
Anita dan Sony sibuk menata undangan yang akan di kirim ke setiap instansi dan para pejabat lain nya.
Anita memotret Adela yang sedang bersama dengan Sony dan memperlihatkan pada calon ibu mertua nya.
"Cocok ya Mah. " Ucap Anita.
"Iya benar cocok, kalau bisa kita jodoh kan saja mereka. " Ucap Ibu Laila.
"Mas lihat cocok ya. " Tunjuk Anita sambil memperlihatkan photo Adela dan Sony yang Anita ambil.
Raiz hanya diam dan langsung beranjak pergi, dan Anita bersama Ibu Laila melanjutkan pembahasan mereka kembali.
"Adela kamu ikut saya. " Ucap Raiz sambil berjalan.
Adela pun mengikuti langkah Raiz hingga sampai lah di sebuah ruang kerja dengan di kelilingi berbagai macam buku.
"Tolong jangan lanjutkan membantu pernikahan saya, ambilah cuti saya akan mengurus semuanya. Pernikahan saya satu minggu lagi, tolong kamu menjauh untuk sementara. "
"Kalau yang Pak Raiz minta saya akan melaksanakan nya. " Ucap Adela.
"Besok saya akan proses surat cuti kamu, dan mungkin saat kamu kembali kamu sudah tidak jadi Ajudan saya lagi. Kamu akan bertukar dengan Ajudan Pak Andi Wabup. " Ucap Raiz.
"Baik Pak, saya permisi." Ucap Adela langsung berbalik badan. Namun saat Adela membalikkan badan nya, Raiz berjalan mendekat dan langsung memeluk tubuh Adela dari belakang.
"Pak Raiz. " Ucap Adela.
"Maaf kan saya, maaf sekali lagi Maaf. " Ucap Raiz.
"Saya akan melupakan Bapak, kita akan jarang bertemu. Terima kasih sudah baik terhadap saya. " Ucap Adela melepaskan kedua tangan Raiz yang melingkar di perut nya.
Raiz memejamkan kedua matanya dengan mengepalkan kedua tangan nya, dan langsung menyingkirkan semua yang ada di atas meja dan berteriak sangat keras di ruang yang kerap suara.
Adela pun langsung mengambil tas nya dan pergi dari kediaman pribadi Raiz, Ibu Nuri pun melihat Adela pergi dengan berjalan sangat cepat.
Ibu Nuri pun berjalan mencari seseorang hingga di sudut setiap ruangan.
"Mas." Panggil Ibu Nuri.
Pak Kusumo menoleh saat Ibu Nuri memanggilnya, dengan wajah datar Pak Kusumo menatap ke arah Ibu Nuri.
"Ada apa? "
__ADS_1
"Mas apa tahu masalah yang sedang terjadi pada Raiz? " Ucap Ibu Nuri.
"Masalah apa, Raiz baik - baik saja."
"Mas, Raiz harus bahagia. Jangan sampai Raiz tak bahagia seperti saya. "
"Maksudnya kamu apa Nuri? Kamu masih mengungkit masalah kita. "
"Cukup saya saja yang merasakan pernikahan tak bahagia bersama kamu dulu, kita menikah hanya karena keinginan Laila yang menginginkan seorang anak. Kamu menikahi saya, dan menceraikan saya setelah Raiz berusia satu tahun. Saya berusaha menyimpan semua nya dari Raiz, saya mohon jangan sampai Raiz merasakan cinta yang tak bisa bersatu seperti saya. "
"Raiz mencintai Anita. " Ucap Pak Kusumo.
"Raiz mencintai Adela. " Ucap Ibu Nuri.
"Apa...!!!
" Mereka pernah menikah kontrak, kini mereka telah bercerai namun mereka saling mencintai. "
*****
Plaaakk
"Kalau sampai media tahu, dan lawan kamu tahu diam - diam kamu pernah menikah dengan Ajudan kamu, lihat saja misal. semuanya terbongkar rakyat akan bisa menilai nya dan dengan mudah lawan kamu mengambil kesempatan seperti ini." Bentak Pak Kusumo.
"Papah harap dia mutasi yang jauh, bukan menjadi Ajudan wakil Bupati. " Ucap Pak Kusumo.
"Ingat rahasia ini jangan sampai Mamah kamu atau Anita tahu, Papah tidak ingin masalah ini mencuat besar di area kabupaten."
*****
"Katakan kenapa kalian bisa menikah kontrak? " Ucap Pak Kusumo dengan nada tinggi.
"Maaf itu salah saya, dan saat itu saya belum menjadi Ajudan Mas Raiz. Dan saya juga tidak tahu kalau dia itu seorang Bupati. " Ucap Adela.
"Kenapa kamu melakukan hal b****oh seperti itu hah..?? " Bentak Pak Kusumo.
"Maaf saat itu saya akan di nikah kan paksa, dan saya bertemu dengan Mas Raiz saat itu. Dan meminta nya untuk menikahi saya agar terlepas dari pernikahan yang tidak di inginkan oleh saya. Dan saya meminta Mas Raiz untuk membayar hutang keluarga saya. "
Plaaakk
Pak Kusumo menampar pipi Adela dengan sangat keras hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya.
__ADS_1
"Kamu memeras anak saya, dan kamu gunakan akal licik kamu demi kamu pribadi dan anak saya sampai terjebak pada sebuah perasaan yang tak seharusnya ada. Kamu secara tidak langsung sudah menyakiti hati Anita dan menjadi orang ketiga. Saya harap kamu jangan halangi pernikahan mereka. "
"Saya tidak akan pernah jadi orang ketiga kembali, saya pun tidak akan merusak pernikahan mereka. "
"Saya pegang ucapan kamu. "
****
"Sudut bibir kamu kenapa? " Tanya Irfan saat melihat sudut bibir sebelah kiri Adela berwarna kebiruan.
"Ini kepentok sudut pintu." Jawab Adela.
"Hati - hati dong, sudah di obati? "
"Sudah Bang . " Ucap Adela.
"Bang, apa Abang serius sama saya? " Tanya Adela.
"Apa kamu tak melihat bagaimana serius nya Abang? " Jawab Irfan.
"Saya mau Bang kembali sama Abang lagi. "
"Benar kah? " Ucap Irfan bahagia.
"Saya mau Bang, buat apa saya men sia - sia kan orang yang sudah pasti ada di depan mata. Dari pada terlihat pasti namun tak akan pernah bisa bersanding. " Ucap Adela.
"Terima kasih Dek, terima kasih sudah mau menerima Mas kembali. "
*****
Di dalam kamar kontrakan berukuran sedang, mata Adela terpejam dengan air mata yang menetes.
Terlihat acara TV lokal menyiarkan secara langsung proses akad nikah Bupati Pakis. Adela memeluk guling sangat erat dengan isak kan tangis dan merasakan sakit di hati nya bagai tertusuk ribuan jarum.
Kata SAH terdengar di telinga Adela, hingga membuat dadanya semakin sangat sesak.
Hiks... hiks.. hiks...
"Ikhlas, harus ikhlas harus ikhlas... hiks.. hiks.. hiks..!!!
Sedangkan di tempat lain, Raiz pun merasakan hati yang seharusnya bahagia kini malah sebaliknya tidak seperti Anita rasakan.
__ADS_1
Raiz mengingat sosok Adela yang kini sudah menjadi masa lalu nya.
" Semoga kamu tidak melihat proses pernikahan ini. " Ucap Raiz dalam hati nya.