
"Selidiki semua informasi tentang sekertaris William Amari".
Ronald memberikan perintah kepada orang kepercayaannya untuk menyelidiki seorang wanita.
Sebenarnya dia tidak mengenal siapa wanita ini. Dia hanya ingin memastikan semua orang yg berhubungan dengan tuannya tidak memiliki niat tersembunyi.
Wanita ini sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan tuannya. Hanya saja, sejak kedatangan wanita ini sifat tuannya sedikit berubah.
Tuannya menjadi tidak fokus saat diruang rapat tadi.
Membuatnya beberapa kali menggantikan tuannya memimpin rapat.
"Ada apa denganmu hari ini, Tuan " desisnya.
Sudah tugasnya untuk melindungi tuannya dan keluarganya.
Termasuk mengetahui segala informasi tentang orang2 disekeliling mereka.
Roland masih berdiri menunggu informasi dari orangnya.
Pikirannya jauh melayang mengingat masalalu.
Masalalu yg membawanya berdiri disamping Tuan David.
Tak lama, hanphonnya berbunyi. Sebuah email dikirimkan oleh orang suruhannya.
Dahinya berkerut saat membaca email itu.
"Sheril Agatha Louren.
Putri Jonathan Louren. Pewaris tunggal JB group.
Tapi bukankah CEO JB group itu bernama Kevin Long?? Marga mereka tak sama, bagaimana bisa dia menjadi pemilik perusahaan itu?? Apakah ada sesuatu yg tidak kuketahui???" bisik Ronald.
"Selidiki pemilik perusahaan JB group. Jangan sampai ada informasi yg terlewat.
Kirimkan satu orang untuk mengikuti setiap kegiatan wanita ini. Dan ingat, aku tidak menerima kesalahan " ucapnya tegas pada orang suruhannya.
Ronald menutup telfonnya. Dia diam. Ada keanehan disini.
"Kenapa putri pewaris perusahaan besar bisa bekerja diperusahaan orang lain "??? pikir Ronald.
Ronald yg saat ini masih menunggu tuannya diluar kantor, segera bergegas kembali kedalam ruangan tuannya.
***
" Sayang, kau masak apa malam ini "??? tanya Kevin.
__ADS_1
Saat ini, dia sedang berada didalam apartment kekasihnya.
Sudah 1 tahun ini dia menjalin hubungan dengan gadis manis yg saat ini sedang sibuk memasak.
" Aku masak sup ikan kesukaanmu Kevin.
Apa kau sudah lapar "? tanya kekasihnya.
" Aku selalu lapar saat mencium aroma masakanmu, sayang " godaku sambil memeluknya dari belakang.
"Kau tunggulah sebentar. Jangan menggangguku Kevin, kapan pekerjaanku selesai kalau kau memelukku seperti ini. Kau mau kita mati kelaparan ya " omelnya karena aku memeluknya erat membuatnya susah bergerak.
"Kita tidak akan mati kelaparan hanya karena aku memelukmu ".
" Kau lepaskan tidak, jika masih tidak mau aku akan menempelkan sendok panas ini ke pantatmu " ancamnya sambil mengangkat sendok yg dia pakai untuk mengaduk sup.
"Astaga, kenapa kau jahat sekali pada kekasihmu " jawabku sambil melepaskan pelukanku.
Dia terkikik melihatku menjauh karena takut dengan ancamannya.
"Cacing diperutku sudah meminta makan dari tadi, tapi kau malah menggangguku. Bukan salahku jika aku berbuat jahat padamu ".
Aku tertawa mendengar alasannya. Tiap kali mendengarnya bicara seperti ini, aku jadi teringat dengan adikku Naya.
Mereka memiliki sifat yg sama, bedanya Naya mudah sekali marah.
" Puas, puas sekali sayang " jawabnya senang.
Aku meninggalkan dirinya untuk menyelesaikan masakannya.
Aku berbaring di sofa hingga tanpa sadar aku terlelap.
Aku terbangun saat merasakan seseorang sedang menyentuh wajahku.
Aku tersenyum, membiarkannya menikmati perbuatannya.
"Buka matamu, aku tau kau sudah bangun " bisiknya saat aku tak juga membuka mataku.
Aku tertawa mendengarnya. Aku memegang tangannya lalu membawanya ke bibirku.
Mencium tangannya penuh cinta.
"Aku mencintaimu " ucapku pelan saat membuka mataku.
Kami saling berpandangan, mencoba menyelami perasaan kami lewat tatapan mata.
"Aku juga mencintaimu " jawabnya.
__ADS_1
Dia tersipu malu setelah mengatakannya. Aku membelai pipinya, wajahku semakin dekat kearahnya.
Aku kembali merasakan bibir lembutnya. ********** penuh perasaan. Dan gadis ini tau dengan baik bagaimana cara membalasnya. Dia mengalungkan tangannya keleherku.
Ciuman kami semakin dalam dan lama.
Aku melepaskan ciuman itu dari bibirnya. Kami sama2 tersenyum dan terengah-engah.
Aku membalikkan posisi dan sekarang dia berada dibawahku.
"Cantik " bisikku sambil kembali mencium bibirnya. Ciumanku mulai turun ke tulang selangkanya.
Satu desahan lolos dari mulutnya, membuatku semakin bergairah.
Bibirku terus menciumi lehernya sementara tanganku mulai membuka kancing bajunya.
Terlihat sepasang dadanya yg masih tertutup bra berwarna merah.
"Kevin "...
Aku tersadar saat dia memanggilku. Sepertinya malam ini aku sedikit kelepasan. Biasanya aku bisa mengendalikan nafsuku. Tidak seperti malam ini.
" Maafkan aku " sesalku sambil mengancingkan kembali kemejanya.
"Kau kenapa Vin?? Apa ada masalah?? tanyanya setelah selesai merapikan pakaiannya yg kubuat berantakan tadi.
" Tidak ada sayang, maafkan aku. Aku sedikit kelepasan tadi " jawabku lirih.
"Tidak apa2, aku menyukainya ".
Aku terkejut mendengar pengakuannya. Kupikir dia akan memarahiku. Tidak kusangka dia akan memberiku jawaban seperti ini.
" Kau tidak marah padaku malah menyukainya. Apa kau sedang bercanda " tanyaku heran.
Aku tau, dirinya sangat menjaga hal yg satu ini. Dia ingin melakukannya saat sudah resmi menikah. Dan aku baru saja hampir merusaknya.
"Memangnya kenapa?? Kau dan aku sudah sama2 dewasa Kevin. Itu hal yg wajar " jawabnya santai.
"Bukankah kau bilang kau tidak akan melakukannya sebelum kita menikah. Aku tidak mengerti sayang " tanyaku lagi.
"Aku kan hanya bilang kalau aku menyukainya. Bukan berarti aku mau melakukannya. Tunggu kita sudah menikah, kita akan melakukannya kapanpun kau mau " jelasnya.
Aku tertawa mendengar perkataannya. Bagaimana bisa dia menjawab dengan santai hal seperti ini. Kekasihku ini memang berbeda dengan gadis lainnya. Aku sangat beruntung memilikinya.
"Sudahlah, ayo kita makan. Perutku sudah berbunyi sejak kau menciumku tadi ".
Dia menarik tanganku ke meja makan. Wangi aroma masakannya membuat perutku keroncongan. Dia segera mengambilkan makanan untukku baru mengambil untuknya.
__ADS_1
Menikmati makan malam sederhana ini dengan bahagya. Hal yg selalu kami lakukan untuk menghabiskan waktu bersama.