
Saat ini, David sedang duduk diruang tamu bersama kedua orangtuanya.
Setelah makan malam tadi, mereka meminta David untuk jangan segera pulang.
"David, kenapa kau kasar sekali tadi. Sheril terlihat sangat sedih mendengar perkataanmu".
Aku diam mendengar perkataan mommy. Kebencianku pada wanita itu semakin besar saat aku melihat caranya menarik simpati mommy.
" Pandai sekali dia bersandiwara " batinku.
"Kau tidak boleh seperti itu David. Sheril adalah gadis yg baik. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu padanya " jelas mommy lagi.
"Baik apanya. Dia sama saja dengan wanita yg lainnya mom. Dia hanya pura-pura baik didepan mommy" jawabku.
Kesal sekali aku mendengar mommy yg terus membelanya.
"Dia berbeda David. Mommy tau dia gadis seperti apa. Kau tidak boleh bicara seperti itu tentang Sheril" bela mommy lagi.
"Mommy sadar tidak. Mommy baru beberapa kali bertemu dengannya. Wanita itu sengaja mendekati mommy supaya bisa masuk kerumah ini " bentakku.
Aku sudah tidak bisa lagi menahan amarahku mendengar mommy yg berusaha membuat wanita itu terlihat baik dihadapanku.
"Jaga bicaramu David. Kau sedang bicara dengan mommy mu. Bukan dengan musuh sainganmu " bentak daddy saat melihat mommy yg tiba2 terduduk lemas mendengar bentakanku.
"Tapi mommy sangat menyukainya David. Mommy ingin kau mengenal lebih dekat dengan Sheril. Dia benar-benar gadis baik2 " ucap mommy. Matanya berkaca2 saat berbicara.
"Mommy, aku sangat membenci wanita itu. Wanita itu berusaha menipu kita. Dia juga wanita yg sangat licik. Aku tidak habis fikir bagaimana bisa mommy menyukai wanita munafik itu " bentakku lagi sambil meninggalkan rumah ini.
Tidak lagi mempedulikan mommy yg berteriak memanggilku.
Ini pertama kalinya aku bersikap kasar pada mereka dan ini karena wanita itu..
Aku merasa telah dibohongi oleh wanita itu. Dia berpura2 menjadi karyawan biasa supaya bisa mendekatiku. Mereka tidak tau tapi masih saja membelanya. Membuatku semakin marah.
"Tuan..
" Kembali kerumah " jawabku datar sambil masuk ke dalam mobil.
Dadaku sangat sesak. Rasanya seperti ada yg sedang mencekikku. Aku menyesal sempat tertarik padanya. Kukira dia gadis yg polos karena selalu menunduk saat melihatku. Ternyata itu hanya bagian dari rencananya.
Dan aku dengan bodohnya masuk kedalam perangkapnya.
"Lihat saja, kau tidak akan mendapatkan apa yg kau mau. Jangan harap kau bisa masuk kedalam keluargaku " geramku.
******
Apartment.
__ADS_1
Airmataku terus mengalir sejak aku sampai di dirumah. Ucapan David terus saja terdengar di telingaku. Entah kenapa dadaku rasanya sakit sekali.
Hikss.. hikss..
Aku menangis sambil berbaring didalam kamar. Aku benar2 sangat sedih mengetahui David sangat membenciku. Aku tidak tau kesalahan apa yg sudah kulakukan sampai membuatnya begitu marah saat melihatku tadi.
ting.. tong..
Aku melihat kearah dinding. Jam menunjukkan pukul 10 malam.
"Siapa yg datang kemari malam2 begini" pikirku.
Aku membersihkan wajahku dari sisa airmata.
Aku berjalan kearah pintu lalu membukanya.
"Reina, kenapa kau bisa ada disini "??
Aku kaget melihat Reina berdiri didepan pintu apartment ku.
"Hai Sher, maaf ya aku ganggu istirahat kamu "?? ucapnya saat melihatku hanya berdiri didepan pintu.
" Eh,, tidak Rei. Aku tidak terganggu sama sekali. Aku hanya kaget melihatmu malam2 datang kemari. Ayo masuk" ajakku sambil membuka pintu. Kami masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Aku tadi tidak sengaja melihatmu menangis saat turun dari mobil. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu. Makanya aku menunggu lama dibawah sebelum memutuskan datang kemari " jelas Reina.
