju kamar wanita yg dia cari.


Ada empat pelayan berdiri didepan kamar itu.


Dua diantaranya memakai perban dikepalanya.


"Tuan " sapa mereka.


"Bagaiman keadaannya "??.


" Nona masih mengamuk. Dan sekarang nona mengunci pintu kamarnya ".


" Baiklah. Kalian berdua kembalilah istrirahat " perintahnya kepada dua pelayan yg terluka.


Kedua pelayan yg terluka segera meninggalkan kamar itu. Sementara dua lainnya masih berdiri didepan kamar.


Pria itu menatap sedih kearah kamar. Suara teriakan dan lemparan barang masih terdengar dari dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2