Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 41 # TIDAK ADA NIAT LAIN


__ADS_3

"Sheril, kau sudah mulai bekerja lagi "?? tanya Ika heboh saat melihat Sheril yg baru saja datang ke kantor.


" Iya, hari ini sudah mulai bekerja. Terima kasih ya kakak ipar selama aku cuti kau sudah membantu meringankan pekerjaanku " jawab Sheril.


"Sheril, bisakah kau tidak memanggilku seperti itu saat di kantor "?? bisik Ika.


" Baiklah, aku akan memanggil namamu seperti biasanya saat di kantor " jawab Sheril sambil tertawa melihat kekasih kakaknya malu saat dia memanggilnya kakak ipar.


"Nah, begitu baru benar ".


" Kau ini. Ya sudah, aku keruanganku dulu ya "?? pamit Sheril lalu berjalan masuk keruangannya.


Tak lama setelah dia duduk di kursinya, Tuan William dan Pak Miko datang. Sheril segera berdiri memberi hormat kepada bosnya.


" Selamat pagi Tuan William. Selamat pagi Pak Miko ".


" Oh, ya selamat pagi. Kau sudah kembali bekerja Sheril "??


Bagaimana kondisimu sekarang "?? tanya Tuan William melihatnya sudah berada di meja sekertaris.


" Saya baik-baik saja Tuan " jawab Sheril sopan.


"Baguslah kalau kau sudah tidak apa-apa. Lain kali kau harus hati-hati jika menyebrang jalan. Orang sekarang terkadang suka berfikir jika jalanan adalah miliknya sendiri ".


Sheril memang meminta pada Ika untuk mengatakan jika dirinya tertabrak mobil saat menyebrang jalan. Jadi wajar saja jika bosnya memperingatkan dia untuk hati-hati saat menyeberang.


" Baik Tuan, saya akan mengingat pesan anda ".


" Karena kau baru saja sembuh, biar Pak Miko saja yg mengambil alih tugasmu ".


" Baik Tuan ".


Sheril kembali duduk setelah bosnya masuk keruangannya. Dia mulai berkutat dengan pekerjaannya yg sempat terbengkalai selama hampir seminggu lebih.

__ADS_1


*******


Setelah sibuk seharian menyelesaikan pekerjaannya, Sheril bersiap-siap untuk pulang.


Karena alasan kesehatannya, bosnya memintanya untuk pulang tanpa harus menunggu bosnya pulang kantor.


"Semoga saja David tidak ada. Jika bukan karena kondisi Tante Medina, aku tidak akan berani datang kesana. Aku tidak mau David menyakiti kedua kakaku " ucap Sheril sebelum meninggalkan kantornya.


Semalam dia mendapat pesan dari ibu David. Dia meminta Sheril untuk datang menemuinya. Sheril sudah mencoba menolak tetapi ibunya David tetap memaksa. Ditambah lagi tadi suaminya menelfon mengatakan bagaimana kondisi ibu David. Membuatnya menjadi tidak tega dan mau tak mau harus datang kerumah sakit.


Hingga akhirnya sampailah Sheril di depan rumah sakit. Dia sedikit ragu saat akan masuk ke dalam. Jantungnya berdebar sangat keras.


"Huuhhff,, semoga tidak terjadi sesuatu jika aku menemui Tante Medina " doa Sheril sebelum masuk kedalam rumah sakit.


Baru saja Sheril berjalan beberapa langkah, tangannya tiba-tiba ditarik. Sheril yg tidak menduga akan ada yg menariknya menabrak deretan kursi dirumah sakit. Dia menelan ludahnya saat tau jika orang yg dia takutilah yg menariknya.


"David " panggil Sheril lirih.


David tidak peduli pada Sheril yg menahan sakit dikakinya karena menabrak kursi. Sejak di kantor tadi dia terus mengkhwatirkan keadaan ibunya. Hingga akhirnya dia memilih datang kerumah sakit.


braakkkkk....


David menendang pintu tangga darurat lalu melemparkan Sheril dengan kasar sampai jatuh tersungkur.


"Bukankah sudah kuperingatkan padamu untuk tidak datang kemari. Sepertinya kau benar-benar menganggap aku ini hanya main-main dengan ancamanku " bentak David.


"Ronald " teriak David.


Ronald segera masuk begitu mendengar panggilan tuannya. Dia menatap datar wanita yg terduduk di lantai.


"Dia lagi " pikirnya.


"Hancurkan perusahaan JB group. Buat kedua pemiliknya dipenjara seumur hidup " perintah David.

__ADS_1


Sheril terkejut mendengar perkataan David. Tanpa pikir panjang, Sheril segera duduk berlutut dibawah kaki David.


"David, jangan lakukan itu pada kakakku. Jangan sakiti mereka, aku mohon " ucapnya sambil memegang kaki David.


"Hahahhaah,, kenapa "??


Kau sendiri yg menginginkan kehancuran kakakmu itu. Aku sudah memperingatimu, tapi kau masih nekad datang kemari "!!!.


" Ibumu yg memintaku datang kemari. Jika ibumu tidak memaksaku, aku tidak akan berani datang kesini David ".


David semakin emosi mendengar ucapan Sheril. Dengan kasar dia menarik rambut panjang Sheril.


" Jadi sekarang kau menyalahkan ibuku. Berani sekali kau "!!!.


" Bukan,, bukan seperti iti David. Tolong dengarkan perkataanku dulu ".


" Mendengarkanmu "!!??


Hahahhaa, kau pikir siapa dirimu memintaku mendengar sandiwaramu yg menjijikan itu hahhhh "!!! bentak David.


Ronald hanya berdiri diam melihat tuannya berbuat kasar pada wanita yg duduk bersimpuh dibawah kaki tuannya. Sebenarnya hatinya tak tega melihatnya diperlakukan kasar seperti ini, tapi dia tidak berani melarang tuannya.


"Tolong, biarkan aku jelaskan dulu Davit " pinta Sheril mulai menangis. Kulit kepalanya seperti akan terkelupas. Belum lagi luka dipahanya yg kembali terasa sakit karena menabrak kursi tadi.


"Aku benci melihat airmata wanita licik sepertimu. Cepat katakan sebelum aku melemparkanmu dari jendela itu " bentak David lalu melepaskan tarikan dikepala Sheril.


Sheril bergidik ngeri mendengar ancaman David. Dia bisa mati jika dilemparkan ke jendela itu, pikirnya.


"Tante menelfonku semalam, dia memintaku untuk datang kemari. Dan aku sudah menolaknya David, sungguh. Tapi tadi siang Om Morgan menelfonku, dia memberitahuku kondisi Tante Medina. Om Morgan bilang Tante tidak mau makan sebelum aku datang menemuinya. Aku benar-benar tidak memiliki tujuan lain David. Aku sangat khawatir dengan kondisi Tante " jelas Sheril sambil menyeka airmatanya.


David diam mendengarkan penjelasan Sheril. Memang benar jika ibunya menolak semua makanan sejak tadi malam. Karena itulah dia seharian tidak fokus bekerja. Tapi dia tak menyangka hanya karena wanita ini ibunya berbuat seperti itu.


"Kau temuilah ibuku, tapi ingat. Jangan mengatakan apapun padanya. Jika sampai terjadi sesuatu, aku akan menukarnya dengan nyawamu " ucap David lalu meninggalkan Sheril sendiri.

__ADS_1


Sheril berdiri perlahan. Dia menahan sakit dikakinya lalu berjalan keluar setelah sebelum nya merapihkan baju dan make upnya. Dia tidak mau Tante Medina tau jika dia barusaja menangis.


__ADS_2