Sadistic Of Love

Sadistic Of Love
Bab 14 # BERMAIN API


__ADS_3

David, Roland dan ayahnya telah sampai di Jepang. Mereka langsung menuju ke perusahaan tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.


"Dad, apa kau sudah memberi kabar pada mommy kalau kita sudah tiba" tanyaku pada daddy.


"Daddy sudah mengirim pesan pada mommy-mu. Apa yg kau rencanakan untuk masalah ini David?? tanya daddy.


" Kau tenanglah dad. Aku sudah menyiapakan kejutan untuk Tuan Izikawa. Kau tidak keberatan bukan jika aku sedikit bermain dengan mereka, dad?? tanyaku lagi.


"Tentu saja tidak. Itu kesalahan mereka karena sudah mencoba bermain api dengan kita. Daddy percaya kau bisa melakukan yg terbaik untuk perusahaan" jawab daddy sambil menepuk pundakku.


"Baiklah.


Ronald, apa kau sudah menyiapkan apa yg kuminta?? tanyaku pada Ronald yg dari tadi sibuk memeriksa pekerjaannya melalui laptopnya.


"Sudah tuan. Mereka akan menyerahkan semua berkasnya begitu kita tiba di perusahaan" jawabnya


Aku menganggukkan kepalaku, menatap keluar jendela.


"Tunggulah sebentar lagi Tuan Izikawa,aku membawa sebuah hadiah untukmu" batinku.


Tak lama kemudian mobil memasuki gerbang kantor. Dua orang pria berjalan kearah kami.


Ronald membuka kaca mobil dan menerima sebuah berkas dari dua pria itu.


"Kalian bisa masuk. Katakan pada mereka untuk menyiapkan rapat sekarang juga. Pastikan semua dewan direksi hadir disana. Tidak ada ampun bagi mereka yg terlambat datang" titah Ronald dingin pada mereka.


"Baik tuan, kami permisi".


Ronald menganggukan kepalanya kemudian menyerahkan berkas yg tadi dia terima dari orang suruhannya.


" Tuan David, ini semua bukti kecurangan Tuan Izikawa yg mereka kumpulkan".


Aku menerima berkas itu lalu membacanya.


Aku menyeringai melihat bukti2 itu.


"Ronald,bagaimana kau bisa kecolongan sampai seperti ini. Sepertinya kau sudah tidak ingin bekerja lagi padaku" tanyaku datar melihat cara kerja Ronald yg sedikit mengecewakan.


"Maafkan kesalahan saya tuan. Saya tidak akan mengulanginya lagi" jawabnya sambil menatap kearahku.


"Tidak semudah itu aku memaafkan kesalahan orang. Tak terkecuali dirimu. Aku tidak sebaik itu Ronald".


" Saya dengan senang hati menerima semua hukuman yg akan tuan berikan " jawabnya lagi.

__ADS_1


"Baiklah. Karena kecerobohanmu kau akan sedikit lebih sibuk hari ini.


Hancurkan seluruh keluarga Izikawa, jangan sisakan satupun dari mereka. Jika ada yg berani membantu mereka, hancurkan juga bisnis dan keluarganya. Dan juga, tutup semua koneksi perusahaan yg bekerjasama dengan dengan perusahaan Izikawa" perintahku padanya.


"Baik tuan".


" Ayo masuk. Daddy ingin melihat wajah2 para penghianat itu sebelum mereka terlempar ke jalanan " ajak daddy sambil keluar dari mobil.


Kami bertiga memasuki perusahaan. Kedatangan kami yg tiba2 membuat beberapa karyawan terkejut.


****


ddrrttt... ddrrttt...


Sebuah pesan masuk ke hanphone Medina.


Dirinya tersenyum begitu membaca pesan itu. Suaminya memberi kabar jika mereka sudah tiba di Jepang dengan selamat.


