
"Alhamdulillah, dan saya serta istri mengucapkan banyak terima kasih untuk semua tamu undangan yang telah hadir di acara Aqiqah ketiga anak kami. Yang terlahir kembar, dua perempuan satu laki - laki. Ini adalah anugerah terindah bagi kami berdua, di beri titipan tiga sekaligus, dan lengkap perempuan dan laki - laki. Kami tak bisa berkata apa - apa saat tahu anak kami kembar tiga, hanya kami ucapkan rasa syukur di beri kepercayaan ini. Kami sebagai orang tua hanya bisa berdoa agar anak - anak kami menjadi anak yang Sholeh dan Sholeha serta pribadi yang baik. Kami ucapkan sekali lagi, terima kasih atas semua doa yang Bapak Ibu hadir disini untuk ketiga anak kami. " Ucapkan Raiz.
"Kalau boleh tahu siapa namanya? " Tanya salah satu wartawan.
"Arumi sekar Mahadewi, Areta Sekarang Mahadewi dan terakhir laki - laki di beri nama Mahadewa Arjuna. " Ucapkan Raiz.
*****
Tangisan ketiga bayi nya membuat Adela dan Raiz terbangun. Raiz yang sigap pun segera membantu sang istri untuk memberikan susu pada Areta, Arumi dan Dewa.
Raiz memberikan susu botol pada Dewa, begitu dengan Adela memberikan susu pada Areta dan Arumi secara bergantian dengan Dewa. Karena pemberian susu ketiga anak Adela dan Raiz pun di campur dengan susu anak.
"Pah tolong ambil alih botol susu nya, ini Areta pup. " Ucap Adela.
"Iya, sini. " Ucap Raiz.
Adela mengganti pampers milik Areta, namun Dewa kemudian menangis kencang hingga Raiz mencoba menenangkan Dewa namun tetap saja menangis.
"Mah, ini Dewa kenapa? " Tanya Raiz.
"Coba susunya. " Jawab Adela.
__ADS_1
"Masih banyak. "
"Periksa pampers nya. "
Raiz memeriksa pampers yang di kenakan oleh Dewa dan terlihat Dewa pun buang air besar.
"Mah, Pup. "
"Ya sudah ini gantian jaga Areta juga. "
Adela pun kembali mengganti pampers Dewa, begitu juga milik Arumi pun di ganti yang sudah terlihat penuh.
Adela merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur, dan Raiz pun sama setelah membantu dan menemani Adela mengurus ketiga anak nya.
"Iya lah Mas, kita. ini baru namanya orang tua. Dulu orang tua kita pasti seperti ini, kita sekarang merasakan nya. " Ucap Adela.
"Benar sayang, pengorbanan mereka sangat luar biasa. Apalagi seorang Ibu, tanpa merasakan lelah dan letih. "
*****
Ketiga bayi kembar tengah berjemur, Adela di temani Yuna berada di halaman belakang rumah dinas, cahaya matahari yang menyoroti halaman sangat bagus untuk ketiga kembar berjemur.
__ADS_1
Ibu Nuri pun turut ikut berjemur dengan memangku Dewa, sedangkan Adela memangku Arumi dan Pak Kusumo memangku Areta.
"Lihat anak kamu Adela, si Areta tak mau diam dia. Badan nya meliuk - liuk terus. " Ucap Pak Kusumo.
"Kalau Areta memang begitu Pah, anaknya aktif nggak mau diam. Beda sama Arumi dia anteng banget anaknya. Dan kalau Dewa paling nggak suka kalau tempat nya nggak empuk, salah sedikit saja nangis. " Ucap Adela menjelaskan.
"Ketiga bayi kalian ini memiliki sifat yang berbeda - beda ya. " Ucap Ini Nuri.
"Benar Bu, sifatnya berbeda. Intinya walau sifat ny berbeda suatu saat asal saling bersilang pendapat, harus akur sama saudara. "
"Benar nak, dan kembali lagi kita sebagai orang tua. Anak itu jangan pernah lepas dari pantauan orang tua. " Ucap Pak Kusumo.
"Benar itu, Ibu yakin anak - anak kamu itu sangat pintar. "
.
.
.
.
__ADS_1
.
Karya Baru belum bisa up.. belum lolos bab