
Pukul tujuh pagi, sebuah pesawat dengan penerbangan dari luar negeri baru saja mendarat di bandara. Terlihat beberapa orang berdiri rapi di depan pintu keluar penumpang sambil membawa papan nama di tangan masing-masing.
Tak lama kemudian, terlihat seorang wanita bertubuh ramping berjalan keluar sambil mendorong troli yang berisi beberapa koper berukuran besar. Dia lalu membuka kacamata hitam yang di pakainya kemudian mengedarkan pandangan mencari seseorang yang menjemputnya. Dia melambaikan tangan sambil tersenyum kearah orang yang sedang di carinya.
" Selamat datang kembali Nona Reina !" sapa seorang pria kemudian mengambil alih troli berisi barang-barang milik Nona-nya.
Reina tersenyum ramah.
" Terima kasih Pak. Dimana Ayah ? " tanya Reina saat tidak melihat kehadiran ayahnya di bandara.
" Tuan tidak ikut menjemput Nona. Beliau bilang kepalanya sedikit pusing karena semalam tidak tidur dengan baik setelah mendengar berita kalau Nona akan pulang hari ini ! ".
Reina tertawa geli mendengar penuturan sopir keluarganya mengenai kelakuan ayahnya.
" Astaga, Ayah seperti anak kecil saja. Kalau begitu ayo cepat kita pulang ke rumah. Aku sudah sangat merindukan Ayah dan juga masakan Bibi ! " ajak Reina semangat.
" Baik Nona ! ".
Reina dan sopirnya segera berjalan menuju parkiran mobil. Dalam perjalanan pulang ke rumah, Reina banyak menceritakan pengalamannya selama berada di luar negeri. Meskipun Reina adalah seorang Nona Besar, Reina tidak pernah membangun jarak dengan bawahannya. Dia selalu menghargai semua orang yang bekerja di rumah. Apalagi sopir yang sedang bersamanya sekarang. Pak sopir ini sudah bekerja di rumahnya sejak dia masih bayi. Reina sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.
🌷🌷🌷🌷🌷
" Sher, kau kenapa ? " tanya Widia.
Widia merasa heran dengan perubahan sikap sahabatnya. Sejak dia kembali dari restoran kemarin siang, Sheril terlihat murung dan tidak banyak bicara.
" Kenapa apanya Wid ? " ucap Sheril bertanya balik.
Widia menarik nafasnya.
" Kau marah padaku ? " tanya Widia lalu duduk di sebelah Sheril.
Kening Sheril mengernyit mendengar pertanyaan Widia.
" Kenapa aku harus marah padamu ? ".
" Hei, kau sejak tadi terus membalas pertanyaanku dengan pertanyaan lagi. Dasar menyebalkan ! " omel Widia.
Sheril tertawa melihat sahabatnya mengomel. Dia lalu menggaruk tengkuknya pelan.
" Maaf. Aku tidak mengerti apa maksud pertanyaanmu tadi Wid ! " ucap Sheril.
Widia melipat tangan di depan dada sambil mengerucutkan bibir.
" Aku bertanya kau itu kenapa. Sejak kemarin siang kau terlihat murung. Apa kau marah karena aku tidak bisa menemanimu pergi makan siang kemarin ? " ucap Widia mengulang semua pertanyaannya.
Sheril terdiam mendengar pertanyaan Widia. Wajahnya semakin murung saat mengingat tentang kejadian di restoran kemarin.
__ADS_1
" Sheril, ada apa ? Apa terjadi sesuatu saat kau pergi ke restoran kemarin ? " tanya Widia pelan sambil menggenggam tangan sahabatnya.
Sheril masih tetap diam.
" Sher ? ".
Sheril menoleh kearah Widia. Dia lalu memaksakan diri untuk tersenyum.
" Aku tidak apa-apa Wid. Hanya sedikit lelah karena banyak pekerjaan ! " jawab Sheril.
Widia menatap lekat ke wajah sahabatnya. Dia tau kalau Sheril sedang menutupi perasaannya sekarang.
" Sheril, kita adalah sahabat. Kau yang mengatakan padaku kalau sahabat itu akan selalu ada dalam suka maupun duka. Lihatlah kau sekarang, apa kau sudah tidak menganggapku sahabatmu lagi ?! " tanya Widia berusaha menghibur Sheril sekaligus menyindirnya.
" Apa maksudmu ? " tanya Sheril bingung.
" Haiisssshh kau ini. Apa kau tidak sadar kalau aku sedang menyindirmu ? " omel Widia kemudian menjewer telinga Sheril.
Sheril tertawa sambil memegangi telinganya yang sedang menjadi korban kekerasan tangan sahabatnya.
" Cepat katakan padaku apa yang membuatmu terlihat murung seperti ini ! " ucap Widia setelah melepaskan telinga Sheril.
Sheril mengusap-usap telinganya.
" Tidak ada apapun Wid. Sungguh ".
Sheril menggelengkan kepala.
" Tidak Widia. Aku berkata jujur padamu ! " sahut Sheril.
