
"Maaf, mungkin Abang tidak bisa melanjutkan. Kalau pun melanjutkan hubungan kita tidak pernah bahagia. "
"Karena kedua orang tua Abang yang tak merestui kita? "
"Iya, Abang lebih memilih mereka. " Ucap Irfan.
"Iya Bang, saya paham. Memang dari awal kita ini tidak bisa bersatu. " Ucap Adela.
"Maaf, Abang tidak bisa menjaga kamu di kala kami sakit, tidak bisa menemani kamu suka duka. "
"Semoga Abang bahagia, terima kasih banyak untuk waktu yang singkat ini."
"Iya, terima kasih juga untuk waktu bersama nya. Memberikan kesempatan kedua kalinya walau hanya sebentar. "
"Iya Bang. " Ucap Adela menunduk.
"Abang Pamit, semoga kita bisa jadi sahabat." Ucap Irfan.
Adela menggeleng kan Kepala nya dan mengangkat wajah nya lalu menatap wajah Irfan.
"Saya tidak ingin jadi sahabat, sakit untuk selalu di ingat. Lebih baik kita hanya teman biasa, hanya bertemu saling say halo sudah. Kalau Sahabat berarti kita ini akan selalu bertukar kabar. Mungkin itu sakit, saat tahu kabar kehidupan baru kita. " Ucap Adela.
"Baik, Abang turuti apa kata dek. "
****
Hiks.. hiks.. hiks...
"Saya sendiri sekarang, tak ada orang yang menyayangi atau mencintai saya lagi. Kenapa saya begini, satu persatu mereka pergi. Hiks... hiks.. hiks... Ya Allah kenapa engkau tak cepat ambil saja nyawa hamba mu ini. "
Adela meringkuk dengan memeluk guling nya, tangisan nya diredam di bawah bantal guling.
Rasa sakit di hati saat ini di tinggal oleh orang yang sangat di cintai.
*****
Adela berjalan memasuki ruangan nya dan melihat Pak Andi berjalan menuju ke arah Adela yang sedang membereskan meja nya.
"Adela, saya akan mengadakan pernikahan putri saya. Tolong ini undangan nanti minta tolong perwakilan instansi untuk datang menemui kamu. " Ucap Pak Andi menyerah kan satu kardus sedang berisi undangan pernikahan.
"Baik Pak, nanti saya akan hubungi mereka." Ucap Adela.
"Terima kasih, oh iya untuk Pak Bupati biar nanti saya. "
"Iya Pak. "
"Oh iya, jadi benar kamu itu mantan istri nya? " Tanya Pak Andi.
"Maaf Pak, tahu berita dari siapa? "
"Ada yang membocorkan berita tersebut, tapi saya tidak ingin ikut campur. Karena itu urusan pribadi, tapi Pak Raiz harus berhati - hati. Berita ini di balik nya adalah trik Politik." Ucap Pak Andi.
__ADS_1
Adela hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya, Pak Andi lalu pergi meninggalkan Adela di ruangan nya.
******
"Dari mana saja kamu? " Tanya Raiz saat melihat Anita baru pulang.
"Lembur." Jawab Anita singkat.
"Lembur sampai jam 10 malam? Apakah mau ada pemeriksaan? " Tanya Raiz menelisik.
"Saya kan Kadis, jadi wajar dong ingin semua pekerjaan selesai tepat waktu. "
"Pemeriksaan apa? "
"Kenapa sih tanya nya gitu? Bawaan nya kayak curiga terus. "
"Masalah nya di lingkungan instansi sedang nggak ada jadwal pemeriksaan. "
Anita menatap Raiz dan duduk di samping nya.
"Saya ini baru pulang kemari, dan giliran pulang kemari ditanya begitu. Bukan nya senang istri pulang ke rumah, memperbaiki keadaan. "
"Kamu masih pake seragam, suami mana yang nggak ingin tahu. Jam kantor juga sudah pada pulang dari sebelum jam 5 sore. Kalau pun lembur kenapa sampai jam 10 malam, bukan nya ada Tim yang akan bantu kamu di kantor. "
"Sudah gini saja, sekarang saya tanya sama Mas, rumah tangga kita mau nya bagaimana?"
