
"Benturan dikepala yg nyonya alami cukup parah tuan. Kita masih harus melakukan pengecekan pada nyonya untuk mengetahui ada tidaknya gejala yg muncul setelah nyonya sadar ".
David dan ayahnya sedang berada diruangan dokter untuk membahas tentang kondisi ibunya.
" Kalian lakukanlah yg terbaik untuk membuat istriku sehat kembali "jawab Morgan.
" Tapi tuan, ada sedikit kabar buruk " ucap dokter itu. Membuat David dan ayahnya yg tadi sudah sedikit lega kembali dilanda rasa takut.
"Apa maksudmu "!!! bentak David sambil menggebrak meja.
Dokter berjengit kaget akibat ulah David. Wajahnya pucat.
Dia tau dengan siapa dirinya bicara saat ini. Mereka berdua adalah penguasa yg tidak bisa disinggung sama sekali. Dan dirinya baru saja membuat salah satu dari mereka marah.
"David tenanglah.
Biarkan dokter menyelesaikan perkataannya " ucap Morgan berusaha menenangkan putranya.
"Katakan dengan benar atau kurobek mulutmu itu " ancam David kembali duduk.
Dokter itu menyeka keringat diwajahnya. Dia dengan takut berusaha menyampaikan perkataan yg sempat terpotong tadi.
"Keadaan jantung nyonya saat ini sedikit buruk. Karena benturan dikepala nyonya, saat ini kami belum bisa melakukan tindakan apapun pada nyonya. Akan sangat beresiko jika kita tetap melakukan operasi jantung untuk nyonya tuan".
" Lalu apa yg harus dilakukan sekarang,?? tanya David.
Mendengar perkataan dokter, hatinya kembali gelisah. Ternyata ibunya masih belum berada dalam keadaan baik-baik saja.
"Untuk sekarang kami akan terus mencari cara untuk menyembuhkan nyonya. Tapi saya ingatkan pada Tuan untuk jangan membuat nyonya merasa tertekan. Jika nyonya berada dalam kondisi yg tertekan, serangan jantung yg nyonya alami bisa saja terjadi kembali. Dan itu akan membuat nyonya mengalami kondisi yg jauh lebih buruk dari ini ".
Morgan dan David duduk dengan sangat gelisah. Mereka berdua takut sesuatu yg buruk akan terjadi pada wanita yg sangat mereka kasihi.
*******
__ADS_1
"Sher, kakak ingin mengajakmu tinggal bersama kakak dan kak Kevin. Kakak takut ada orang yg akan kembali menyakitimu kalau kau tinggal sendirian disini ".
Naya dan Kevin sedang berada di apartment Sheril.
Mereka kemari setelah pulang dari kantor.
"Benar apa kata kakakmu Sher. Kita berdua sangat mengkhawatirkanmu " timpal Kevin.
Sheril diam mendengar permintaan kedua kakaknya. Dia sadar dirinyalah yg membuat kakaknya menjadi khawatir.
"Bagaimana sayang, kau mau kan tinggal bersama kami lagi "?? tanya Naya.
"Maafkan aku kak, aku sudah membuat kalian berdua khawatir. Kalau dengan tinggal bersama kalian bisa membuat kalian tenang, aku akan ikut pulang dengan kakak " jawab Sheril.
"Sampai kapanpun kakak akan selalu mengkhawatirkanmu Sheril. Kau adalah kebahagyaan kami berdua, kesayanganku " ucap Naya sambil menghampiri Sheril lalu memeluknya.
Dia sangat menyayangi adiknya. Dia tidak ingin adiknya terluka.
"Kak, kalian sudah makan malam belum "?? tanya Sheril.
Sheril mengangguk. Sudah sejak sore tadi dia merasa lapar.Tapi tidak ada makanan di kulkas karena dia baru pulang dari rumah Reina dan belum sempat berbelanja bahan makanan.
"Kalau begitu kita masak saja. Sudah lama kita tidak memasak bersama ".
"Tapi dirumah tidak ada bahan makanan kak. Aku belum mengisi kulkas sejak seminggu lalu ".
"Eyyy, kita kan punya kakak CEO. Tenang saja, uangnya tidak akan pernah habis kita kuras ".
Sheril dan Naya tertawa bersama. Sedangkan Kevin tersenyum mendengar candaan adiknya.
Melihat kedua adiknya kembali tersenyum, hatinya menjadi tenang.
"Aku jadi rindu padanya " gumam Kevin.
__ADS_1
Kevin segera mengantarkan kedua adiknya ke supermarket. Niat dari rumah hanya untuk membeli bahan makanan. Tapi sampai disana, bukan hanya bahan makanan yg mereka beli. Seperangkat alat make up tak luput dari penglihatan mereka berdua. Terlebih lagi Naya. Dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menguras dompet kakaknya.
"Apa lipstik juga bisa dijadikan makanan Nay "?? tanya Kevin saat mereka berada di mobil.
Dia memperhatikan kedua adiknya yg duduk dikursi belakang sibuk membahas make up yg mereka beli melalui kaca spion mobilnya.
"Sembarangan, lipstik ini untuk memperindah bibir mungilku ini kak. Apa kau mau mencobanya??
Aku yakin, kakak pasti akan terlihat sangaatt manis ".
Kevin bergidik mendengar candaan Naya. Awalnya dia ingin sedikit meledek adiknya, sekarang dia malah kena getahnya.
" Kau ingin kakakmu yg tampan ini menjadi seorang wanita ya "?? omel Kevin.
" Hahaha, kalau kakak mau kami tidak keberatan. Iya kan kak "?? goda Sheril lagi.
Mereka tertawa bersama. Terus saja saling menggoda hingga tidak sadar jika mereka sudah sampai di apartment.
Mereka membawa barang belanjaan masuk kedalam.
Naya dan Sheril segera beraksi di dapur. Perut mereka sudah mulai lapar.
"Kak, kau tunggulah di ruang tengah, jangan mengganggu kami. Kami akan menunjukkan kehebatan kami dalam memasak " usir Naya saat Kevin berniat membantu mereka memasak.
"Baiklah para putri, aku dengan senang hati menunggu pelayanan dari kalian ".
Kevin segera meninggalkan kedua adiknya di dapur. Dia berbaring di sofa sambil menonton tv.
Tiba-tiba bel apartment berbunyi.
"Siapa yg datang malam-malam begini " ucap Kevin sambil berjalan kearah pintu.
Kevin mengintip melalui lubang kecil dipintu untuk mengetahui siapa yg datang. Sebuah buket bunga mawar menutupi lubang pintu, membuat Kevin tidak dapat melihat wajahnya. Saat Kevin membuka pintu, sebuah teriakan membuatnya sangat terkejut.
__ADS_1
"Surpriseee....... "!!!!!!.