
Reina memasukkan kembali handphone Sheril ke dalam tas. Tadi saat dia sedang menunggu dokter memeriksa Sheril, tiba2 handphonenya berdering.
Kakaknya yg menelfon. Dia lalu mengangkatnya dan memberitahukan keadaan Sheril pada mereka.
"Bi, nanti ada 2 orang yg akan datang kemari. Mereka kakak temanku. Kalian langsung bawa mereka masuk " perintahku pada pelayan yg berdiri tidak jauh dariku.
"Baik Non ".
Aku kembali memikirkan apa yg terjadi pada Sheril. Kenapa keadaannya bisa sampai seperti itu.
Tak berapa lama, kedua kakak Sheril datang. Mereka berjalan tergesa-gesa kearahku.
Aku memperhatikan mereka yg terlihat begitu panik. Mata kakak perempuannya terlihat merah seperti baru menangis.
"Selamat malam, aku Reina. Teman Sheril " sapaku sambil memperkenalkan diri pada kedua kakak Sheril.
"Selamat malam. Saya Kevin dan ini adik saya, Naya " jawabnya.
"Dimana Sheril, bagaimana keadaannya "??.
" Sheril ada didalam Vin. Aku belum tau seperti apa keadaannya sekarang. Dokter masih memeriksanya " jawabku sambil menunjuk kearah kamarku.
__ADS_1
"Silahkan duduk, bi tolong buatkan minuman untuk mereka "!! teriakku pada pelayan.
Mereka duduk dengan raut wajah yg begitu cemas. Matanya berulang kali menatap kearah pintu kamarku. Sebenarnya aku juga sangat cemas. Tapi aku berusaha menyikapinya dengan tenang.
" Reina, sebenarnya apa yg terjadi?? Dimana kamu menemukan Sheril "?? tanya Naya.
" Aku tidak sengaja melihatnya sedang berjalan dipinggir jalan saat pulang dari rumah sakit tadi. Awalnya aku tidak tau kalau itu Sheril. Saat aku ingin memanggilnya, tiba-tiba dia jatuh pingsan. Aku langsung saja membawanya kemari ".
Naya terlihat sangat syok begitu mendengar ceritaku. Airmatanya mulai menetes dipipinya.
" Kenapa kau membawanya kemari,?? Kenapa tidak membawanya kerumah sakit "?? tanya Kevin.
Saat Kevin akan berbicara, pintu kamarku terbuka. Naya segera berlari kearah dokter, begitu juga aku dan Kevin.
"Dokter bagaimana keadaan adik saya "?? tanya Naya sambil memegang tangan dokter itu.
" Nona, bisakah kita duduk untuk berbicara,?? Ada hal penting yg ingin saya sampaikan " jawab dokter itu.
Kami akhirnya duduk diruangan tak jauh dari kamarku.
"Dokter, apa yg ingin anda sampaikan,?? Semuanya baik2 saja bukan "?? Kevin bertanya dengan tidak sabar.
__ADS_1
" Begini, sepertinya adik tuan baru saja mengalami sebuah kekerasan. Ada luka lebam diwajah dan lehernya, seperti bekas pukulan dan cekikan. Dan juga, tekanan darahnya sangat rendah. Itu yg membuatnya tidak sadarkan diri ".
Kami bertiga terkejut mendengar penjelasan dokter. Wajah Naya sangat pucat.
" Dokter, apakah adikku seperti mengalami sebuah kecelakaan "?? tanya Naya lirih. Bibirnya bergetar berusaha menahan tangis.
" Sepertinya iya Nona, karena ada luka gores dilengan dan kakinya. Dan juga tulang pahanya sedikit retak tapi tidak terlalu parah. Sebaiknya kita menunggu dia sadar dulu, baru kita tahu seperti apa kejadian sebenarnya ".
Kevin memeluk Naya yg menangis sambil membungkam mulutnya.
Dia bisa membayangkan seberapa parah luka yg dialami adiknya itu. Naya terus terisak dipelukan Kevin. Hatinya hancur mendengar bagaimana keadaan adik kesayangannya.
Dirinya ikut terluka, namun tidak berdarah.
Dokter memandang mereka dengan sedih. Dia juga kaget saat memeriksa keadaan wanita yg belum sadarkan diri itu.
" Dokter, kenapa Sheril belum sadar "?? Reina yg sejak tadi hanya diam akhirnya membuka suara. Matanya menatap pintu kamar dengan tatapan yg begitu dalam. Ada sebuah kemarahan yg sangat besar yg tidak terlihat oleh mereka.
" Maaf nona, keadaannya sangat lemah. Saya memberinya obat tidur agar dia bisa cepat pulih. Nona, sepertinya teman Nona baru saja melakukan transfusi darah dalam jumlah yg sangat besar " ucap dokter sambil berbisik tak ingin orang lain mendengarnya.
Reina membulatkan matanya terkejut mendengar perkataan dokter itu. Dia melihat kearah dokter itu. Sepertinya ada hal penting yg ingin disampaikan padanya. Dia segera mengajak dokter meninggalkan ruangan ini. Membiarkan Kevin dan Naya untuk menenangkan pikiran mereka.
__ADS_1