
Pukul 18.00 Ika sampai di apartment miliknya. Dia baru saja pulang dari kantornya.
"Akhirnya sampai juga ".
Aku menyenderkan tubuhku ke pintu apartment sebelum masuk kedalam. Tubuhku rasanya seperti baru saja dikeroyok orang.
Sangat lelah.
ceklek..
"Kenapa pintunya tidak terkunci"?? Aku kan sudah menguncinya sebelum berangkat kerja" ucapku heran.
Pintu apartment ku terbuka.
Jantungku tiba2 berdebar.
"Jangan2 ada pencuri " bisikku lagi. Aku segera mengambil gagang payung yg berada di belakang pintu.
Aku mengendap-endap masuk kedalam rumah. Mataku menatap sekeliling ruangan.
"Aaaaaaaaaaaa.......
Aku berteriak keras saat tiba2 sebuah tangan memelukku dari belakang. Dengan cepat, aku memukulkan gagang payung kearah belakangku.
" Rasakan, rasakan. Berani sekali kau masuk kerumahku. Dasar pencuri. Rasakan panasnya gagang payung ini " teriakku sambil terus memukulkan payung yg kupegang.
Terdengar teriakan kesakitan dari pencuri ini.
Dia menutupi kepalanya dari serangan gagang payungku.
"Sayang, ini aku. Kevin " teriaknya.
Aku menghentikan pukulanku. Kuperhatikan dengan seksama orang yg mengaku bernama Kevin ini. Dia mengenakan setelan jas. Tidak mungkin pencuri memakai jas saat melakukan aksinya.
Mataku melotot saat tau ternyata orang yg kuanggap pencuri adalah kekasihku sendiri.
Aku segera melemparkan payung yg pakai untuk memukulinya kearah pintu.
"Ya ampun Kevin, maafkan aku.
Aku tidak tau kalau kau yg ada didalam. Aku kira tadi pencuri yg masuk " ucapku sambil membawanya duduk.
__ADS_1
"Jahat sekali. Kekasih sendiri dianggap pencuri. Kau pasti menggunakan semua tenagamu untuk menyerangku kan "?? tanyanya sambil terus mengusap kepalanya. Terlihat beberapa bekas merah di dahinya karena pukulanku tadi.
" Ya iyalah, kalau seandainya memang benar pencuri yg masuk bagaimana coba,??
Lagipula, kenapa kau datang tidak memberitahuku,?? Bukan salahku kalau aku mengira pencuri yg masuk lalu menyerangnya "!!! belaku sambil mengusap bekas kemerahan di dahinya.
" Sakit tidak " tanyaku.
"Sakit " jawabnya manja.
Aku tersenyum mendengarnya. Kemudian aku memeluknya. Aroma tubuhnya yg menjadi candu untukku ku hirup dalam2. Rasanya tubuhku yg tadi kelelahan seperti mendapat asupan energi saat memeluknya seperti ini.
"Kenapa, merindukanku ehh "?? tanyanya.
Aku menengadahkan wajahku. Kuusap pipinya lembut, aku sangat mencintai lelaki ini.
" Aku selalu merindukanmu Kevin " jawabku pelan.
"Kalau begitu, aku akan memberimu hadiah karena sudah merindukanku " jawabnya sambil melepas pelukanku.
"Hadiah apa "?? tanyaku penasaran.
Cup... sekali.
"Seperti ini mungkin. Atau seperti ini " ucapnya sambil mengecup bibirku kedua kalinya.
Cup....
Aku tertawa melihat hadiah yg dia maksud. Tingkahnya selalu saja membuatmu semakin mencintainya.
"Oh, tidak-tidak. Seperti ini...
Cup...
" Yg ini baru benar " ucapnya setelah mengecup bibirku yg ketiga kalinya.
"Hadiah macam apa itu. Itu namanya mencuri kesempatan " jawabku sambil menarik hidung mancungnya gemas. Bagaimana bisa dia menyebut kecupan itu sebuah hadiah.
"Itu memang hadiah khusus untukmu sayang, hadiah karena aku juga sangat merindukanmu " ucapnya sambil menarikku kedalam dekapannya.
Aku melingkarkan tanganku dipinggangnya. Meresapi kebersamaan kami yg sangat aku sukai ini.
__ADS_1
"Apa hari ini sangat lelah "?? tanyaku saat melihat wajah Kevin yg seperti kurang istirahat.
"Sangat melelahkan sayang. Ditambah lagi keadaan adikku yg kemarin terluka. Aku tidak bisa tidur memikirkannya " jawabnya lirih.
"Aku tau kau cemas, tetapi kau harus tetap menjaga kondisimu. Aku tidak mau melihatmu sakit " ucapku sambil mengusap dadanya.
Aku tau kejadian yg menimpa adiknya. Dia selalu menceritakan apapun padaku. Tidak ada rahasia diantara kami berdua. Termasuk kondisi adiknya yg semakin membaik.
"Untung aku memilikimu sayang. Aku tidak tau pada siapa lagi bisa membagi bebanku jika tidak ada dirimu " jawabnya sambil mencium keningku.
"Aku juga sangat beruntung bisa dicintai lelaki sebaik dirimu. Aku mencintaimu Kevin " bisikku didalam pelukannya.
Kami menikmati romansa cinta kami malam ini. Kami berdua memasak makan malam berdua lalu menikmatinya bersama. Kegiatan sederhana tapi mampu membuat hubungan kami semakin kuat.
*******
"Rei, besok aku ingin pergi kerumah sakit. Aku ingin melihat kondisi tante Medina " ucapku setelah kami berada dikamar.
Reina sudah tau kejadian lengkapnya karena aku menceritakan semua yg terjadi padanya.
Aku merasa dia bisa menyimpan rahasia ini dari kedua kakakku.
"Tapi kakimu belum sembuh Sher "??
Bagaimana kalau disana kau bertemu David lalu dia menyakitimu lagi "?? ucapnya. Wajahnya terlihat sangat khawatir padaku.
" Kau tenang saja. Aku akan kerumah sakit saat dia sedang bekerja " jawabku berusaha membuatnya tidak khawatir.
"Apa kau yakin "??.
" Iya Reina. Aku harus melihat kondisi tante Medina. Saat aku pergi dari rumah sakit, tante Medina masih kritis " ucapku.
"Baiklah aku akan mengizinkanku kesana. Tapi harus ditemani sopir. Kakimu belum bisa dibawa berjalan terlalu lama".
" Terima kasih Rei " ucapku sambil tersenyum padanya.
"Iya Sheril. Sudah, sekarang tidur. Kau harus banyak-banyak istirahat ".
Aku berbaring diranjang lalu Reina dengan telaten menyelimutiku. Dia mengusap pipiku sebelum pergi meninggalkan kamarku.
Reina sangat baik. Dia bahkan rela tidur dikamar lain karena sekarang aku yg tidur dikamarnya. Aku benar2 bersyukur dikelilingi orang2 yg begitu menyayangiku.
__ADS_1