Sang Ajudan

Sang Ajudan
Menikmati Setiap Proses


__ADS_3

Raiz dengan santai duduk di kursi sambil menemani Adele belanja, walau tubuh tinggal lemas nya akibat seluruh isi perutnya di kuras.


"Mas bagus kan? " Tunjuk Adela pada Raiz memperlihatkan tas branded pada Raiz.


"Bagus yank. " Ucapan Raiz.


"Yang mana? " Tanya Adela.


Raiz memperhatikan kedua tas tersebut , dan Raiz menunjuk tas ditangan kanan Adela.


"Cocok itu. "


"Ok, mba bungkus ini ya. " Ucap Adela.


Adela pun masih memilih beberapa pakaian, dan Raiz dengan santai sambil bermain game.


"Ibu, lama tidak kemari. " Sambut seorang pelayanan toko.


"Iya, saya ingin melihat koleksi terbaru. " Ucap Anita.


"Ibu, ada Bapak sama istri nya. "


Anita mengedarkan pandangan nya dan melihat Raiz sedang duduk santai sedangkan Adela sedang memilih pakaian.


"Mas, kamu ajak istri kamu kemari? " Tanya Anita langsung duduk di samping Raiz.


"Sama siapa? " Tanya kembali Raiz.


"Sendirian lah Mas, saya sedang libur jadi pulang. Kamu masih ingat ya di toko ini kapan barang baru limited edition keluar. Tempat ini jadi kenangan kita belanja dulu, kamu Mas suka model pakaian pria nya di sini. Dan hari ini lauching cardigan cowok bahan wol halus banget apa Mas nggak beli barang nya, dulu kan sering beli. "


"Sekarang yang saya pikirkan bukan Fashion, yang ada di isi kepala adalah menyenangkan ibu hamil. " Ucap Raiz.


"Adela hamil. " Ucap Anita.


"Iya dia hamil, usia kamu berapa bulan kandungan nya? "


" Empat bulan. " Ucap Anita.


Adela berjalan menghampiri Raiz yang sedang duduk bersama Anita, tiba - tiba mood Adela berubah saat melihat mereka duduk bersama.


"Hi.. Adela, apa kabar kamu? " Sapa Anita.


"Baik." Ucap Adela ketus.


"Kamu senang belanja barang Branded ya? "


"Baru kok, dari dulu ingin tapi baru kesampaian sekarang. "


"Yaiyalah gaji kamu mana cukup beli ini semua paling KW, suami kamu kan kaya. Asal kamu tahu ini tempat langganan favorit kami dulu dari harga nya saja sama gaji kamu nggak cukup yang masih buat ini itu, sekarang ada suami enak." Ucap Anita.


"Sudah ya jangan bahas masa lalu. " Ucap Raiz.


"Belanja nya sudah? " Tanya Raiz.


"Nggak jadi Mas. " Jawab Adela yang tiba - tiba wajah nya berubah jadi melow dan pergi.


"Kamu ya, kayak nggak sedang hamil saja. Dia itu sedang ngidam, mau dia ingin apa kek urusan per dompet an suami nya. Lagian kenapa sih kamu ungkit - ungkit masa lalu depan dia. " Ucap Raiz kesal.


"Saya melihat kalian nggak rela. "


"Itu salah nya kamu. "


"Kamu juga salah Mas, malah lebih memilih orang ketiga. "


"Akh.. sudahlah nggak akan habis bahas orang ketiga. " Ucap Raiz langsung pergi mengejar Adela tapi sebelum nya meminta pelayan toko untuk membungkus barang yang di pilih Adela.


Sedangkan di dalam mobil Adela diam dan meminta supir pribadi Raiz untuk turun dan naik ke dalam mobil satu nya. Sehingga kini hanya mereka berdua.


"Mas sudah bayar semuanya, sekarang kita mau kemana lagi? "


"Mas kenapa nggak bilang kalau itu tempat favorit Mas sama Anita, apa nggak ada toko lain disini? "

__ADS_1


"Kalau barang Branded memang adanya di situ, jadi Mas ajak kesitu. "


"Saya seperti orang aji mumpung ya Mas, nggak ada beban sekarang Mah. "


"Ssssttt jangan bilang begitu, kalau Mas mampu kenapa nggak? Kan buat istri sendiri."


"Maaf kalau ngidam nya kebangetan seperti Anita bilang hiks.. hiks... hiks.. "


"Sudah akh jangan bahas seperti itu terus, Mas akan turuti kemauan kamu asal bisa tahu takaran nya saja. Kamu boleh beli apa pun yang kamu suka, Mas nggak akan ngelarang. "


"Nanti jangan ke toko itu lagi. "


"Iya sayang. "


******


"Minum air kelapanya. " Ucap Sony.


