Sang Ajudan

Sang Ajudan
Berusaha Untuk Biasa


__ADS_3

Raiz menoleh ke kanan dan ke kiri, dan melihat meja makan pun masih kosong. Raiz kembali ke dalam kamar nya melihat seragam nya pun belum di siapkan.


"Pak Raiz sarapan dulu." Ucap Vera sambil menyiapkan sarapan nya di atas meja.


"Adela mana? Jam 6 pagi belum juga sampai sini." Ucap Raiz.


"Mba Adela kan sudah tak kesini pagi - pagi lagi Pak. "


Raiz mengusap wajah nya dengan kasar dan langsung kembali masuk kedalam kamar nya. Raiz mengambil ponsel nya dan saat itu ada pesan masuk dari Adela.


Ajudan Cantik


Selamat Pagi Pak, mohon maaf hari ini Bapak harus pagi - pagi siap - siap ada pertemuan dengan Pak Gubernur. Jadwal Bapak adalah Jam 8 pagi.


Raiz membanting ponsel nya di atas tempat tidur dan dengan segera masuk ke kamar mandi.


****


"Jadwal Bapak hari ini sudah saya siapkan, karena setelah pertemuan dengan Pak Gubernur. Bapak ada pertemuan dengan Para tokoh masyarakat dan LSM. " Ucap Adela.


"Dan untuk besok, Bapak harus segera tanda tangan surat edaran resmi tentang gerak bersih setiap jum'at untuk mengumpulkan barang bekas plastik yang akan di daur ulang kembali. Dan Sehari menuju hijau. " Ucap Adela.


"Untuk lusa nya, Bapak ada jadwal rapat di gedung DPRD. " Ucap Adela kembali.


"Dan untuk hari berikutnya.."


"Cukup sudah, jangan kamu bicarakan lagi jadwal nya. " Ucap Raiz.


"Sony kamu pergi urus berkas ini." Ucap Raiz memberikan amplop warna cokelat.


Sony membuka isi amplop warna cokelat tersebut, saat di buka isinya Sony menatap ke arah Adela dan Raiz.


"Saya nggak salah lihat kan? " Tanya Sony.


"Tolong minta percepat prosesnya, dan jangan sampai bocor tentang apa yang kamu bawa itu. " Jawab Raiz.


"Baik, saya akan berangkat setelah disini semua selesai. "


"Pak Amir tolong kita ke Stasiun. " Pinta Raiz.


"Baik Pak. " Ucap Pak Amir.


"Kita mau kemana, ke Stasiun? " Tanya Sony.


"Berangkat lah sekarang, saya ingin hari ini juga berkas masuk. " Jawab Raiz.


"Siap, saya akan ke sana sekarang." Ucap Sony.


Adela hanya diam dan tetap fokus pada Tab nya yang di pangkuan nya.


*****


Pertemuan dengan Pak Gubernur berjalan sampai 3 jam, setelah itu berlanjut untuk menghadiri dengan Para tokoh Masyarakat dan LSM di salah satu gedung serba guna.


Adela duduk di belakang Raiz, memperhatikan setiap hal yang di bicarakan Raiz dengan Para Tokoh Masyarakat dan perwakilan berbagai LSM.


Setelah selesai, mereka pun langsung di jamu makan. Adela mengambilkan makanan untuk Raiz, dan hal itu pun tak luput dari sorot kamera.


Adela tersenyum saat salah satu orang menyapa dan meminta photo nya.


"Kamu nggak makan? " Tanya Raiz pelan.

__ADS_1


"Maaf Pak, saya tidak bisa makan selagi sedang bertugas. " Jawab Adela.


"Makan lah, saya tidak mau kamu sakit." Ucap Raiz.


"Nanti lagi Pak. "


"Jangan sampai saya suapin kamu dan viral kembali."


"Bapak mengancam saya? "


"Kalau iya kenapa ? "


"Silahkan kalau berani. " Ucap Adela menantang.


Raiz mengarahkan sendok ke mulutnya dan langsung sendok tersebut di ambil oleh Adela. Dan piring bekas makan Raiz yang masih belum selesai pun di ambil nya dan segera mencari posisi jauh dari orang - orang sekitar.


