
"Mas untuk jadwal besok adalah rapat bulanan dengan para staf dan kepala Dinas, lanjut siang nya ada kunjungan tokoh ulama dan malam nya ada undangan makan malam di rumah Pak Sekda. " Ucap Adela.
Raiz menarik tangan Adela hingga kini duduk di pangkuan Raiz, sedangkan kedua tangan nya melingkar di perut Adela.
"Mas, kamu sedang apa sih? Kalau Mas Sony lihat atau staf nya Mas bagaimana? " Ucap Adela yang merasakan tak nyaman.
"Mas ingin begini terus setiap hari, kita nikah yuk. " Ucap Raiz.
"Kita akan menikah bila kedua orang tua kita setuju. Ayah marah sama saya, Papah Mas tak suka pada saya. "
"Apa kamu tidak tahu, kalau Ayah cerai sama ibu? "
Adela sedikit memutar tubuh nya hingga kini berhadapan dengan Raiz.
"Ayah cerai? "
"Iya kata Sony, dia mentalak di depan Sony."
Adela diam dan menundukkan Kepala dengan meremas kedua tangan nya.
"Kenapa Ayah cerai? " Ucap Adela bertanya - tanya.
"Dia membela kamu, karena Ibu tiri dan adik tiri kamu jahat sama kamu. "
"Kenapa Ayah baru sekarang membela saya, kenapa baru sekarang. Dan Ayah sampai saat ini tidak memberi tahu kan tentang masalah ini."
"Kamu mau kan menemui Ayah? Nanti Mas antar, kita sama - sama meminta restu. "
"Nggak tahu Mas, apakah Ayah akan menerima saya kembali. "
"Tak ada seorang Ayah yang akan menolak kedatangan anak nya. Sebagaimana dia marah atau benci, hati seorang Ayah akan luluh juga. "
"Iya Mas, saya mau. "
"Nanti malam Mas jemput kamu, kita ke rumah orang tua Mas. "
*****
Adela mencari pakaian yang akan dirinya kenakan untuk bertemu mantan mertua nya. Hingga beberapa stell pakaian tergeletak di atas tempat tidur.
"Pakaian yang mana ya? " Ucap Adela sambil memilih beberapa pakaian.
Terdengar bunyi suara mobil Raiz, Adela yang masih belum siap segera keluar dari kamar nya dan saat membuka pintu Raiz melihat Adela yang masih mengenakan pakaian rumahan.
"Belum siap? " Tanya Raiz.
Adela hanya tersenyum sambil menunjukkan deretan gigi nya yang putih.
"Kenapa? " Tanya Raiz.
__ADS_1
"Bingung mau pakai yang mana. " Jawab Adela.
Raiz menarik tangan Adela menuju kamar nya, dan Raiz pun memilihkan beberapa pakaian untuk Adela.
"Pakai ini, jangan pakai lama. " Ucap Raiz lalu keluar dari kamar Adela.
Setelah menunggu 10 menit Adela pun keluar dengan mengenakan pakaian yang di pilih oleh Raiz.
"Tuh cantik kan. " Ucap Raiz tersenyum sambil beranjak berdiri.
"Yuk berangkat. "
*****
"Masuk yuk. " Ajak Raiz.
Bagi Adela ini adalah pertama menginjakkan kakinya di rumah kedua orang tua Raiz, tangan kiri Raiz menggenggam erat tangan Adela masuk kedalam rumah.
"Mah, Pah. " Sapa Raiz saat kedua orang tua nya sedang makan malam.
Pak Kusumo hanya tetap fokus pada makanan nya, sedangkan Ibu Laila langsung tersenyum dan menyambut Adela.
"Kita makan malam bersama yuk. " Ajak Pak Kusumo.
Praaanngg
Dengan kasar Pak Kusumo membanting sendok dan garpu nya di atas piring, dan ketiga nya langsung menatap ke arah Pak Kusumo.
Adela hanya menundukkan kepala nya dengan perasaan sedih nya. Namun Ibu Laila menyadarkan Adela dengan senyuman dan mengajak nya untuk makan malam bersama.
"Maaf kan Papah nya Raiz. " Ucap Ibu Laila.
"Iya bu, nggak apa - apa. " Ucap Adela yang mencoba tersenyum.
"Biar Saya saja yang ambil Bu, dan sekalian buat Mas Raiz. " Ucap Adela mengambil piring dari tangan Adela.
"Jangan panggil Ibu, panggil saja Mamah."
"Iya Mah. "
Raiz hanya menatap ke arah Adela yang berpura-pura tersenyum sampai mereka makan malam bersama. Adela tampak melupakan hal yang terjadi tadi.
"Jadi kapan kalian akan menikah? " Tanya Ibu Laila.
"Secepatnya Mah, lusa saya ingin bertemu sama Ayah nya Adela. " Jawab Raiz.
"Mamah mendukung pernikahan kalian, Mamah akan bantu konsep pernikahan. kalian."
"Terima kasih mah. " Ucap Raiz.
__ADS_1
"Nak Adela , kondisi kamu bagaimana? "
"Begini Mah, harus tak bisa jauh dari obat." Ucap Adela.
"Mamah juga sedang membantu Raiz untuk mencari donor jantung. "
"Terima kasih Mah. " Ucap Adela.
****
"Maaf ya atas sikap Papah. " Ucap Raiz.
"Iya Mas nggak apa - apa. " Ucap Adela.
Tangan Raiz menggenggam tangan Adela lalu mencium punggung tangan nya.
"Apapun yang terjadi, Mas Kan menikah sama kamu. "
"Tapi."
"Jangan tapi - tapian, Mas dapat dukungan dari dua wanita yang hebat. Mamah dan Ibu Nuri. Mereka itu wanita nya Mas, mereka berdua sangat sayang sama Mas. "
"Mas sangat beruntung memiliki orang yang menyayangi Mas, sedangkan saya belum pernah mendapatkan perlakuan kasih sayang. Jujur Mas, saya baru merasakan nya saat perlakuan Ibu Nuri sana Mamah pada saya. " Ucap Adela.
"Dulu yang tak pernah kamu dapat kan, mulai sekarang kamu akan dapatkan semua kasih sayang dan cinta. " Ucap Raiz.
*****
"Mas kenapa sikap kamu seperti itu, saya nggak menyangka sikap Mas begitu sama Adela. "
"Saya sudah bilang tidak setuju. " Ucap Pak Kusumo.
"Saya dan Nuri akan merestui pernikahan mereka. " Ucap Ibu Laila.
"Jangan macam - macam kalian, kalian ingin melanggar perintah saya. "
"Perintah yang mana Mas, perintah menuruti ego kamu. Kebahagiaan anak lebih penting dari pada menuruti ego kamu yang tak masuk akal."
"Kamu sudah berani melawan hah...!! "
"Iya kenapa? Karena saya sudah tidak tahan dengan sikap kamu memperlakukan Adela. Mas paham kan dari sini? "
.
.
.
.
__ADS_1
.