Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 39 # KEGELISAHAN


__ADS_3

Setelah memastikan ibunya sudah tidur, David dan Ronald segera pulang kerumah.


Di dalam mobil, David terus memikirkan


perkataan dokter tentang kondisi ibunya yg masih membuat para dokter siaga.


"Ronald, besok kau hubungi dokter-dokter terbaik yg bisa mengobati penyakit jantung mommy. Aku tidak peduli darimana mereka berasal, aku hanya ingin mommy sembuh " ucap David.


"Baik Tuan, besok saya akan menghubungi dokter dari seluruh rumah sakit terbaik di luar negeri ".


Ronald melihat tuannya melalui kaca spion mobil. Jika itu berhubungan dengan orangtuanya, tuannya akan terlihat lemah.


Apalagi sekarang kondisi ibu tuannya masih belum pasti.


" Ronald, apakah kau masih melanjutkan pencarian tentangnya "??.


" Tidak tuan. Benar-benar tidak ada jejak yg bisa kita temukan ".


" Ternyata ada juga yg tidak bisa kau lakukan. Rupanya kau juga manusia " jawab David lalu memejamkan matanya.


"Kau pikir aku apa selama ini tuan "?? batin Ronald.


Pikiran David kembali menerawang gadis cantik yg sudah meninggalkannya selama hampir 12 tahun ini.


Wajahnya yg menggemaskan terbayang di matanya. David tersenyum mengingat bagaimana gadis itu dengan malu-malu meminta dia untuk berjanji menikahinya. Dan dia dengan mudahnya menyetujui permintaannya. Setelah itu tiba-tiba gadis itu menghilang sampai sekarang.


"Kau dimana Cery,?? Aku merindukanmu " desis David.


David terus melamun sampai mobil yg dikemudikan Ronald tiba di rumahnya. Ronald membukakan pintu untuk David.


"Kau pulanglah, bawa mobilku " ucap David lalu meninggalkan Ronald yg masih berdiri menunggunya masuk kerumah.


ceklekk..

__ADS_1


"Selamat malam tuan " sapa bi Meta. Bi Meta adalah kepala pelayan dirumah ini.


Dia yg mengatur segala pengeluaran semua pengawal dan pelayan dirumah ini.


David menganggukkan kepalanya membiarkan bi Meta melepaskan mantel dan jasnya.


David duduk disofa lalu seorang pelayan membuka sepatunya dan memakaikan sandal pada kakinya.


"Apakah tuan David ingin makan malam "?? tanya bi Meta.


" Ya. Siapkan setelah aku mandi " jawab David sambil menaiki lift menuju kamarnya.


David segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia membiarkan air dingin mengguyur tubuhnya yg sedang gelisah memikirkan kondisi ibu dan keberadaan gadis itu.


Setelah puas mendi air dingin, dia segera memakai pakaian yg sudah disiapkan pelayan lalu kembali turun kebawah untuk makan malam.


David menikmati makan malam ini sendirian. Beberapa pengawal dan pelayan berdiri tidak jauh darinya.


"Aarrggggghhhhh... " teriak David kerass membuat pelayan yg berdiri disana ketakutan.


Bi Meta segera berlari menghampiri David yg masih sangat emosi.


"Tuan, apakah makanannya tidak enak,?? Saya akan memecat kokinya jika mereka tidak becus melakukan pekerjaannya " ucap bi Meta cemas.


Bekerja bertahun-tahun pada keluarga Clovist membuatnya sangat memahami sifat tuannya yg sangat pemarah ini.


"Ya, makanan itu sangat tidak enak. Kau jadikan saja mereka makanan untuk para buaya " bentak David sambil menatap tajam wanita yg berdiri sambil menundukkan kepalanya.


Sementara para koki wajahnya sudah pucat pasi mendengar perkataan David. Tubuh mereka bergetar kuat saking takutnya karena David meminta wanita yg sudah seperti matanya dirumah ini untuk memberikan mereka pada buaya peliharaan dirumah ini.


"Baik tuan " jawab bi Meta lalu memerintahkan beberapa pengawal untuk membawa dua koki itu ke kolam buaya.


"Tuan, tolong maafkan kami. Kami tidak akan melakukan kesalahan lagi " teriak salah satu koki sambil bersimpuh dibawah kaki David.

__ADS_1


"Tolong maafkan kami tuan, ibuku sedang dirawat dirumah sakit. Jika saya mati, tidak ada orang lain lagi yg akan merawat ibuku. Saya mohon tuan, tolong ampuni kami " pintanya lagi sambil menangis.


"Beraninya kau memohon seperti itu pada Tuan " bentak bi Meta.


"Apa yg kalian lihat, cepat bawa mereka dan lemparkan ke kolam " teriak bi Meta pada pengawal yg hanya berdiri diam.


"Sudahlah, aku lelah. Kau bereskan kekacauan ini. Biarkan mereka hidup " ucap David lalu meninggalkan meja makan.


"Terima kasih tuan, terima kasih " ucap kedua koki itu sambil membungkukkan tubuhnya kearah David yg sudah memasuki lift.


Bi Meta melirik kedua koki yg terus mengucapkan terima kasih pada tuannya lalu mengambil sedikit makanan yg berserakan dilantai.


"Tidak ada masalah dengan makanan ini, lalu kenapa Tuan David mengamuk " pikirnya.


" Kalian beruntung hari ini " ucapnya sambil menepuk bahu koki itu.


"Terima kasih bu Meta.


Kami sebelumnya sudah memastikan standar makanan yg akan di suguhkan kepada tuan David. Makanan itu benar-benar sesuai dengan selera Tuan David " jelas salah satu koki.


"Benar bu Meta. Semua sesuai petunjuk yg anda berikan".


" Saya tau kalian tidak bersalah " jawab bu Meta.


"Tapi tetap saja, kita harus patuh pada setiap perintah Tuan David. Tidak peduli kita bersalah atau tidak. Dan kita tidak boleh melawannya jika masih ingin hidup dengan baik ".


" Baik bu Meta, maafkan kelancangan kami tadi ".


" Kalian beristirahatlah sekarang. Hari sudah malam " ucap Bu Meta setelah meminta pelayan membersihkan kekacauan ini.


Sepertinya amarah tuannya semakin bertambah saja. Baru kemarin Tuan David memintanya untuk memberikan pelajaran kepada dua pelayannya yg salah menata piring. Dan hari ini, hampir saja dia membunuh orang yg tidak bersalah hanya gara-gara tuannya yg tiba-tiba mengamuk.


"Aku harus bertanya pada Ronald kenapa tuan menjadi sangat mudah marah akhir-akhir ini " batinnya.

__ADS_1


__ADS_2