
Naya dan Kevin saat ini sedang menyiapkan berkas yg akan dibawa Naya menemui klien.
Mereka akan bertemu di sebuah restaurant tidak jauh dari perusahaan Clovist.
"Naya, ingat tahan emosimu. Jika mereka macam2 padamu, batalkan saja kerjasamanya " ingat Kevin mengingatkan Naya. Dia tidak ingin adiknya mengalami kejadian seperti beberapa waktu lalu.
"Baik kak.
Kalau begitu aku pergi dulu " pamit Naya.
"Hati-hati "!!.
Naya bergegas meninggalkan kantor.
Dia mengendarai mobilnya menuju restaurant.
***
" Morgan, aku ingin menemui David " ucap Medina yg saat ini sedang duduk di ranjang kamar mereka.
"Untuk apa. Kau sedang tidak sehat sayang, " tanya Morgan.
"Aku tidak bisa berdiam diri. Sepertinya ada salah paham antara David dan Sheril ".
" Bukankah kau sudah mendengar dari mulut David jika dirinya tidak menyukai Sheril. Kau jangan memaksanya, bisa2 nanti gadis itu yg akan menerima akibatnya " bujuk Morgan.
"Aku tidak akan memaksanya Morgan. Aku hanya ingin David tidak berfikir buruk tentang Sheril. Hanya itu saja ".
Morgan terdiam mendengar permohonan istrinya. Dirinya khawatir jika David akan kembali mengamuk seperti malam itu.
Itu adalah kali pertama David berani membentak ibunya, sepertinya dia benar2 sangat membenci gadis itu.
" Morgan, bolehkan " Medina kembali memohon.
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Morgan meng-iyakan permintaan istrinya. Setelah membantu istrinya bersiap, Morgan segera memerintahkan supir dan pengawal untuk menemani istrinya ke perusahaan.
Sedang dia sendiri tidak pergi karena ada pekerjaan yg harus dia selesaikan.
Setelah beberapa saat, Medina akhirnya sampai di kantor David. Dia segera menuju ruangan David.
Samar2, terdengar suara bentakan dari dalam ruangan.
Medina ragu-ragu untuk masuk. Tiba-tiba dia mendengar suara seorang wanita yg tidak asing ditelinganya.
"Sheril " gumamnya.
Dia segera masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Medina sangat terkejut melihat kejadian yg sedang berlangsung diruangan ini.
David menarik rambut panjang Sheril yg terduduk dilantai. Lengan Sheril terluka hingga mengeluarkan darah.
"DAVID, APA YG KAU LAKUKAN.. "!!!!.
" Apa kau sudah gila David, kau menyakitinya "!! bentaknya sambil berlari menghampiri Sheril yg terlihat sangat ketakutan. Terdapat bekas pukulan di pipi Sheril yg putih.
Medina sangat terpukul melihat keadaan Sheril. Dia segera memeluknya yg mulai menangis.
" Ronald, kenapa kau tidak menghentikan David "!?? tanyanya pada Ronald yg berdiri disamping David.
" Maaf nyonya, itu hukuman untuk orang yg melakukan kesalahan pada tuan David " jawabnya datar.
"Sebesar apa kesalahan yg dia lakukan, hahhh!!.
Tidak seharusnya kalian berbuat begini kasar pada Sheril " bentaknya sambil membawa Sheril keluar dari ruangan ini.
Dia membawa Sheril melewati lift khusus.
__ADS_1
Sebuah mobil sudah menunggu diparkiran.
"Kita ke restaurant " ucap Medina pada supirnya. Medina membersihkan darah yg masih keluar dari luka Sheril. Airmatanya menetes. Bagaimana bisa putranya melakukan hal sekasar ini pada wanita.
Medina memakaikan mantel miliknya untuk menutupi luka Sheril sebelum mereka masuk ke restaurant.
Dia segera menhampiri pelayan meminta air dan es batu untuk mengompres luka diwajah Sheril.
"Sheril, maafkan David. Tante tidak tau dia bisa berbuat sekasar ini " sesalnya sambil mengompres wajah Sheril. Terlihat darah yg mulai mengering disudut bibir Sheril.
"Tante, bisakah tante untuk tidak menemui Sheril lagi?? David tidak menyukainya... ucapnya lirih.
" Tapi kenapa??? Tante sangat suka bersamamu " jawab Medina sedih.
"Tante, Aku sangat mencintai David. Dari dulu aku sudah mencintainya.
Aku benar2 tidak tau kalau tante adalah orangtua David. Kalau aku tau, aku tidak akan mendekati tante. Aku hanya merasa nyaman karena mendapatkan kasih sayang dari tante.
Tapi David salah faham padaku. Dia mengira aku sengaja mendekati tante supaya bisa masuk ke keluarga tante. Sekarang David sangat membenciku tante...
Airmataku menetes mendengarkan kejujuran hatinya. Meskipun dia tau dirinya adalah ibu dari orang yg dicintainya, dia tidak pernah sedikitpun menunjukkan perasaannya. Malah seolah2 dia tidak mengenal putranya.
"Tante, aku tidak ingin David semakin membenciku. Aku mohon tante jangan menemui ku lagi...
.............
Hai reader's.. gimana..
Mulai penasaran kan. Author juga.. 🤣🤣🤣
Di bab-bab selanjutnya, kejahatan David bakalan lebih parah.
Kira-kira, apa yg akan terjadi dengan Sheril ya????
__ADS_1
Jangan lupa buat ninggalin like dan komentar ya reader's....
Terima kasih...