Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 43 # AWAL KEPEDIHAN 2


__ADS_3

Brruukkkkk...


David dengan sangat kasar mendorong Sheril hingga terjatuh.


Dia menganggap kehadiran Sheril-lah yg telah membuat ibunya kembali pingsan.


"David, kenapa kau selalu kasar padaku" batin Sheril sedih.


Sheril memegang pahanya yg terasa sangat sakit. Dia menunduk tetapi tidak menangis. Dia takut membuat David marah karena melihatnya menangis.


Ronald menahan tubuh David yg ingin berjalan mendekati Sheril. Dia tau jika tuannya akan melakukan sesuatu pada wanita ini.


"Berani sekali kau menahanku"!! bentak David membuat Sheril tersentak kaget.


Sheril menutup mulutnya saat David memukul wajah Ronald hingga bibirnya meneteskan darah. Ronald tidak mundur ataupun melawan pukulan David. Dia membiarkan tuannya melampiaskan amarah padanya.


"Apa kau mulai kasihan pada wanita licik ini, Ronald "!!! bentak David lagi sambil menarik kerah baju Ronald.


" Maafkan saya Tuan, saya hanya tidak ingin Tuan melakukan tindakan yg bisa membuat keadaan Nyonya semakin buruk " jawab Ronald datar. Dia sama sekali tidak merasa takut melihat kemurkaan David padanya.


"Apa maksudmu " tanya Ronald.


"Tuan, saat ini Nyonya belum sadar. Saya khawatir begitu Nyonya bangun Nyonya akan mencari Nona Sheril. Nyonya pasti akan terkejut jika Tuan membuat Nona Sheril terluka " jelas Ronald.


David diam mendengar penjelasan Ronald. Ibunya memang sangat menyukai wanita yg dia benci sekarang.


David lalu melepaskan tangannya dari baju Ronald. Dia mengusap wajahnya kasar lalu segera menghampiri ayahnya yg berdiri diam didepan pintu.


"Daddy " panggil David.


Morgan menatap kearah David. Tiba-tiba dia menampar wajah David. Sheril terkejut hingga tanpa sadar berlari kearah Morgan dan David.


"Om tenanglah, jangan memukulnya " ucap Sheril sambil menarik tangan Morgan yg ingin kembali memukul David.

__ADS_1


"Biarkan saja Sheril, jangan membelanya " bentak Morgan.


"Sheril tidak membelanya Om. Sheril tidak mau Tante mendengar Om bertengkar dengan David. Siapa tau Tante sekarang sudah sadar. Om harus tenang dulu sekarang. Kita tunggu kabar dari dokter " bujuk Sheril sambil membawa Morgan duduk.


Dia dengan sangat sabar mengusap punggungg Morgan yg berkeringat.


"Tenang lah Om " ucap Sheril lagi.


David menggertakan giginya melihat bagaimana Sheril berhasil mendapatkan simpati dari orangtuanya.


Tamparan di wajahnya sama sekali tidak terasa sakit, tetapi cukup membuat pipinya memerah.


"David, bukankah sudah kukatakan untuk menjaga emosimu didepan mommy-mu. Sekarang kau lihat, kau membuat mommy-mu kembali tidak sadarkan diri " ucap Morgan menatap kesal pada David.


Sheril melihat kearah David. Dia merasa sedih melihat bekas tamparan di pipinya. Ingin sekali dia berlari kesana lalu mengobatinya.


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Kami segera berdiri menghampiri dokter.


Sedangkan David diam menunggu jawaban dari dokter.


"Nyonya sudah sadar Tuan. Maaf, apakah disini ada Nona Sheril "?? tanya dokter itu sambil menatap kearah kami.


David dan Morgan menatap bingung kearah dokter. Lalu mereka menatap kearah Sheril yg juga sedang terlihat bingung mengapa dokter mencarinya.


" Saya Sheril dokter. Ada apa "?? tanya Sheril ragu-ragu.


" Nyonya meminta anda masuk kedalam Nona. Mari "


Dokter membukakan pintu untuk Sheril. Sebelum masuk, Sheril melihat kearah David. David hanya menatapnya tajam, lalu Sheril melihat kearah ayahnya. Ayahnya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya memberi izin untuk menemui istrinya.


"Tante Medina " panggil Sheril begitu dia masuk kedalam ruangan ini.


Beberapa dokter masih berdiri diruangan ini.

__ADS_1


"Kemari sayang, Tante ingin bicara padamu " jawabnya lirih.


Sheril berjalan kearah ranjang lalu duduk disamping ibu David. Dia menatap sedih wanita yg sedang berbaring lemah itu. Pikirannya kembali mengingat bagaimana dulu dia melihat kematian ibunya. Airmatanya tiba-tiba saja menetes.


"Sheril, kenapa kau menangis,?? Tante tidak apa-apa ".


" Tante, aku sedih melihat Tante seperti ini.


Ini semua karena kesalahanku. Kalau saja aku tidak meninggalkan Tante di restaurant, Tante tidak akan mengalami kecelakaan itu " ucap Sheril terisak.


"Sstttt, ini bukan salahmu. Keadaan Tante memang sedang tidak baik hari itu. Tante sakit bukan karenamu, tapi karena perlakuan David padamu. Sudah jangan menangis lagi ya ".


Sheril memeluk wanita yg sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. Airmatanya masih menetes, berbagai macam kesedihan muncul dihatinya sekarang.


" Maaf Nyonya, Nyonya harus istirahat sekarang " ucap salah satu dokter.


"Dokter, bisakah kalian memanggilkan suami dan putraku kemari,???


Aku ingin bertemu mereka sebentar ".


Para dokter saling berpandangan. Keadaan Nyonya Medina tidak baik. Akan sangat buruk jika mereka terlalu lama membiarkannya kelelahan bicara.


" Maaf nyonya, tapi kondisi Nyonya sekarang sedang tidak baik ".


" Kalau begitu biarkan saja aku mati " jawab ibu David.


Sheril tersentak kaget mendengar ucapan ibu David. Dia segera melihat kearah dokter yg terlihat panik.


"Tante, Sheril akan memanggil mereka masuk" ucap Sheril sambil memberi kode pada dokter untuk ikut keluar.


"Tapi kau harus kembali kesini Sheril ".


" Iya Tante, Sheril akan datang bersama mereka " ucap Sheril lalu segera berjalan keluar diikuti dokter dibelakangnya.

__ADS_1


__ADS_2