Raiz tersenyum dan mengambil beberapa buah untuk cuci mulut. Dan kembali berjalan bergabung dengan yang lain nya.


****


"Abang kok ada di pendopo? " Tanya Adela saat Irfan menjemput nya.


"Abang sengaja jemput kamu. " Jawab Irfan.


"Sudah makan? " Tanya Irfan.


"Masih kenyang Bang. " Jawab Adela.


"Abang antar pulang ya. "


"Iya Bang. "


"Saya tahu Mas, kamu mencintai saya. Dan saya pun mencintai Mas. Tapi kita tak akan pernah bisa untuk bersatu. "


Adela pun memalingkan wajah nya ke arah Irfan sambil melempar senyum dan Irfan membalas nya dengan mengusap kepala Adela.


******


"Mas, nanti kita pakai 2 adat ya, adat saya saat akad nikah, adat nya kamu saat resepsi. " Ucap Anita.


"Iya, kamu atur saja." Ucap Raiz.


"Mas, nanti kita photo prewed nya di area pendopo ya. " Ucap Anita.


"Iya, Mas akan siapkan Photograper terbaik dan WO terbaik. "


"Mas, acara kemarin kamu itu Adela kembali jadi pembicaraan. "


"Pembicaraan apalagi? "


"Biasa Ajudan cantik, bahkan banyak komentar yang ingin jadi pacarnya. Dan Akun sosmed nya sekarang banyak followers nya hingga jutaan."


"Terus kenapa memang? "


"Saya iri sama dia Mas, cantik dan tak neko - neko. Saat pernah mengobrol dengan dia orang nya asik. "


"Memang dia orang nya asik, Mas suka cara dia berinteraksi. Bahkan Mas suka setiap apa yang dia lakukan, dan banyak hal yang tak bisa di jelaskan." Ucap Raiz sambil mengingat sosok Adela.


**


Bang Irfan masih suka ngerokok ya? " Ucap Adela dengan posisi menjauh dari Irfan.

__ADS_1


"Maaf." Ucap Irfan langsung mematikan puntung rokoknya.


"Sini duduk nya jangan jauh dari Abang." Ucap Irfan.


"Nggak akh, baju Abang bau rokok." Ucap Adela tetap duduk dengan jarak 2 meter dari Irfan.


"Maaf kirain kamu sudah bisa beradaptasi."


"Abang mulai sekarang kalau mau dekat sama saya jauhi rokok nya. "


"Iya cantik, Dek, berarti Abang boleh dong memulai lagi kisah kita yang dulu? "


"Nggak tahu Bang, kita seperti saja dulu."


"Kedua orang tua Abang setuju kalau kita bersatu lagi. Mereka sudah tak ingin peduli lagi dengan kedua orang tua kamu yang bagaimana sikap nya, karena yang menjalani kan kita berdua. "


"Tapi nanti ya Bang, saya masih ingin menata hati. " Ucap Adela sambil tersenyum.


"Abang akan tunggu kamu Dek. "


****


Anita tengah bersandar di bahu Raiz sambil sesekali tertawa sambil melihat ponsel mereka masing - masing.


Saat itu Adela datang melihat hal tersebut dan dengan menarik nafas dalam - dalam dengan wajah setenang mungkin dan senyum mengembang Adela datang membawa secarik kertas.


"Maaf Pak, saya mengganggu. " Ucap Adela.


Anita membenarkan posisi duduk nya dan menatap Adela.


"Ada apa? " Tanya Raiz.


"Saya ingin cuti sebentar, hanya 2 hari. Saya ingin pulang kampung dulu."Jawab Adela.


" Pulang kampung? " Ucap Raiz.


"Iya Pak, ada hal penting yang saya harus selesaikan dengan keluarga saya." Ucap Adela sambil memberikan secarik kertas pada Raiz.


"Kapan kamu berangka? "Tanya Raiz.


" Besok pagi dengan kereta pertama." Jawab Adela.


"Orang tua kamu masih komplit? " Tanya Anita.


"Ibu sudah lama meninggal dunia, hanya Ayah tapi sudah menikah kembali." Jawab Adela.


"Hati - hati. " Ucap Raiz.


"Terima kasih Pak, saya pamit permisi."


Adela pergi meninggalkan ruang keluarga dimana Raiz dan Anita sedang duduk berdua.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2