"Kamu ingin nya bagaimana? " Tanya kembali Raiz.
"Apa kamu akan menyerah? "
"Ya saya menyerah, kamu saja sebagai suami diam saja tidak mempertahankan rumah tangga. Berarti kamu sudah pasrah kan. "
"Saya kan sudah minta maaf, sama kamu sama orang tua kamu. Tapi kamu masih tak. mau pulang ke rumah, dan sekarang kamu pulang masih pakaian Dinas, suami kan tanya dari mana. "
"Kalau saya habis sama pria lain bagaimana?"
"Saya akan marah, karena status kamu masih istri saya. "
"Saya minta cerai saja. "
"Cerai!!! "
"Iya, percuma kita benahi juga. Kalau Mas masih memikirkan Adela, buat apa rumah tangga kita di pertahan kan. "
"Iya, disini saya yang salah. Memang pantas kamu kecewa, saya salah. " Ucap Raiz.
"Segera talak saya, dan biar cepat urus perceraian nya. "
"Seperti nya ucapan kata cerai ini kamu tak merasakan berat. "
"Karena saya sudah memiliki pria yang benar - benar memberikan saya kebahagiaan. "
__ADS_1
"Jadi kamu selingkuh? "
"Kamu juga selingkuh di belakang saya, kita impas kan. "
Raiz hanya mengacak rambut nya dan menahan amarah apa yang di katakan Anita.
"Iya kita impas, berarti kamu berhasil membalas sakit hati saya. "
"Iya, jadi cepat talak saya. "
"Kalau boleh tahu siapa pria itu? " Tanya Raiz.
"Dia mantan saya waktu SMA sampai Kuliah, kita putus karena dia di jodohkan. Tapi sekarang rumah tangga nya seperti kita." Jawab Anita.
"Jadi dia masih status suami orang? "
"Sama sedang proses cerai. "
"Baru proses kan belum resmi. "
"Ya kan dia sudah memilih saya, dan saya pun mau. Lagian dia jelas tidak seperti Mas. "
"Apakah kalian bertemu saat reunian? "
"Iya, memang nya kenapa? "
"Jadi CLBK saat reunian kan, kamu saat itu belum tahu masalah ini. Berarti. kamu selingkuh dari saya, dan dengan alasan yang empuk menggunakan masalah saya sama Adela. Kalau pun tak ada masalah ini, berarti saya di bohongi."
"Maaf." Ucap Anita.
"Saya ingin kamu pikirkan lagi, jangan sampai kamu menyesal ambil keputusan. "
"Saya nggak akan menyesal, karena percuma di pertahankan juga Mas sangat mencintai Adela. "
"Saya kan sekarang sedang memperbaiki semuanya Anita, berusaha mempertahan kan rumah tangga kita. "
"Hanya demi citra kamu saja kan Mas sebagai Bupati, agar rakyat memandang kamu tak sehina yang mereka pikirkan."
"Saya akan katakan jujur pada mereka, pernikahan kami sebelum dia jadi Ajudan saya. Dan dia bagian dari masa lalu, dan kita sudah cerai. Saya akan katakan jujur, di depan mereka. "
"Bukti nya mana? Sampai saat ini masalah perselingkuhan kamu itu selalu di halang - halangi. Kamu takut kalah dalam pemilihan nanti. "
"Kamu jadi ingin saya jujur di depan publik? Baik kalau itu yang kamu ingin kan sebelum kamu minta cerai sama saya. Tapi ingat, setelah kita lepas, kamu menikah berita akan menyoroti kamu. "
"Saya akan atur pertemuan dengan wartawan, kita jumpa pers. "
"Kita? "
"Iya kita bertiga akan jumpa pers. "
"Kamu akan hadirkan Adela, bukan nya cukup saya saja. "
__ADS_1
"Saya ingin rakyat tahu, bahwa ini bukan gosip. Dan saya ingin kamu jujur Mas bukan menutupi aib kamu. Rasa sakit hati saya ini belum seberapa, saya ingin kalian berdua menanggung malu di depan semua orang " Bentak Anita.