Sang Ajudan

Sang Ajudan
Cinta Yang Kembali


__ADS_3

"Akhirnya akta cerai nya keluar juga. " Ucap Raiz sambil membaca akta cerai yang di bawakan Sony dari Pengadilan Agama.


"Milik Anita sudah saya kirimkan ke rumah nya. " Ucap Sony.


"Terima kasih, kamu memang yang terbaik dan sempurna dalam mengurus segala hal." Ucap Raiz.


"Saya minta, kamu suruh buatkan SK untuk Adela agar dia menjadi Ajudan saya kembali dan Hamdan kembali menjadi Ajudan Pak Andi. "


"Adela kamu minta untuk jadi Ajudan kamu?"


"Kenapa, saya yang minta. "


"Belum ada satu tahun lebih, sudah minta Adela jadi Ajudan kamu lagi. "


"Jangan banyak bantah, mendingan kamu urus semua nya dan saya minta dalam 3 hari SK harus sudah jadi. "


" 3 hari, ASN lain nya kalau ingin pindah tugas, SK nggak 3 hari selesai. "


"Disini siapa yang bicara? " Ucap Raiz.


"Iya, yang bicara orang atas. Yang tak mungkin menjadi mungkin. " Ucap Sony.


"Jadi urus berkas nya. " Ucap Raiz.


******


"Ibu sangat senang bisa lihat kamu ada di dalam rumah ini lagi." Ucap Ibu Nuri saat Adela bertamu di rumah pribadi Raiz.


"Saya lama ingin main, kalau misal sering main boleh kan bu? " Ucap Adela.


"Sangat boleh sayang, kata siapa nggak boleh. "


"Bu, saya ingin curhat sama ibu. "


"Curhat apa nak?"


"Mas Raiz minta rujuk sama saya, tapi saya belum menjawab nya. "


"Rujuk lah nak, Raiz sangat mencintai kamu. Ibu sangat setuju kalian kembali, dan rumah ini ramai lagi. Menikahlah dengan Raiz, buat anak yang banyak. "


"Bu, saya ini sakit. Saya takut tidak bisa membahagiakan Mas Raiz, saya mungkin tak sempurna dengan sakit nya saya. Takut nya di dalam diri saya adalah, maut datang cepat memisahkan saya dengan dia. Saya tidak ingin membuat dia kehilangan yang kedua kalinya. "


Ibu Nuri membelai kedua pipi Adela yang tampak semakin kurus , dengan bibir yang sedikit pucat yang di poles lipstik tipis.


"Kalau orang cinta tidak akan memandang bagaimana pasangan nya, Raiz menerima kamu apa adanya. Dia juga ingin kamu sembuh, bahkan masih mencari donor jantung untuk kamu. "


"Jujur Bu, saya ini setiap hari menahan sakit. Tapi saya berusaha untuk tetap sehat di mata orang. "


Raiz berdiri tepat di belakang Adela, Ibu Nuri yang tahu tetap diam karena Raiz meminta untuk jangan memberi tahu kan pada Adela.


"Seandainya, bila Raiz menemukan pendamping hidup selain kamu bagaimana?"


"Nggak masalah, memang kita tidak pernah bisa bersatu. Dan saya hanya berdoa semoga bisa menemani hingga tua, tidak dengan saya Bu, saya takut tak bisa menemani nya hingga tua nanti. Oleh karena itu, saya lebih ingin fokus pada kesehatan saya. Biar cinta ini selalu saya simpan di hati hingga mata ini menutup untuk selamanya. " Ucap Adela sambil tersenyum.


"Jujur Bu, sampai saat ini cinta itu masih ada, bahkan saat bersama Bang Irfan pun, namun saya berusaha untuk melupakan nya. Karena bagi saya itu cinta terlarang. "

__ADS_1


"Sekarang dia tidak ada yang memiliki, kamu berhak menggapai cinta nya lagi. "


"Nggak Bu, biar saya tetap simpan di hati. Karena hidup saya tidak akan lama Bu. Saya tidak mau Mas Raiz membuang banyak waktu saya yang nanti akan terbaring lemah di atas tempat tidur. "


Tangan Raiz menyentuh pundak kanan Adela, sontak Adela menoleh dan Raiz kini sedang menatap nya.


