Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 30 # REKAMAN KEJADIAN


__ADS_3

Pukul 02.00 dini hari Ronald baru datang kerumah sakit.


Dia baru saja menyelesaikan masalah yg terjadi dikantor. Dia juga datang membawa rekaman cctv yg diminta oleh David.


"Tuan "..


Panggilnya saat melihat David sedang duduk merokok dikursi taman.


" Apa kau membawa rekamannya "?? tanya David tanpa melihat kearah Ronald.


Hatinya sedang gelisah,karena ibunya masih belum melewati masa kritis.


" Ya Tuan. Saya membawa rekaman cctv kejadian dan juga cctv restaurant yg didatangi nyonya sebelum kecelakaan " jawab Ronald.


"Bawa masuk. Aku akan memeriksanya " jawab David sambil mematikan rokoknya.


Mereka segera masuk kedalam dimana Morgan berada.


"Tuan besar " sapa Ronald.


Morgan menganggukkan kepalanya. Dia lalu kembali menatap pintu ruangan ICU.


David mengusap wajahnya kasar melihat ayahnya.


"Dad, Ronald membawa rekaman cctv kecelakaan mommy. Apa kau mau melihatnya "?? tanya David berusaha mengalihkan perhatian ayahnya dari ruangan itu.


" Benarkah,?? Kalau begitu cepat buka rekaman itu. Aku ingin tau kejadian yg sebenarnya " jawab Morgan.


Ronald segera memutar videonya. Terlihat ibunya sedang duduk didalam restaurant bersama seorang perempuan.


Mereka terlihat sedang berbicara serius. Bahkan mereka juga berpelukan.

__ADS_1


David terus memperhatikan orang yg berada dalam video itu.


Keningnya berkerut saat perempuan yg bersamanya ibunya tiba2 berlari keluar restaurant.


Ibunya berusaha mengejar perempuan itu yg sedang menyebrang jalan.


Tiba-tiba ibunya berhenti saat ditengah jalan sambil memegang dadanya.


Sebuah truk melintas begitu cepat lalu menabrak tubuh ibunya.


David berdiri setelah melihat rekaman itu. Amarahnya memuncak melihat tubuh ibunya berlumuran darah.


"Cari pemilik truk itu. Biarkan dia membusuk dipenjara " teriak David pada Ronald.


Ronald segera menghubungi bawahannya untuk mencari sopir truk itu.


"Wanita licik itu. Aku akan melenyapkanmu sekarang juga " geram David mengepalkan tangannya.


"Kau mau kemana David "?? tanyanya sambil menarik tangan David.


" Aku ingin membunuh wanita licik itu. Aku yakin dia pasti mengatakan sesuatu yg membuat mommy kesakitan sebelum mommy kecelakaan. Aku tidak akan mengampuninya dad "?! jawab David begitu emosi.


" Jangan lakukan itu. Gadis itu belum tentu bersalah. Kau jangan gegabah David "!! teriak Morgan sambil mencoba menahan David yg tetap ingin pergi.


" Lepaskan dad, jangan menghalangiku " bentak David. Dia tak habis pikir kenapa ayahnya menghalangi keinginannya melenyapkan wanita yg jelas2 menjadi penyebab ibunya kritis.


"Dengarkan daddy. Dia datang kemari bersama pengawal kita. Mommy-mu tidak akan selamat jika tidak ada gadis itu " jelas Morgan.


"Gadis itu yg mendonorkan darah miliknya karena rumah sakit tidak memiliki stok darah yg sama dengan mommy-mu".


" Wanita itu pasti sengaja melakukan iti agar mendapatkan simpati dari kita semua. Apa daddy tau, sebelum mommy datang ke perusahaan, wanita itu berusaha merayu David " teriak David kesal.

__ADS_1


Dia tidak percaya apa yg dikatakan ayahnya.


Seorang dokter keluar dari ruang ICU lalu menghampiri mereka yg sedang berdebat.


"Tuan, nyonya sudah melewati masa kritisnya. Beruntung tadi ada gadis itu yg mendonorkan darahnya. Kalau tidak, kita tidak tau apa yg akan terjadi dengan nyonya " ucap dokter itu.


"Lalu, bagaimana kondisi istri saya "?? tanya Morgan yg begitu lega istrinya berhasil melewati masa kritisnya.


" Karena benturan di kepala nyonya cukup parah, saat ini nyonya masih belum sadarkan diri Tuan. Yang terpenting sekarang nyonya sudah keluar dari masa kritisnya ".


Morgan dan David sangat lega mendengarnya.


" Kalau begitu saya permisi Tuan.


Kami akan segera memindahkan nyonya keruang rawat. Tuan bisa menjenguknya disana nanti ".


Tak lama, terlihat dokter dan perawat keluar sambil mendorong ranjang istri pemilik rumah sakit ini.


David menatap sedih kewajah pucat ibunya. Selang oksigen terpasang diwajahnya.


Sementara Morgan langsung mencium kening istrinya dihadapan para dokter dan perawat begitu mereka membawa istrinya keluar dari ICU.


Setelah menyelesaikan tugasnya, para dokter segera mennggalkan ruangan VVIP ini.


Tinggal David dan ayahnya yg masih disini menemani ibunya.


"David, jangan melakukan masalah apapun sampai mommy-mu sadar. Terlebih lagi, jangan menyentuh gadis itu. Kau tau bukan kalau mommy-mu sangat menyayanginya " ucap Morgan sambil menggengam tangan istrinya.


David hanya diam mendengar ucapan ayahnya. Semarah apapun dia sekarang, sepertinya lebih baik dia mendengarkan perkataan ayahnya untuk sekarang ini. Karena bagaimanapun juga darah wanita itu yg telah menyelamatkan nyawa ibunya.


Dia akan membuat perhitungan dengan wanita itu saat keadaan ibunya sudah kembali normal.

__ADS_1


__ADS_2