
Sheril sampai di rumah pukul 22.30 setelah David menurunkannya di pinggir jalan.
Dia berjalan cukup jauh sampai akhirnya ada mobil yg dengan begitu baiknya mau mengantarkanya pulang.
"Sher, kenapa malam sekali kau pulang,?? tanya Naya yg sedang menunggu Sheril diruang tamu.
Sheril yg baru saja masuk agak sedikit terkejut saat mendengar suara kakaknya.
" Kakak belum tidur "??.
" Bagaimana Kakak bisa tidur sementara kau belum sampai dirumah.
Kau darimana, apa terjadi sesuatu "?? tanya Naya sambil berjalan ke depan Sheril.
" Tadi aku ke rumah sakit sebentar Kak " jawab Sheril.
Naya menatap lekat dari atas sampai kebawah tubuh Sheril.
Sheril yg menyadari tatapan menyelidik kakaknya berusaha setenang mungkin untuk menutupi kejadian dirumah sakit tadi.
"Ibu pria itu lagi "??.
"Iya Kak.....
Dia baru saja sadar dari koma-nya dan Om Morgan memintaku datang kesana karena Tante Medina terus menanyakanku " jawab Sheril sambil berjalan kearah sofa.
Dia menahan rasa sakit dibagian tumit kakinya yg terluka karena berjalan jauh menggunakan sepatu hak tinggi.
Dia tidak ingin Kakaknya curiga padanya.
"Apa yg kalian bicarakan sampai kau harus pulang selarut ini Sher "??.
" Aku hanya menemani Tante Medina saja tadi Kak.
Dan tadi tiba-tiba saja keadaannya mendadak drop .Aku tidak mungkin pulang sedangkan keadaan Tante Medina sedang memburuk "!!.
" Tidak ada yg kau sembunyikan dari Kakak kan "?? tanya Naya sambil duduk di samping Sheril.
" Tidak ada Kak. Memangnya apa yg bisa ku sembunyikan darimu "??!.
" Kau yakin "??.
" Aku tidak menyembunyikan apapun Kak. Tidak ada sesuatu yg terjadi padaku "!! jawab Sheril.
" Lalu, bagaimana dengan ini "?? tanya Naya lagi sambil mengangkat kaki Sheril ke pangkuannya.
Naya sudah curiga begitu melihat Sheril masuk kerumah yg berjalan dengan sedikit pincang.
Dia lalu membuka sepatu milik adiknya. Keningnya berkerut melihat luka lecet yg cukup parah di kaki adiknya.
__ADS_1
"Apa ini yg kau bilang tidak terjadi apapun padamu, Sher "??.
"Ini karena aku terlalu banyak berjalan di kantor tadi Kak.
Lagipula ini hanya luka lecet biasa , akan sembuh saat diolesi salep nanti "! kilah Sheril mencari alasan.
Jantung Sheril berdegub kencang saat Kakaknya menyadari luka di kakinya.
Dia lupa jika Kakaknya yg satu ini matanya sangat jeli.
" Hanya kau bilang "!!???.
Sheril, Kakak bahkan tidak mengizinkan nyamuk menggigitmu. Bagaimana bisa luka seperti ini kau sebut hanya... "!!!.
Sheril terdiam melihat Kakaknya marah. Dia hanya menatap punggung Kakaknya yg pergi untuk mengambil kotak obat.
Sifat Kakaknya terkadang sangat berlebihan jika melihat ada sedikit saja luka di tubuhnya.
" Maaf Kak ".
Sheril menyentuh tangan Naya yg ingin mengobati luka nya.
Naya hanya diam lalu mulai membersihkan luka Sheril dengan alkohol sebelum mengoleskan salep.
" Kakak tidak suka melihatmu terluka Sher meskipun itu hanya luka lecet " ucap Naya setelah selesai mengobati kaki Sheril.
"Iya Kak aku tau..
" Jelaskan padaku bagaimana kau bisa mendapatkan luka ini "!!.
" Kak aku tadi sudang bilang kalau kakiku terluka karena terlalu banyak berjalan di kantor.
Pekerjaanku sangat banyak tadi " jawab Sheril.
"Kakak tidak bodoh Sher, jelas-jelas luka ini masih baru.
Jawab Kakak , apakah ada orang yg mengejarmu dan ingin mencelakaimu "?? tanya Naya khawatir.
Sheril bingung harus menjawab bagaimana. Tidak mungkin dia mengatakan yg sejujurnya.
" Aku akan menelfon Kak Kevin sekarang " ucap Naya hendak mengambil handphone-nya.
Sheril segera mencegah Naya menelfon Kevin. Dia akan ketahuan berbohong jika sampai Kevin menyelidiki apa yg terjadi padanya.
"Kak, percaya padaku. Luka ini benar-benar hanya luka lecet biasa.
Iya memang tadi saat aku pulang aku berjalan cukup jauh, makanya sekarang lukanya kembali berdarah " jelas Sheril.
"Kau pulang berjalan, bagaimana bisa "?? tanya Naya tidak percaya.
__ADS_1
"Taxi yg ku tumpangi mogok di tengah jalan Kak. Dan posisi tempatnya sangat sepi.
Akhirnya aku berjalan kaki sambil menunggu taxi lain lewat ".
" Astaga Sheril, kenapa kau tidak menelfon Kakak saja tadi "??.
" Aku tidak mau merepotkan Kakak...
Lagipula tadi sudah malam, Kakak pasti juga lelah setelah bekerja seharian " jawab Sheril.
Naya kaget mendengar cerita adiknya. Dia lalu memeluk Sheril.
" Maafkan Kakak ya, Kakak seharusnya menghubungimu tadi ".
" Tidak apa-apa Kak, yg penting sekarang aku sudah sampai dirumah dengan selamat kan " jawab Sheril sambil mengelus punggung Kakaknya.
"Apa kau sudah makan sayang "?? tanya Naya.
" Aku sudah makan Kak.
Kak aku ke kamar dulu ya, tubuhku sangat lelah ".
" Baik,, baik. Istirahatlah, besok pagi Kakak akan membuatkan sarapan yg enak untukmu " sahut Naya lalu membantu Sheril berdiri.
Sheril berjalan menaiki tangga dengan perlahan dibantu Kakaknya.
Saat dia akan masuk ke kamarnya dia teringat dengan sesuatu.
"Oh ya Kak, apa Kak Kevin belum pulang dari kantor "???.
"Dia ada di diluar kota Sher, mungkin dia disana sekitar 3-4 hari.
Kenapa "?? tanya Naya.
" Tidak apa-apa Kak. Ya sudah, Kakak kembali saja ke kamar.
Terima kasih sudah mengobati lukaku tadi Kak " ucap Sheril lalu memeluk Kakaknya.
"Ya sudah, kau istirahatlah " jawab Naya.
"Selamat malam Kak "!!.
" Selamat malam sayang " jawab Naya lalu mengecup kening adiknya sebelum pergi ke kamarnya.
Sheril menatap sedih kearah Naya. Dirinya bersalah karena telah membohongi Kakaknya yg begitu mengkhawatirkannya tadi.
"Maafkan aku Kak, aku terpaksa berbohong.
Aku tidak ingin Kakak membenci David. Karena aku sangat mencintainya " ucap Sheril lirih.
__ADS_1
**************************