Kemudian dia membalas pesan suaminya. Tidak lupa dia mengingatkan pada suaminya untuk tidak terlalu emosi menghadapi masalah perusahaan mereka.


"Sepi sekali rumah ini. Apa yg akan aku lakukan???


Baru setengah hari dirinya ditinggal suaminya pergi, dirinya sudah merasa kesepian.


"Ahh, aku coba hubungi Sheril saja. Siapa tau dia ada waktu untuk menemaniku" ucapnya saat nama Sheril terlintas dipikirannya.


Segera dia mengirimkan pesan kepada Sheril.


Gadis itu terus saja membuatnya untuk mengenal lebih dekat dengannya.


"Sheril sayang,apa malam ini ada waktu??"


Tak lama, hanphonenya bergetar. Gadis itu membalas pesannya.


"Ada tante. Malam ini Sheril tidak sibuk.


Ada apa tante??.


" Tante ingin mengajakmu jalan2 malam ini. Kamu mau tidak?? " balasnya.


Agak lama dia menunggu pesannya dibalas.


"Baiklah tante. Sheril akan menemani tante setelah pulang kerja nanti".

__ADS_1


Dirinya senang saat membaca pesan dari gadis itu. Sepertinya malam ini dia tidak akan terlalu kesepian.


" Terima kasih sayang. Nanti malam tante akan menjemputmu. Kau kirimkan saja alamat tempat tinggalmu ".


Hendphonenya kembali bergetar. Gadis itu mengirimkan alamat tempat tinggalnya.


Dia segera memberitahukan pada pelayannya jika malam ini dirinya tidak makan malam dirumah.


////


Sementara itu, disebuah komplek perumahan yg cukup mewah, terlihat dua orang sedang bercanda di taman.


Seorang pria paruh baya terus tertawa mendengarkan gadis yg saat ini tengah bercerita didepannya.


" Ayah, malam ini aku boleh keluar jalan2 tidak?? tanyanya pada pria paruh baya itu yg ternyata adalah ayahnya.


"Kau baru saja pulang dari luar negeri sayang. Apa tubuhmu tidak lelah?? tanyanya pada putrinya.


" Tidak ayah. Sudah lama aku pergi dari negara ini. Aku sangat rindu dengan suasana disini ".


Ayahnya menghembuskan nafasnya pelan mendengar keinginan putrinya. Dia masih khawatir dengan keadaan putrinya.


Menyadari jika ayahnya mengkhawatirkannya, gadis itu segera memeluk ayahnya.


" Ayah, aku baik2 saja. Ayah jangan terlalu khawatir" bisiknya sambil mengusap punggung ayahnya.


"Baiklah jika itu maumu. Kau boleh pergi. Nanti supir yang akan mengantarkanmu".


" Aku ingin pergi sendiri yah. Aku tidak mau ditemani siapapun ".


" Tapi sayang..


"Ayah, percaya padaku. Aku akan baik2 saja.. ".


Pria itu hanya bisa menganggukkan kepalanya. Putrinya masih saja keras kepala seperti dulu.


" Baikalah kalau begitu, aku istirahat dulu ya yah. Biar nanti malam aku memiliki banyak tenaga untuk jalan2" pamitnya pada ayahnya.


Pria paruh baya itu menatap sedih kearah putrinya. Putrinya yg begitu ceria dulu, harus mengalami penderitaan yg sangat dalam.


Sebuah tragedi menimpa putrinya yg kala itu sedang merayakan pesta kelulusan sekolah.


Tragedi itu membuatnya terpaksa mengirim satu2nya anak yg dia miliki jauh keluar negeri. Membuatnya harus terpisah selama beberapa tahun. Dan sekarang putrinya telah kembali. Dia belum sangat yakin jika putrinya sudah benar2 pulih. Hanya saja, dia tidak ingin putrinya berfikir dia memperlakukan dirinya seperti orang sakit meskipun pada kenyataannya putrinya masihlah terluka.

__ADS_1


__ADS_2