Setelah berkata seprti itu, wajah Sheril terlihat sedih. Ingatan tentang pengakuan Demian yang mengatakan kalau dirinya telah memiliki seseorang di hatinya membuat perasaan Sheril terasa perih. Seandainya saja Sheril memiliki keberanian untuk mengakui siapa dia sebenarnya, Sheril sangat ingin berteriak di depan Demian kalau dia tidak boleh menyukai gadis lain selain dirinya. Janji yang sepuluh tahun lalu mereka ucapkan masih di tersimpan rapi di benak Sheril. Selama ini Sheril selalu menjaga hati dan perasaannya untuk janji tersebut. Tapi kemarin dia mendengar sendiri kalau Demian telah mencintai gadis lain. Bukan salahnya memang, ini salahnya Sheril sendiri yang pergi meninggalkan Demian saat itu. Tapi dia memiliki alasan yang kuat kenapa pergi begitu saja tanpa penjelasan. Sheril sangat ingin menjelaskannya pada Demian akan tetapi belum ada waktu yang tepat untuk itu. Di tambah lagi karena mereka berpisah cukup lama membuat Sheril merasa sedikit canggung saat bertemu dengan Demian.
" Apa yang kau lamunkan Sheril ? " tanya Widia penasaran sambil menepuk pundaknya.
Sheril tersentak kaget. Dia lalu menunduk.
" Wid ? " panggil Sheril.
" Ya Sher, ada apa ".
" Jika seandainya kau memiliki sebuah janji untuk hidup bersama seseorang, tetapi orang tersebut lupa akan janji itu, apa yang akan kau lakukan ? " tanya Sheril dengan raut wajah yang terlihat putus asa.
Widia diam memikirkan jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabatnya.
" Jika dia lupa, maka aku akan membuatnya ingat kembali dengan janji itu ! " jawab Widia.
" Jika orang itu telah memiliki seseorang di hatinya ? ".
__ADS_1
" Maka aku akan tetap mengejarnya ! ".
Sheril seperti mendapat pencerahan setelah mendengar jawaban Widia. Dia lalu kembali melemparkan pertanyaan.
" Apa tidak apa-apa jika merebutnya kembali ? " tanya Sheril sedikit ragu.
Widia menggeleng.
" Selama akad nikah belum terucap, kita masih harus memperjuangkan perasaan kita Sher. Tidak ada yang salah dengan hal itu, semua orang berhak mengejar cintanya masing-masing ! " jawab Widia penuh keyakinan.
Sheril tersenyum lega mendengarnya. Semangatnya yang sempat menurun kini kembali naik. Sheril lalu memutuskan untuk mengejar cintanya dulu meskipun kini dia memiliki saingan jika ingin mendapatkan Demian kembali.
" Sheril, memangnya siapa orang yang sedang mengalami nasib cinta seperti itu ? " tanya Widia ingin tahu.
Sheril berdehem sambil menoleh kearah samping. Tidak mungkin Sheril mengatakan kalau dia sedang membicarakan tentang dirinya sendiri pada Widia. Akan sangat memalukan jika sampai ada yang mengetahui tentang perasaannya pada Demian.
" Seseorang, yahh seseorang. Dia, dia salah satu temanku ! " jawab Sheril asal.
Widia memperhatikan baik-baik wajah sahabatnya. Ujung matanya menyipit karena tidak percaya.
" Kau bohong kan ? " selidik Widia.
Tubuh Sheril menegang. Dia kembali memikirkan cara untuk menghilangkan kecurigaan sahabatnya.
" Tidak Wid, aku tidak bohong. Lagipula apa kau pernah melihatku dekat dengan seorang pria ? " ucap Sheril.
Widia kemudian menggeleng.
" Ini kisah temanku Wid. Dulu, dia pernah berjanji pada orang yang di sukainya kalau dia akan menikahinya saat sudah besar nanti. Tapi ada satu kejadian yang membuat mereka terpisah. Dan sekarang dia sudah kembali, sayangnya orang yang di sukainya itu telah memiliki gadis lain. Dia bertanya padaku apa yang harus dia lakukan. Itulah kenapa aku meminta pendapat darimu karena aku sendiri tidak tau harus memberikan jawaban apa padanya ! " jelas Sheril.
" Oh begitu. Kau katakan saja padanya untuk terus mengejar orang itu ! " sahut Widia memberi semangat.
Sheril mengangguk.
" Iya, aku akan menyampaikannya nanti ! " ucap Sheril.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
🍒 Pemberitahuan: Novel ini sedang dalam tahap revisi ulang. Alur cerita dalam novel ini sengaja di rubah dari alur cerita yang sebelumnya karena author mendadak hilang fokus. Nama tokoh dalam novel ini juga ada beberapa yang author ganti. Jadi kepada para pembaca yang budiman harap maklum kalau ceritanya belum menyambung dengan part yang sudah di upload sebelumnya. Terima kasih...
🍒 Jangan lupa untuk selalu vote, vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment dan rate bintang lima
🍒 ig: nini_rifani
🍒 fb: Nini Lup'ss
🍒 wa: 0857-5844-6308
__ADS_1