"Sheril, kenapa kamu menangis. Apa yg terjadi "?? tanya Reina panik.
Aku menutup wajahku. Airmata keluar dari sela-sela jariku.
Reina mengusap punggungku tanpa bicara sepatah katapun. Dia menungguku tenang.
" Reina apa aku salah jika mencintainya "?? tanyaku setelah berhenti menangis.
Reina menatapku lama, kemudian tersenyum kearahku.
" Setiap orang berhak untuk mencintai siapapun Sher, termasuk dirimu".
Entah kenapa malam ini aku sangat ingin mencurahkan perasaanku pada orang lain. Sangat ingin ada orang yg tau jika aku sedang terluka.
"Tapi Rei, kenapa sepertinya dia membenciku "?? Aku tidak melakukan kesalahan padanya "
Airmataku menetes saat aku kembali teringat dengan perkataan David.
Melihatku kembali menangis, Reina memelukku. Membiarkanku menangis dipundaknya.
"Mungkin dia punya alasan sendiri kenapa dia membencimu. Apa dia tau kalau kau mencintainya "?? tanya Reina.
__ADS_1
" Dia tidak tau kalau aku mencintainya. Selama ini aku hanya mencintainya dari jauh. Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, dia tidak pernah bersikap kasar padaku. Tapi tadi,, tadi dia..
Aku tidak bisa melanjutkan perkataanku. Aku semakin terisak dipelukan Reina. Rasanya sakit sekali.
"Sstttt,, jangan diteruskan kalau itu hanya menyakitimu. Berhenti mencintai dia kalau hanya membuatmu terluka ".
Aku melepaskan pelukanku. Menatapnya lalu menggelengkan kepalaku.
" Aku tidak bisa Rei. Aku sangat mencintainya dari dulu. Aku hanya sedih karena dia membenciku ".
Aku melihat tubuh Reina menegang saat mendengar perkataanku. Sorot matanya tampak seperti ada kebencian didalamnya.
Lalu tiba-tiba matanya melembut saat dia sadar aku sedang memperhatikannya.
" Maaf, aku hanya tidak suka melihatmu menangis Sheril. Kuharap kamu tidak salah paham padaku " ucapnya sambil menggenggam tanganku.
Aku hanya menganggukkan kepalaku. Mataku melihat kearah pundaknya yg terlihat basah terkena airmataku.
"Rei, bajumu basah. Gara2 aku menangis pakaianmu jadi kotor sekarang " sesalku.
"Tidak apa-apa. Hanya masalah baju, nanti bisa dibersihkan " jawabnya lembut.
"Kau ganti saja dengan pakaianku. Sepertinya ukuran tubuh kita sama " tawarku lagi.
"Tidak usah Sher, ini sudah malam. Aku mau langsung pulang saja. Takut tidak ada taxi dijalan " pamitnya.
"Kamu tidak membawa mobil "?? tanyaku.
" Tidak, aku lebih suka berjalan2 sendiri. Lebih bebas ".
" Ini sudah malam, kau menginap disini saja Rei " aku khawatir jika Reina pulang sendirian malam2 begini.
"Tidak usah Sher, lebih baik aku pulang saja. Kau juga harus istirahat " tolaknya.
"Tapi Rei, bagaimana kalau kamu bertemu dengan penjahat2 itu lagi?? Kamu menginap saja ya. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu ".
Reina terlihat ragu-ragu. Lalu dia akhirnya setuju untuk menginap disini.
" Baiklah. Maaf aku jadi merepotkanmu Sher ".
" Kita teman. Jadi aku tidak merasa direpotkan. Kalau begitu mari kita istirahat. Kamu ganti baju dulu, aku akan mengambilkannya untukmu ".
" Terima kasih ".
Reina akhirnya tidur di apartment ku. Aku merasa Reina adalah gadis polos yg baik.
Malam semakin larut, tubuh dan hatiku juga sudah lelah. Ingin segera istirahat untuk melupakan sejenak masalah hari ini.
__ADS_1