"Mas kan sudah bilang, Mas akan berbagi sakit nya kamu. Dan Mas akan ikut merasakan nya. Biarlah ada sedikit kebersamaan buat kita walau takdir yang tak akan pernah bisa kita lawan. "


Adela tersenyum dengan mata berkaca - kaca, dan menyentuh tangan Raiz yang masih berada di atas pundak nya.


"Bang Irfan pun sama bilang begitu, tapi tetap kita tak bersama. Saya sadar siapa saya, bagaimana saya. Bukan nya Pak Kusumo juga begitu. Kita ini dari sudut mana pun tak pernah bisa bersatu. " Ucap Adela .


"Bagi saya itu tidak akan menghalangi apapun, Mas tulus sama kamu. Kalau kamu mau, hari ini kita menikah dan meminta restu pada kedua orang tua kita." Ucap Raiz.


Adela tersenyum dengan mengusap punggung tangan Raiz dan Raiz pun mengusap pucuk kepala Adela.


"Ibu tinggal masuk kedalam dulu, kalian luangkan waktu bersama. "


Raiz duduk di samping Adela dengan tangan masih saling berpegangan.


"Bagaimana tawaran Mas? "


"Tawaran apa? "


"Kita menikah. "


"Menikah itu perlu proses, nggak hanya bilang kata Sah. " Ucap Adela.


"Terus, waktu kemarin hanya hitungan jam kita menikah. "


"Jadi? "


"Saya ingin Mas melamar saya, mempersiapkan pesta pernikahan yang sebenarnya dan Mas katakan cinta sama saya. "


"Mas cinta sama kamu. "


"Nggak romantis. "


"Katanya suruh katakan cinta. "


"Yang benar. "


"Adela, mau nggak jadi kekasih hati hingga di surga nanti dengan menemani suka duka bersama. "


Adela tersenyum menahan tawa saat melihat wajah serius Raiz yang sedang menatap nya.


"Gimana jawaban nya? "


"Nggak tahu. " Ucap Adela.


Raiz menghembuskan nafasnya dengan kasar dan melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Adela. Namun Adela meraih tangan Raiz dan menaruh tangan nya di tengah - tengah dada nya.


"Saya mau Mas, hingga jantung ini benar - benar berhenti berdetak. " Ucap Adela tersenyum.


Raiz tersenyum dan menarik tubuh Adela kedalam dekapan nya.

__ADS_1


"Mas janji nggak akan tinggalkan kamu, Mas janji akan selalu ada untuk kamu."


"Sampai jantung ini berhenti berdetak."


"Iya, sampai jantung berhenti berdetak."


******


"Ada apa? " Tanya Raiz saat Anita datang ke kantor nya.


"Saya hamil. " Jawab Anita.


"Lantas? " Tanya kembali Raiz.


"Anwar tidak mau tanggung jawab. "


"Terus, saya harus apa? "


"Bagaimana nanti dengan keluarga saya, Mas bisa bantu saya? Ucap Anita.


" Bantu apa, kita sudah tak ada hubungannya sekarang. "


"Katakan ini anak kamu, karena saya sembunyikan kehamilan ini. "


"Mudah sekali kamu, kamu yang menjatuhkan sendiri ke lubang , kamu minta orang lain untuk ikut jatuh juga. Saya akan menarik kamu dari lubang tapi bukan untuk mengakui anak yang dalam kandungan kamu."


"Tapi mereka hanya tahu saya hamil anak kamu,mereka tak tahu saya selingkuh sama Anwar. "


"Saya nggak akan mau membantu. Lebih baik kamu jauhi saya, sebentar lagi saya akan menikah sama Adela. " Ucap Raiz.


"Jadi, Adela Mas ajak rujuk? " Tanya Anita kaget.


"Iya, kenapa? Karena saya masih mencintai nya. Dan apa salahnya kalau kita rujuk, secara agama sudah boleh tidak haram. "


"Baik, mungkin ini teguran buat saya Mas. "


Anita terisak dan mengusap air matanya dengan pelan, lalu Raiz beranjak dari duduk nya dan mendekati Anita.


"Jangan kamu apa - apa kan anak yang sedang kamu kandung, karena dia tak bersalah. Bagaimana pun kamu sekarang adalah seorang ibu, dia akan menjadi teman kamu sampai tua. "


Hiks.. hiks.. hiks...


"Saya tidak akan menghilang kan makhluk kecil yang tak berdosa ini Mas. "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2