"Makasih ya. " Ucap Raiz langsung meminum air kelapa muda.


"Adela pas hamil rubah total, gampang emosi, gampang melow, kalau mau ini itu harus seperti anak kecil lagi. "


"Bawaan hormon ibu hamil itu, nikmati saja. "


"Iya saya menikmatinya, jauh beda sama Adela yang dulu. " Ucap Raiz.


"Kemarin kami bertemu dengan Anita, di tempat biasa kita belanja pakaian . " Ucap Raiz kembali.


"Dia sedang ada disini? "


"Iya, dia sindir Adela. Intinya dia masih nggak rela dengan hadir nya Adela. "


"Hebat benar dia, sudah kejadian baru menyesal. " Ucap Sony.


"Tolong jauhi saya dengan dia,


paham kan sekarang. "


******


"Ibu kandungan nya sehat, ini bapak nya gimana? " Tanya Seorang Bidan saat memeriksa kondisi kandungan Anita.


"Dia masih perhatian Bu Bidan, kadang suka telepon bagaimana kandungan nya dan pokoknya perhatian lah. " Jawab Anita.


"Alhamdulillah, kenapa nggak rujuk saja. Kan ada anak? "


"Rujuk bagaimana, dia kan sudah menikah lagi apalagi istri nya sedang hamil. "


"Mantan istri nya baik Ya bu, aktif kegiatan."


"Baik apanya, pernikahan kami hancur gara - gara dia. Kalau mau tahu kebenarannya."


"Oh.. begitu ya. "


*******


"Istri kamu dari awal begini terus? " Tanya Ibu Nuri saat sedang memijat kedua bahu Adela.


"Kemarin nggak bu, malah marah - marah, kerjain suami. Sekarang tuh teler lagi. " Jawab Raiz.


Adela hanya diam saja memijat kedua pelipisnya dan terus menahan mual, dan sesekali menghirup aroma minyak kayu putih.


"Adela, perut kamu sudah terisi? "


"Nggak mau bu, mual banget. "


"Di isi ya, atau makan di suapin sama Raiz?"


"Mas suapin kamu ya, mumpung lagi istirahat."


"Mau ikut Mas Dinas aja. "

__ADS_1


"Capek yank. "


"Tiduran di sofa. "


"Ya sudah, nanti kalau ingin pulang bilang sama Yuna."


"Iya."


******


Raiz mengerjakan segala sesuatu yang ada di atas meja. Tumpukan berkas yang harus dia tanda tangani dan beberapa proposal yang di bantu oleh Ajudan nya.


"Maaf Pak, apa ibu tidak capek tidur di sofa? "


"Iya nanti setelah ini saya pindah kan Ibu. " Ucap Raiz sambil tersenyum kecil.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Raiz mendekati Adela yang tertidur pulas. Tangan Raiz mengusap perut Adela lantas mencium nya, Adela menggeliatkan tubuh nya dan membuka matanya.


"Mas lapar. "


"Mau makan apa? "


"Mau makan nya di suapin sama Mas."


"Ya sudah, Mas pesan kan dulu."


"Makan nya, masakan ibu tapi Mas yang suapin. "


"Ok, nanti Mas kabari Ibu."


"Makasih ya mas."


"Sama - sama sayang."


*****


Ibu Nuri tersenyum melihat Adela makan dengan lahap, Raiz menyuapi Adela hingga habis dua piring.


"Alhamdulillah masuk juga." Ucap Ibu Nuri.


"Bu, seperti nya anak Raiz ini manja banget dan suka ngerjain Papah nya. Ini sih benar - benar ngajak ribut sama Mamah nya. Apalagi mood nya ini. "


"Nikmati saja setiap proses nya. "


"Benar bu, saya sangat menikmatinya. "


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam." Balas Raiz, Adela dan Ibu Nuri.


"Mas, makanan nya sudah saya siapkan. Mumpung masih ada Raiz dan Adela. " Ucap Ibu Nuri.


Hoek.. hoek...


"Yank, kamu mau muntah lagi? " Tanya Raiz panik.


"Tiba - tiba ingin muntah lagi Mas. " Jawab Adela langsung berlari menuju kamar mandi.


"Nuri, Adela hamil? " Tanya Pak Kusumo.


"Kita akan punya cucu. " Jawab Ibu Nuri.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2