
Pagi ini, setelah Naya memenuhi janjinya untuk membuatkan sarapan lezat untuk adiknya dia mengantarkan Sheril berangkat ke kantornya.
Dia juga melarang Sheril mengenakan sepatu hak tinggi, alasannya sangat klise menurut Sheril.
"Kakak tidak ingin tubuhmu lecet, nanti tidak mulus lagi ".
Sheril hanya bisa menggelengkan kepala mendengar alasan Kakaknya yg memaksanya memakai sepatu yg terbuka bagian belakangnya.
" Sudah sampai Kak,aku turun dulu ya "?? ucap Sheril saat mobil Kakaknya berhenti di depan kantor.
" Iya, kau hati-hatilah.
Jangan terlalu banyak berjalan dulu, nanti lukamu kembali berdarah " jawab Naya.
"Baik Kak ".
" Sheril, kau harus katakan pada Kakak kalau ada sesuatu yg terjadi.
Kakak tidak mau kejadian semalam kembali terulang. Kakak takut kakimu jadi jelek ".
Sheril tersenyum mendengar perkataan Kakaknya.
Hatinya sedikit geli melihat ekpresi di wajah Kakaknya saat berbicara tadi.
" Kakak jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.
Ya sudah, aku masuk ke dalam dulu Kak " ucap Sheril lalu mencium pipi Kakaknya.
Sheril keluar dari mobil Kakaknya diikuti tatapan khawatir dari Naya.
Kakinya masih sakit jadi dia berjalan dengan sedikit pincang.
"Sheriiilllll...... "!!!!!!!.
Sheril menghentikan langkahnya saat seseorang berteriak memanggilnya.
Naya yg kebetulan belum pergi hanya terkikik geli melihat calon kakak iparnya berteriak kencang memanggil adiknya sambil berlari.
" Hai kakak ipar "?? sapa Naya saat Ika tepat berada disamping mobilnya.
" Naya, jangan memanggilku kakak ipar jika sedang di kantor " jawab Ika sambil berbisik.
Dirinya cukup kaget saat ada seseorang yg memanggilnya kakak ipar tadi.
"Kenapa harus begitu kakak ipar "?? goda Naya sengaja bersuara keras saat menyebut kakak ipar.
Ika dengan cepat menutup mulut Naya menggunakan tangannya.
Matanya sambil melihat ke kanan kirinya takut ada yg mendengar ucapan adik kekasihnya ini.
__ADS_1
" Kau ini sama saja seperti kakakmu yg suka seenaknya bicara " gerutu Ika masih dengan menutup mulut Naya.
"Selamat pagi kakak ipar " bisik Sheril yg juga ikut menimbrung perdebatan sahabat dan kakaknya.
"Sheril ayolah. Cukup Kakakmu saja yg memanggilku kakak ipar di depan kantor " ucap Ika jengah.
Sheril terkekeh melihat wajah Ika yg mulai kesal.
Sementara Naya yg mulutnya masih dibungkam mengedipkan sebelah matanya pada Sheril. Memberi isyarat supaya melanjutkan menggoda kakak ipar mereka.
"Baiklah, aku tidak akan mengatakannya lagi " ucap Sheril.
Dia tidak akan menuruti keinginan kakaknya.
"Itu baru adik ipar yg baik " senang Ika lalu melepaskan Naya.
"Kakak ipar, apa kau baru saja memegang kotoran kerbau,????
Tanganmu bau sekali "?? ledek Naya.
" Haahhh "!!!!
Kau yg benar saja Nay " jawab Ika lalu mencium kedua tangannya.
Wajahnya bingung setelah mencium tangannya. Tangannya wangi, sama sekali tidak ada bau yg lain.
"Hahhahaha, kau ini polos sekali kakak ipar.
" Naya "!!!!.
Sheril tertawa melihat kakaknya mendapatkan cubitan dari Ika.
Kakaknya memang terlalu suka menjahili orang. Entah bagaimana nasib sahabatnya ini jika sudah menjadi istri Kakak mereka.
" Sudah-sudah, semua orang melihat kalian " lerai Sheril.
Naya dan Ika menghentikan candaan mereka saat melihat ada beberapa karyawan kantor yg menatap mereka aneh.
Ika segera membungkukkan badannya sambil menyapa para karyawan.
"Hehehe,, apa aku perlu mengatakan pada mereka kalau kau telah merebut calon suamiku "??! goda Naya lagi.
" Naya "!!!!.
" Kak Naya "!!!.
Naya tertawa mendengar adik dan kekasih kakaknya berteriak bersamaan sambil melotot padanya.
Dengan tanpa rasa bersalah, Naya segera menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sebelum dia pergi, dia menatap kearah mereka berdua.
" Bye adikku yg cantik...
Bye kakak ipar "!!!!!.
Sheril dan Ika hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Naya.
Mereka lalu masuk ke dalam kantor setelah mobil Naya keluar dari halaman kantor.
" Kakakmu benar-benar sangat suka menjahili orang Sher ".
" Iya kamu benar Ka. Dia memang seperti itu.
Tapi kau tenang saja, sebenarnya hatinya sangat baik " jawab Sheril.
"Aku tau. Adik kekasihku tidak mungkin jahat kan "???.
Sheril tersenyum mendengar perkataan Ika.
Saat mereka akan memasuki ruangan, tiba-tiba saja kaki Sheril terasa begitu nyeri. Dia segera berpegangan pada gagang pintu ruangannya.
" Astaga Sheril, kau kenapa "?? tanya Ika panik.
Dia segera membantu Sheril yg berpegangan pada pintu untuk duduk.
" Kau kenapa, apa kau baik-baik saja "?? tanya Ika lagi.
" Kakiku semalam terluka. Tadi tiba-tiba terasa nyeri " jawab Sheril.
Ika segera melihat kearah kakinya. Dia melihat ada perban dibagian kaki belakang Sheril.
"Kenapa kau bisa sampai terluka Sher "??.
" Hanya luka lecet karena bergesekan dengan sepatu Ka. Bukan luka yg besar " jawab Sheril yg melihat sahabatnya khawatir.
"Apa kau baik-baik saja "??.
" Tentu saja aku baik-baik saja Ika.
Ini kan hanya luka kecil ".
" Apa kau tidak ingin pulang saja,?? Wajahmu terlihat tidak baik "!! ucap Ika sambil menyeka keringat dikening Sheril.
" Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit nyeri saja di kakiku " jawab Sheril.
Sebenarnya bukan hanya luka di tumitnya saja yg sakit, akan tetapi luka retak dibagian pahanya juga kembali sakit.
Tapi dia tidak mau Ika tau, bisa saja dia akan mengatakannya pada Kevin tentang dirinya.
__ADS_1
Setelah kakinya terasa jauh lebih baik, Sheril segera berpamitan untuk ke ruangannya.
Dia beralasan jika banyak pekerjaan dimejanya yg harus segera di selesaikan.