
David merokok di dalam mobilnya. Pikirannya berada diantara kebenciannya dan ibunya.
Jika dia menolak wanita itu, hal itu akan berdampak pada kondisi ibunya. Dirinya tidak akan tega melihat kebahagyaan ibunya yg tadi dia lihat berganti dengan kesedihan.
Tapi dia tidak sudi jika harus menikah dengan wanita licik itu.
"Ronald, kau bunuh saja wanita itu " ucap David sambil membuang puntung rokoknya.
"Bagaimana dengan Nyonya Tuan "??.
David menggertakan giginya. Jawaban Ronald membuat kepalanya kembali sakit.
"Ck, kau juga membuatku sakit kepala Ronald ".
" Maafkan saya Tuan ".
" Ronald, kau hancurkan saja JB group itu. Lalu lemparkan kedua pemilik perusahaan itu ke kandang buaya ".
" Bagaimana kalau Nona Sheril mengadu pada Nyonya Tuan "??.
" Haahhhhhhhhh,,,, berengsek kau " umpat David lalu duduk di mobil tanpa menutup pintunya.
Ronald hanya berdiri diam di samping tuannya. Dia tau kenapa tuannya memintanya untuk menghancurkan perusahaan itu.
Tak lama, terlihat ayah David berjalan keluar mengantarkan Sheril. Ayah David memeluk Sheril sebelum kembali masuk ke rumah sakit.
"Seret wanita itu kemari " ucap David yg juga memperhatikan Sheril yg sedang berdiri di depan rumah sakit.
"Baik Tuan ".
Sheril terkejut saat dia berbalik ingin pergi dari rumah sakit di belakangnya berdiri seorang pria yg menatapnya datar.
" Nona, Tuan ingin bertemu dengan Nona ".
" Dimana David "?? tanya Sheril.
" Tuan ada di mobil. Mari Nona ".
Sheril berjalan dibelakang Ronald. Dia lalu melihat David yg sedang duduk didalam mobil mewahnya. Hatinya kembali berdebar.
" Silahkan masuk Nona " ucap Ronald sambil membukakan pintu untuk Sheril.
"Terima kasih " jawab Sheril lalu masuk kedalam mobil.
David langsung mengunci pintu mobil begitu Sheril masuk. Sementara Ronald berdiri diluar.
Sheril meremas tangannya saat David menatapnya tajam.
__ADS_1
"David, Ronald bilang kau ingin bertemu denganku. Ada apa "??
Sheril memberanikan diri untuk bertanya. Meskipun sebenarnya dia sangat takut pada David sekarang.
" Apa kau berpikir aku sangat ingin menemuimu "??.
" Apa maksudmu David "?? tanya Sheril tidak faham ucapan David.
" Jangan kau pikir aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menikahimu. Jangan pernah bermimpi " bentak David sambil mencengkeram dagu Sheril.
"David, tolong tenanglah. Kita bisa bicarakan ini baik-baik " ucap Sheril sambil berusaha melepaskan tangan David.
David lalu melepaskan tangannya. Sebenarnya dia sekarang sangat ingin membunuh wanita ini. Tapi dia ingat perkataan Ronald.
"David, aku minta maaf. Aku tau aku salah karena mengambil keputusan sendiri " ucap Sheril pelan.
"Di dalam tadi aku terpaksa menyetujui keinginan ibumu. Aku tidak mau keadaan ibumu memburuk jika kita tidak mau menurutinya ".
" Kita,??? Hahhaha...
Hey, apa kau pikir aku akan melakukan hal yg sama sepertimu "??!!!!
Tidak akan, aku tidak akan pernah setuju untuk menikahimu. Bisa kau pahami "???.
" Aku tau David kau tidak akan mau menikahiku ".
Kau pasti sengaja bukan, kau sengaja mengambil kesempatan saat ibuku sakit "!!!.
" David, bukankah kita tau bagaimana kondisi ibumu tadi. Kenapa kau berfikir aku hanya memanfaatkan keadaan,???
Apa kau tidak bisa melihatku yg khawatir pada ibumu "?? tanya Sheril sedih.
Hatinya kembali sakit mendapat tuduhan seperti itu dari mulut David.
" Omong kosong. Kau jangan mencoba membohongiku. Apa kau pikir aku tidak tau siapa dirimu "???.
Sheril tersentak kaget. Rupanya David sudah tau siapa dirinya. Apakah karena dia dulu pergi meninggalkannya membuat David jadi membencinya begitu dalam, pikir Sheril.
" Kenapa, kau terkejut,??
Apa kau tidak menyangka jika aku bisa mengetahui siapa dirimu haahhhhhh "!!!.
Tidak ada yg tidak kuketahui tentang dirimu wanita licik " umpat David.
"Ronald ".
Ronald lalu masuk kedalam mobil. Dia melirik kekaca spion untuk melihat keadaan di kursi belakang. Alisnya terangkat saat melihat Sheril diam terpaku. Sementara David masih terlihat marah.
__ADS_1
" Kupikir Tuan David akan kembali memukul Nona Sheril,ternyata tidak . Baguslah, itu jadi meringankan pekerjaanku " batin Ronald.
"Antarkan wanita ini " perintah David.
"Baik Tuan ".
Sheril yg sedang terpaku tiba-tiba merasa hangat dihatinya. Ternyata David masih memiliki hati. Dia mau mengantarkannya pulang meskipun sangat membencinya.
Mobil terus melaju kearah jalan menuju rumah Sheril.
" Berhenti ".
Ronald menghentikan mobilnya saat mereka belum mencapai setengah perjalanan.
Sheril menatal David bingung kenapa meminta Ronald menghentikan mobilnya disini.
"Turun ".
Sheril yg tidak tau pada siapa David bicara, duduk diam sambil menatap David.
" Apa kau tuli. Aku memintamu turun dari mobilku " bentak David kesal melihat Sheril masih duduk dimobilnya.
"Tapi, rumahku masih jauh. Dan ini didekat hutan David. Sangat sulit mencari taxi disini " ucap Sheril panik karena David memintanya turun dari mobil.
Sheril menatap takut pohon yg berjejer dipinggir jalan ini. Diluar juga sangat gelap.
"Apa kau berpikir aku akan benar-benar mengantarmu,??? Hahahhah....
Aku hanya tidak ingin ayahku marah padaku ".
Sheril sedih mendengar ucapan David. Ternyata dia melakukan ini semua karena ada ayahnya. Hati yg tadi sempat menghangat kini kembali terasa perih.
" Cepat turun sekarang "!!! bentak David lalu membuka pintu samping Sheril.
Dengan kasar David mendorong Sheril keluar dari mobilnya.
Tanpa ada rasa kasihan sedikitpun David meminta Ronald untuk kembali menjalankan mobil dan pergi dari sini.
" David, kenapa kau tega sekali padaku " ucap Sheril lirih.
Airmatanya kembali menetes. Entah kenapa begitu banyak kesedihan yg dia rasakan, tapi tidak bisa membuatnya melupakan David.
Hatinya selalu saja memaafkan semua perlakuan David padanya.
Sheril berdiri dipingir jalanan sepi ini. Berharap ada sebuah mobil yg bisa mengantarkannya pulang kerumah.
Tanpa Sheril sadari, seseorang sedang mengawasinya dari dalam mobil. Tatapan matanya terlihat sangat dalam. Tetapi ada senyum mengerikan yg tercetak di bibirnya.
__ADS_1